Perilaku Harian Burung Julang Emas (Aceros undulatus) di Penangkaran Eco Green Park Kota Batu Propinsi Jawa Timur
Abstract
Julang Emas (Aceros undulatus) merupakan salah satu jenis Burung rangkong dari familia Bucerotidae yang memiliki nama latin (Aceros undulatus)saat ini menghadapi ancaman kepunahan dan penurunan populasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan Burung Julang Emas (Aceros undulatus) adalah dengan usaha konservasi eksitu yakni melalui kegiatan penangkaran. Eco Green Park merupakan tempat penangkaran yang berupaya untuk menangkarkan Burung Julang Emas (Aceros undulatus). Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan di tempat penangkaran Burung Julang Emas (Aceros undulatus) yaitu: mengamati perilaku harian Burung Julang Emas (Aceros undulatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian Burung Julang Emas (Aceros undulatus), persentase perilaku dan frekuensi harian di penangkaran Eco Green Park. Pengamatan dilakukan pada pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-17.00 WIB. Objek dalam penelitian ini menggunakan sepasang Burung Julang Emas (Aceros undulatus). Persentase perilaku harian Burung Julang Emas (Aceros undulatus) yang dapat dihitung menggunakan rumus persentase dan frekuensi perilaku harian Burung Julang Emas (Aceros undulatus) yaitu berupa jumlah satu perilaku yang dilakukan dalam waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis perilaku harian yang muncul pada Burung jantan dan betina yaitu perilaku makan, membuang kotoran, bersuara, pembersihan, menyelisik, bertengger, berjemur, pindah tempat, mematuk benda, menyelisik pasangan, dan bercumbu. Perilaku harian Burung Julang Emas (Aceros undulatus) yang memiliki persentase tertinggi adalah perilaku bertengger dan yang memiliki persentase terendah adalah perilaku membuang kotoran. Perilaku harian Burung Julang Emas (Aceros undulatus) yang memiliki frekuensi tertinggi adalah perilaku pindah tempat dan yang memiliki frekuensi terendah adalah perilaku berjemur.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Adisaputra, Dedy Purwanto. 2005. Prevalensi dan Perilaku Rangkong Di Gunung Ungaran Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Skripsi. Jurusan Biologi. F.MIPA. Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Beehler, B.M., T.K. Pratt., & D.A. Zimmerman. 1986. Birds of New Guinea. Princenton University Press. Princenton.
Guyton,D.C. 1987. Fisiologi Hewan, edisi 2. Jakarta: Pustaka Jaya.
Kinnaird M .1998. Evidence for effective seed dispersal by the Sulawesi redknobbed hornbill, Aceros cassidix. Biotropica 30:50–55
Kitamura, S., T. Yumoto, N. Noma, P. Chuailua, T. Maruhashi, P.
Wohandee & P. Poonswad. 2008. Aggregated seed dispersal by wreathed hornbills at a roost site in a moist evergreen forest of Thailand. Ecological Research. 23(6): 943–952.
Martin, JM., RN. Raid., & Lynn C. Branch. 2005. Barn Owl (Tyto alba). (online) (http://edis.ifas.ufl.edu) diakses tanggal 15 Juli 2017.
Poonswad, P., Tsuji, A., Jirawatkavi, N., & Chimchome, V. 1998. Some aspects of food and feeding ecology of sympatric hornbill species in Khao Yai National Park, Thailand. The Asian hornbills: ecology and conservation, Thai Studies in Biodiversity, (2), 137-157.
Prahara W. 1999. Pemeliharaan, Penangkaran, dan Penjinakan Kakatua. Penebar Swadaya. Jakarta.
Purnama EH. 2006. Perbandingan Perilaku Harian Pasangan Burung Tekukur (Streptopelia chinensis) dan Puter (Streptopelia bitorquata) di Penangkaran dengan dan Tanpa Penambahan Cahaya pada Malam Hari. Jurnal Kehutanan. Vol 8: 23-25.
Rostika I. 1999. Studi perilaku burung bayan (Eclectus roratus) jantan dan betina yang ditangkarkan secara berkelompok di Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Zoologi Bogor. Skripsi. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Takandjandji M dan Mite M. 2008. Perilaku Burung Beo Alor di Penangkaran Oilsonbai, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Kehutanan dan Konservasi Alam. 14(1):43-48.
Tanudimadja. 1978. School of Environmental Conservation Management. Ciawi, Bogor.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um061v2i12018p9-20
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Hayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.