Variasi Sekuen dan Filogenetik Leptocorisa oratorius (Fabricius) di Jawa Timur Berdasarkan Gen COX2

Itsna Fauziyyah, Suhadi Suhadi

Abstract


Leptocorisa oratorius menyerang tanaman padi hingga menyebabkan gagal panen di Jawa Timur. Strategi pengendalian hama harus disesuaikan dengan jarak genetik, agar tidak menyebabkan resistensi hama akibat penanganan yang tidak tepat pada populasi hama di tempat yang berbeda. Sehingga tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui variasi sekuen dan filogenetik hama Leptocorisa oratorius menggunakan gen COX2. Sampel diambil dari Trenggalek, Magetan, Malang, Bondowoso, Gresik dan Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu ekstraksi DNA menggunakan The Wizard Genomic DNA Purification Kit Promega. Amplifikasi gen COX2 dengan primer COX2 Leptocorisa oratorius (F) -5’ ACA AGA TGC AAT ATC CCC TT 3’ dan COX2 Leptocorisa oratorius (R) -5’ TGG TTT AAG AGA CCA ATG CT 3’. Analisis sekuens menunjukkan terdapat perbedaan enambelas pasang basa nukleotida pada urutan sekuens sampel dilokasi yang berbeda. Hasil rekontruksi pohon filogenetik yaitu sampel daerah (Malang, Mojokerto dan Bondowoso) merupakan sampel yang berada pada satu internal klaster, sedangkan sampel (Gresik dan Magetan) memisah dengan sampel lain begitu juga dengan sampel (Trenggalek). Nilai jarak genetik terkecil terbentuk pada populasi hama Mojokerto-Malang, Bondowoso-Malang, Bondowoso-Mojokerto, dan Magetan-Gresik dengan nilai 0.0000 dan jarak genetik terbesar antara populasi hama Gresik-Trenggalek dan Magetan-Trenggalek dengan nilai 0.0190.

Keywords


COX2, Filogenetik, Leptocorisa oratorius

References


Avise JC. (2009). Phylogeography: retrospect and prospect. J Biogeogr. 36: 3-15.

Corpet, F. (1998). Multiple Sequence Alignment with Hierarchical Clustering. NUCL. Acids res. 16(22): 10881-10890.

Dharmayanti, N.L.P.I. (2011). Filogenetika Molekuler: Metode Taksonomi Organisme Berdasarkan Sejarah Evolusi. WARTAZOA Vol. 21.

Hebert. P. D. N., A. Cywinska, S. L. Ball & J. R. deWaard. (2009). Biological identifications through DNA barcodes. Proc. R. Soc. Lond.

Hidayat T., Pancoro A. (2008). Kajian Filogenetika Molekuler dan peranannya dalam Menyediakan Informasi Dasar untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Genetik Anggrek. Jurnal AgriBiogen. 4.

Hosamani V. (2009). Biological studies on paddy earhead bug, Leptocorisa oratorius fabricus (Hemiptera:Alydidae). Academic Journal of Entomology, 2: (2).

Kalshoven, L.G.E. (1981). The Pests of Crops in Indonesia: Jakarta.

Kumar, S.,Stecher, G., & Tamura, K. (2016). MEGA 7.0 : Molecular evolitionary genetics analysis version 7.0 for bigger datasets brief communication . Molecular Biology and Evolution , 33 (7) . 1870-1874.

Laltanpuii. N., S. Kumar & M. T. Mathai. (2014). Molecular and Phylogenetic Analysis of the Genus Orthetrum (Odonata: Anisoptera: Libellulidae) using Mitochondrial COI gene. Science Vision 14: (3).

Lim J, Kim M, Kim IK, Jung S, Lim JS, Park SY, Kim Km, Kim C, Byun BK, Lee BW, Lee S. (2013). Molecular identification and larval description of Callipogon relictus Semenov (Coleoptera: Cerambycidae), a natural monument of South Korea. J Asia Pac Entomology. 16: (223).

Maftuchah, (2005). Analisis variasi genetik mangga menggunakan RAPD untuk perbaikan karakter kualitas buah. Laporan Penelitian Unggulan UMM.

Mahardika IGNK & Parede L. (2008). Analisi filogenetik sekuen nukleotida bagian hipervariabel protein VP2 virus gumboro isolat Indonesia. Veteriner. 9: 60-64.

Pracaya. (2009). Hama dan Penyakit Tanaman. Edisi revisi. Swadaya: Jakarta.

Pratimi, A. & R.C.H. Soesilohadi. (2011). Fluktuasi population walang sangit Leptocorisa oratorius F. (Hemiptera: Alydidae) pada komunitas padi di Dusun Kepitu, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. BIOMA, 13: (2).

Ratnayani KIN. Wirajana & Laksmiwati. (2007). AnalisisVariasi Nukleotida Daerah D-Loop DNA Mitokondria pada Satu Individu Suku Bali Normal. Jurnal Kimia 1: (1).

Shi P, Zhong L, Sandhu HS, Ge F, Xu X, Chen W. (2011). Population decrease of SCirpophaga incertulas (Walker) (Lepidoptera Pyralidae) under climate warming. Ecologi and Evolution 2:58– 64.

Syarkawi, Husni & M. Sayuthi. (2015). Pengaruh Tinggi Tempat Terhadap Tingkat Serangan Hama Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha Cramerella Snellen) Di Kabupaten Pidie. J. Floratek 10 : 52-60. Universitas syiah kuala : Banda Aceh.

Tjitrosoepomo, Gembong. (2009). Taksonomi Tumbuhan. UGM Press, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um061v5i22021p71-79

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Hayat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 


Jurnal Ilmu Hayat Stats