FOLKLORE IN LITERATURE LEARNING AS A MODEL FOR DEVELOPING CULTURAL CHARACTERS AND STUDENTS 'PERSONALITY

Anastasia Baan

Abstract


Folklore is one of the literary genres which is a cultural product of society and belongs to the community. As a cultural product, folklore contains noble cultural values that are upheld and respected by the people. The messages conveyed in the folklore contain character education values that should be emulated by the reading community. Therefore, folklore can be a vehicle for learning and character building in students that can be conveyed through literary learning. Literature learning must be able to generate and foster good moral values in students that can make students behave in an acceptable manner by the community. Literature learning must be able to develop critical, creative, polite, responsible, disciplined, respectful attitudes to students, both in relation to themselves, relationships with others, and relationships with worship. These individual, social and religious values can be found in folklore. Therefore, learning literature should put more emphasis on the appreciation of folklore to foster local wisdom values in students.

Key words: folklore, literature learning, cultural character, student personality

Full Text:

PDF

References


Abidin, Y. (2012). Pembelajaran Membaca Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama.

Anshori, I. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah. Jurnal Halaqa,1(2), 63-74. Diakses 13 April 2020, http://ojs.umsida.ac.id/index.php/halaqa/ article/view/1243.

Conklin, John E. (1984). Sociology: An Introduction. New York: Macmillan Publishing Co., Inc.

Damono, S. D. (1979). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Penidikan dan Kebudayaan.

Duranti, Alessandro. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Esten, M. (1987). Kesusastraan(Pengantar Teori dan Sejarah). Bandung: Angkasa.

Hamalik, O. (1995). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hardjana, A. (1985). Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia.

Hidayah, N. (2015). Penanaman Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. Jurnal Terampil, 2(2), 190-204. Diakses 13 April 2020, http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/terampil/article/view/1291.

Isnanda, R. (2015). Peran Pengajaran Sastra dan Budaya dalam Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Gramatika, 1(2), 174-182. Diakses 26 April 2020 (https://media.neliti.com/media/publications/80703-ID-peran-pengajaran- sastra-dan-budaya-dalam.pdf)

Kemendiknas. (2010). Kerangka Acuan Pendidikan Karater Tahun Anggaran 2010. Jakrta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Kesuma, D., Cepi, T., & Johar, P. (2011). Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah (Anang Solihin Wardan, Ed). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Khomsilawati, S. (2018). Penguatan Karakter Religius dalam Pembelajaran Sastra melalui Adaptasi Kearifan Lokal. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra (SENASBASA), 1(1), 370-375.

Kirom, S. (2018). Penguatan Karakter Diri melalui Pembelajaran Drama Berbasis Kearifan Lokal pada Mahasiswa. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 8(1), 40-52.

La Madi, N. (2018). Sastra Lama sebagai Wahana Pembelajaran Moral dan Karakter Bangsa. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia (SENASBASA), 1(1), 248-253.

Koentjaraningrat. (2003). Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Murtiningsih, S. (2004). Pendidikan Alat Perlawanan: Teori Pendidikan Radikal Paulo Freire. Resist Book.

Noor, R., M. (2011). Pendidikan Karakter Berbasis Sastra: Solusi Pendidikan Moral yang Efektif. Ar-Ruzz Media

Porter, Richard E. dan Samovar, Larry A. (2005). Suatu Pendekatan terhadap Komunikasi Antarbudaya. Dalam Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat (Eds.). Komunikasi Antarbudaya: Panduan Komunikasi dengan orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Primasari, D. (2016). Analisis Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan Karakter Novel Pulang Karya Leila S. Chudori Serta Relevansinya Sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Atas. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/53622/Analisis-Sosiologi-Sastra-dan-Nilai-Pendidikan-Karakter-Novel-Pulang-Karya-Leila-S-Chudori-Serta-Relevansinya-Sebagai-Materi-Ajar-Apresiasi-Sastra-di-Sekolah-Menengah-Atas

Rondiyah, A. A., Wardani, N. E., & Saddhono, K. (2017). Pembelajaran Sastra melalui Bahasa dan Budaya untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter Kebangsaan di Era Mea (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Proceedings Education and Language International Conference, 1(1), Article 1. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/article/view/ 1230

Rozak, R. W. A. & Mulyati, Y. (2018). Sastra Dongeng dalam Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan sastra Indonesia, 5(1), 45-55.

Sadtono, E. (2002). Perlukah Kita Memahami Kebudayaan Asing? Makalah disajikan dalam Kursus Pramuwisata Muda Jatim di Surabaya pada 7—11 Oktober 2002.

Saifuddin, Achmad Fedyani. (2005). Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta: Kencana.

Setiawati, L. (2015). Pembentukan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurnal Pendidikan, 16(1), 65-73. Diakses 26 April 2020 (http://agenda.lppm.ut.ac.id/index.php/JP/article/view/249/203)

Spradley, James P. (1985). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Sukidin, Basrowi, dan Wiyaka, A. (2003). Pengantar Ilmu Budaya. Surabaya: Insan Cendekia.

Sumardjo, J. (1993). Pendidikan Nilai dan Sastra dalam E. M. Kaswardi (Ed). Pendidikan Nilai Memasuki Tahun 2000. Jakarta: Gramedia.

Sumardjo, J. (2005). Ekologi dalam Seni Tardisi, (Online), http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1205/17/02.htm, diakses 6 Februari 2006.

Supriyono, S. dkk. (2018). Nilai Pendidikan Karakter Sajak “Bulan Ruwah” Karya Subagio Sastrowardoyo dalam Pembelajaran Sastra. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 8(2), 120-131.

Suyitno, I. (2012). Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Berwawasan Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 13.

Thompson, N. (2003). Communication and Language. Macmillan: Palgrave.

Tomalin, B. dan Stempleski, S. (1998). Cultural Awareness. Oxford: Oxford University Press.

Wachidah, L. R., Suwignyo, H., & Widiati, N. (2017). Potensi Karakter Tokoh dalam Cerita Rakyat sebagai Bahan Bacaan Literasi Moral. 2(7), 8.

Waryanti, E. (2015). Pembelajaran Sastra Berbasis Karakter. Jurnal Buana Bastra, 2(2), 156-164.

Wirajayadi, L. (2016). Apresiasi Teks Cerpen di SMP melalui Model Pembelajaran Berbasis Penemuan. Jurnal Jurnalistrendi, 1(1), 1-9.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISLLAC indexed by:

CROSSREF SINTA GARUDA GOOGLE SCHOLAR RESEARCH BIB BASE SEARCH PKP INDEX OPENARCHIVES WORLDCAT ONESEARCH Portal Garuda

ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture
Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Indonesia (Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang, Indonesia)

ISSN : 2597-7385 (media online) - SK no. 0005.25977385/JI.3.1/SK.ISSN/2017.09 - 19 September 2017

Lisensi Creative Commons

ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License