Pelatihan Pengolahan Nugget Mujair dan Kerupuk Mujair Sebagai Oleh-Oleh Khas Desa Senggreng
Abstract
Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang merupakan desa yang memiliki pemandangan alam sangat indah, yakni adanya waduk yang dialiri Sungai Berantas Karangkates dan ini merupakan potensi wisata alam yang telah banyak dikunjungi masyarakat. Di Desa Senggreng juga memiliki potensi lokal berupa ikan mujair yang jumlahnya sangat banyak dan oleh masyarakat hanya dikelola dengan cara dijual mentah. Harganya yang relatif murah kurang bisa memberikan keuntungan yang signifikan terhadap masyarakat sehingga dibutuhkan inovasi untuk mengolahnya lebih lanjut. Melihat situasi semacam ini maka perlu diadakan pelatihan pengolahan nugget dan kerupuk berbahan dasar ikan mujair. Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut antara lain: 1) sebagai bentuk usaha pengembangan makanan berbahan dasar ikan mujair; 2) sebagai penggerak pendirian pusat oleh-oleh khas Desa Senggreng; 3) dan sebagai usaha peningkatkan perekonomian warga desa. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar serta masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah ikan mujair menjadi produk bernilai ekonomi yang tinggi.
Kata kunci— Desa Senggreng, Waduk Karangkates, olahan ikan mujair, ekonomi desa
Abstract
Senggreng Village in Sumberpucung Subdistrict, Malang Regency is a village that has a very beautiful natural scenery, namely the existence of a reservoir that is fed by the Berantas Karangkates River and this is a natural tourism potential that has been visited by many people. In the village of Senggreng it also has local potential in the form of tilapia fish which are very numerous and by the community are only managed by selling them raw. The relatively inexpensive price is less able to provide significant benefits to the community so innovation is needed to process it further. Seeing this kind of situation, it is necessary to hold training on processing nuggets and crackers based on tilapia fish. The objectives of carrying out these activities include: 1) as an effort to develop food based on tilapia fish; 2) as a driving force for the establishment of a unique souvenir center in Senggreng Village; 3) and as an effort to improve the economy of the villagers. Overall the activities went smoothly and the community had new knowledge and skills in processing tilapia fish into high economic value products.
Keywords— Senggreng Village, Karangkates Reservoir, processed tilapia fish, village economy
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, N., & Lakhan, A. (2012). Effect of Product Packaging in Consumer Buying Decision. 10.
Hantoro, M. R., & Soewito, B. M. (2018). Eksplorasi Desain Kemasan Berbahan Bambu sebagai Produk Oleh-oleh Premium dengan Studi Kasus Produk Makanan UKM Purnama Jati Jember. Jurnal Sains dan Seni ITS, 7(1), 67–71. https://doi.org/10.12962/j23373520.v7i1.30041
Hubeis, M., Purwanto, B., Dewi, F. R., Widyastuti, H., & Febtyanisa, M. (2015). Strategi Pengembangan Umkm Pangan yang Berdaya Saing di Indonesia. 18.
Mumtianah, O. N. (2014). Isolasi, Karakterisasi Bakteri Asam Laktat, Dan Analisis Proksimat Dari Makanan Fermentasi Bekasam Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus Peters). 3(2), 11.
Ngaisyah, R. R. D., & Adiputra, A. K. (2019). Pengembangan potensi lokal ikan menjadi nugget dan abon ikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kejadian stunting di Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul. Journal of Community Empowerment for Health, 1(2), 61. https://doi.org/10.22146/jcoemph.36961
Syahrir, S., Soekendarsi, E., & Hasyim, Z. (2016). Perbandingan Kandungan Zat Gizi Ikan Mujair Oreochormis Mossambica Danau Universitas Hasanuddin Makasasar Dan Ikan Danau Mawang Gowa. BIOMA: JURNAL BIOLOGI MAKASSAR, 7. http://dx.doi.org/10.20956/bioma.v1i1.989
Thφgersen, J. (1999). The Ethical Consumer. Moral Norms and Packaging Choice. Journal of Consumer Policy, 22(4), 439–460. https://doi.org/10.1023/A:1006225711603
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v3i2p116-120
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Email: [email protected]

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Find Jurnal Karinov at:









