PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN TEKNIK SOSIODRAMA DALAM MATERI BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA

Sandi Purwanto

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan teknik Sosiodrama dalam materi Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial sebagai upaya penanaman nilai-nilai Pancasila pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 5 Probolinggo tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Class Action Research yang dikemukakan oleh Kemmis and Taggart (1988). Peningkatan prestasi belajar sebagai hasil dari tindakan ini adalah sebesar 7,92%. Demikian juga dengan hasil tes di akhir tindakan baik siklus I maupun II yang menunjukkan adanya peningkatan sebesar 12,29%. Tes akhir tindakan merupakan penguatan terhadap proses pembelajaran dalam menerapkan model PBL dan teknik Sosiodrama dalam rangka penanaman nilai-nilai Pancasila melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Adanya peningkatan terhadap hasil tes akhir tindakan sebesar 12,29% mengindikasikan keberhasilan penelitian dalam penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan teknik Sosiodrama dalam materi Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial sebagai upaya penanaman nilai-nilai Pancasila pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 5 Probolinggo tahun pelajaran 2019/2020.

 

Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Teknik Sosiodrama, Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial, Penanaman Nilai-Nilai Pancasila

 

Abstract: The aim of study is to describe the process and results of implementing the Problem Based Learning (PBL) model and sociodrama techniques in the form of Social Interaction as an effort to instill Pancasila values in grade VII students at SMP Negeri 5 Probolinggo in the 2019 academic year / 2020. In this study, a Class Action Research (CAR) is used which refers to the Class Action Research model proposed by Kemmis and Taggart (1988). The increase in learning achievement as a result of this action was 7.92%. Likewise, the test results at the end of the action both cycle I and II showed an increase of 12.29%. The final action test is a strengthening of the learning process in applying the PBL model and sociodrama techniques in order to instill Pancasila values through Strengthening Character Education (PPK). An increase in the results of the final action test by 12.29% indicates the success of research in the application of the Problem Based Learning (PBL) model and the Sociodrama technique in the Forms of Social Interaction as an effort to instill Pancasila values in grade VII students at SMP Negeri 5 Probolinggo academic year 2019/2020.

 

Keywords: Problem Based Learning (PBL), Sociodrama Techniques, Forms of Social Interaction, Inculcation of Pancasila Values.


Keywords


Problem Based Learning (PBL), Sociodrama Techniques, Forms of Social Interaction, Inculcation of Pancasila Values

Full Text:

PDF

References


Arends, R.I. (2008). Learning To Teach (Belajar Untuk Mengajar) Edisi ketujuh Buku Satu. Penerjemah Helly Prajitno Soetjipto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Darmojo H. (1992). Pendidikan IPA. Jakarta: Dep P&K Direktorat Pendidikan Tinggi PPTK.

Djannah, W. (2012). Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa. Tesis pada Universitas Sebelas maret Surakarta: tidak diterbitkan

I Gede Widiastika. (2013). Prestasi Belajar IPS Siswa SMP Dalam Lingkungan Belajar Inkuiri Berbantuan Lembar Kerja Siswa. Jurnal Tunas Bangsa 4 (2), 163-172

Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. (1988). The Action Research Planner. Victoria Dearcin University Press.

Lilis Erma Suryani. (2013). Penerapan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Komunikasi Yang Beretika Pada Siswa Di SMA Negeri 1 Gondang. Jurnal BK UNESA. Volume 03 Nomor 01. 196-202

Natawijaya, R. (1987). Pendekatan-Pendekatan Dalam Penyuluhan Kelompok. Jakarta : Depdikbud, Ditjen Dikti, P2LPTK.

Nur, Muhammad. (2011). Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: Pusat Sain Dan Matematika Sekolah UNISA

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2018 tentang Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan Formal.

Prastowo, Andi. (2011). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: DIVA Press.

Qomariyah, Evi Nurul (2015). Pengaruh Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPS. Malang: Universitas Negeri Malang.

Romlah, Tatik. (2001). Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang:UM University Press.

Rusman. (2014). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Siti Nurjanah. (2014). Keefektifan Metode Problem Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran IPS Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMPN 1 Jetis Bantul. JIPSINDO No. 2, Volume 1, September 2014.

Sumarni. (2012). Model-Model Pembelajaran Geografi. Malang: Aditya Media Publishing

Trianto. (2011). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kecana.

Trianto. (2008). Model Pembelajaran Terpadu dari Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Jakarta.

Winkel, W.S. (2012). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.