Perilaku Harian Burung Nuri Kepala Hitam (Lorius Lory) di Penangkaran Eco Green Park Kota Batu Jawa Timur
Abstract
Burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) merupakn burung endemik Papua dan merupakan satwa langka Indonesia yang berada dalam status kritis. Upaya melestarikan burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) dilakukan konservasi ex situ dengan cara melakukan penangkaran Eco Green Park merupakan tempat penangkaran burung, salah satunya burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory). Keberhasilan konservasi ex situ didukung oleh pengamatan perilaku harian burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku, persentase lama waktu perilaku harian, dan frekuensi harian burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) di Eco Green Park , Batu Propinsi Jawa Timur pada bulan Mei hingga Juni 2017. Pengamatan dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-17.00 WIB. Objek penelitian menggunakan sepasang burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory). Umur burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) lebih dari 5 tahun. Data yang diperoleh berupa jenis perilaku harian dan persentase waktu serta frekuensi perilaku harian burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 jenis perilaku harian yang muncul pada burung jantan dan betina yaitu perilaku makan, terbang, pindah tempat, mematuk benda, bertengger, membersihkan badan, membuang kotoran, saling mendekati, dan saling menelisik. Persentase perilaku harian yang tertinggi adalah perilaku bertengger dan terendah perilaku membuang kotoran. Frekuensi tertinggi adalah perilaku makan sedangkan terendah adalah perilaku saling menelisik.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Bird Life International. (2016). Lorius lory. The IUCN Red List of Threatened Species 2016. Diakses 9 Februari 2017.
Forshaw, J.M. dan M. Cooper. (1989). Parrots of the World. Australia: Landsdowne press.
Gitta, A. (2012). Aktivitas Harian dan Perilaku Makan Burung Kakatua-Kecil Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea Sulphurea Gmelin, 1788) di Penangkaran. Jurnal Konservasi Alam. 17, 23-26.
Guyton, D.C. (1987). Fisiologi Hewan, edisi 2. Jakarta. EGC.
Haryoko, T. 2008. Pengaruh Jumlah Individu dalam Kandang Penangkaran Terhadap Konsumsi Pakan dan Nutrisi pada Burung Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus). Zoo Indonesia, 17(1), 21-26.
Hernawan, A. (2014). BBKP Surabaya Sita Nuri Kepala Hitam dari Oknum TNI. Diambil dari http://www.lensaindonesia.com/2014/09/30/bbkp-surabaya-sita-nuri-kepala-hitam-dari-oknum-tni.html
Parker JE. (1969). Reproduction Physiology in poultry. Philadelpia: Lea and Febiger
Prahara W. (1999). Pemeliharaan, Penangkaran, dan Penjinakan Kakatua. Jakarta: Penebar Swadaya.
Prijono dan S. Handini. (1999). Memelihara, Menangkarkan, dan Melatih Nuri. Jakarta: Penebar Swadaya.
Pro Fauna Indonesia. (2013). Perdagangan Satwa Langka Secara Online Semakin Marak. Volume XVII No. 1/Januari-Maret 2013.
Purnama, E. H. (2006). Perbandingan Perilaku Harian Pasangan Burung Tekukur (Streptopelia chinensis) dan Puter (Streptopelia bitorquata) di Penangkaran Dengan dan Tanpa Penambahan Cahaya pada Malam Hari. Skripsi tidak diterbitkan. Bogor. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
Takandjandji, M, Kayat, dan ND, Njurumana. (2010). Perilaku Burung Bayan Sumba (Eclectus Roratus Cornelia Bonaparte) di Penangkaran Hambala, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam. 7 (4), 357-369
Warsono, I. U. (2002). Pola Tingkah Laku Makan dan Kawin Burung Kasuari (Casuarrius sp.) dalam Penangkaran di Taman Burung Dan Taman Anggrek Biak. (Online). Diambil dari http://rudict.tripod.com/sem1-023
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um061v2i22018p84-94
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Hayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.