Studi Pendahuluan Pertumbuhan Fitoplankton pada Budidaya Lele Afrika (Clarias gariepinus) Strain Masamo menggunakan Sistem Bioflok Padat Tebar Benih

Manzilatul Rochmah, Agus Dharmawan, Suhadi Suhadi

Abstract


Budidaya lele sistem bioflok merupakan suatu sistem budidaya ikan lele yang memanfaatkan hasil limbah budidaya menjadi pakan alami. Sistem budidaya ini diperlukan pakan tambahan dari luar. Pakan tambahan tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kualitas air dan pertumbuhan fitoplankton pada kolam budidaya lele sistem bioflok. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan fitoplankton yang terdapat pada kolam budidaya lele (Clarias gariepinus) strain Masamo sistem bioflok padat tebar benih, serta mendeskripsikan faktor abiotik yang berkorelasi terhadap jumlah fitoplankton pada kolam budidaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Seluruh jenis fitoplankton yang terjaring oleh jaring plankton yang berukuran 200 mesh/inchi di ketiga kolam budidaya digunakan sebagai sampel. Faktor fisika kimia yang diukur meliputi pH, oksigen terlarut (DO), suhu, dan kekeruhan (turbiditas). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 jenis fitoplankton yang ditemukan di ketiga kolam yang tergolong dalam divisi Chlorophyta dan Bacillariophyta. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pertumbuhan fitoplankton selama 8 minggu pengambilan sampel di semua kolam. Faktor fisika kimia yang terukur berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan fitoplankton pada kolam budidaya lele sistem bioflok

References


Auliana, R., Rahmawati, F., Ekawatiningsih, P., Monika, G.T., Tini. & Widyowati, T.M. 2013. Laporan Akhir Ipteks bagi Manyarakat. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air, Bagi Pengelolaan Sumber Daya Dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kasinus.

Ekasari, J. 2009. Teknologi Bioflok: Teori dan Aplikasi dalam Perikanan Budidaya Sistem Intensif. Jurnal Akuakultur Indonesia, 8 (2): 117-126.

Ferdian, F., Maulina, I & Rosidah. 2012. Analisis Permintaan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Konsumsi di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3 (4): 93-98.

Gunarto & Suwoyo, H. S. 2011. Produksi Bioflok dan Nilai Nutrisinya dalam Skala Laboratorium. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, 1009-1018.

Isnansetyo, A. & Kurniastuty. 1995. Teknik Kultur Phytoplankton dan Zooplankton. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Kementrian Kelautan dan Perikanan. 2015. Laporan Kinerja Kementrian Kelautan dan Perikanan Tahun 2014. Jakarta: Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Ma’in., A., Sasongko, S. B. & Supito. 2013. Penilaian Ekofisiensi Budidaya Intensif Udang Vanname (Litopenneus vannamei) Berbasis teknologi Bioflok. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 604-611.

Odum, E. P. 1971. Fundamentals of ecology. Third Edition. Sounders College Publishing. Philadelphia.

Purnomo, P.D. 2012. Pengaruh Penambahan Karbohidrat Pada Media Pemeliharaan Terhadap Produksi Budidaya Intensif Nila (Oreochromis

niloticus), Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro.

Rafitri, R., Setyawati, T. R. & Yanti, A. H. 2015. Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Gambut Sungai Ambawang Desa Pancaroba Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Protobiont. Vol. 4 (1): 253-259.

Reynolds, C. S. 1990. The ecology of freshwater phytoplankton. Cambridge. University Press. London.

Sopiah, N., Mulyanto, A. & Sehabudin, S. 2013. Pengaruh Kelimpahan Sel Mikroalgae Air Tawar (Chlorella sp.) Terhadap Penambatan Karbondioksida. Jurnal Teknologi Lingkungan. 14 (1):1-6.

Supono. 2008. Analisis Diatom Epipelic sebagai Indikator Kualitas Lingkungan Tambak untuk Budidaya Udang. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro. Tidak diterbitkan.

Wetzel, R.G. 2001. Limnology: Lake and River Ecosystem. Trid Edition. Academic Press. San Diego, USA.

Zidni, I., Herawati, T. & Liviawaty, E. 2013. Pengaruh Padat tebar Terhadapa Pertumbuhan Benih Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) dalam Sistem Akuaponik. Jurnal Perikanan Kelautan, 4 (4): 315-324.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um061v1i12017p28-34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Hayat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 


Jurnal Ilmu Hayat Stats