Psikoedukasi Pengenalan Emosi Pada Siswa Kelas 4 SDI Baitut Taqwa Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang
Abstract
Pengetahuan emosi memiliki pengaruh besar terhadap proses perkembangan, baik pada perkembangan sosial-emosional ataupun perkembangan kognitif. Pengenalan emosi pada anak usia sekolah merupakan suatu hal yang turut menjadi penting karena pada usia ini anak mulai mengembangkan pemahaman terhadap diri mereka sendiri dan menyadari bahwa mereka merupakan sosok yang terpisah dari orang lain. Program psikoedukasi pengenalan emosi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terkait bentuk-bentuk emosi dasar manusia. Kegiatan yang dilakukan berupa psikoedukasi yang terdiri dari serangkaian kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab yang disertai dengan pemberian permainan berkelompok berbasis emosi-emosi dasar yakni “Ular Tangga Emosi”. Sasaran pada program ini adalah siswa kelas 4 SDI Baitut Taqwa Desa Belung sebanyak 14 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua jam pembelajaran. Hasil kesimpulan dari psikoedukasi ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan seputar emosi dasar manusia yang terlihat dari hasil pre-test dan post-test dari peserta psikoedukasi.
Kata kunci—Psikoedukasi, Pengenalan Emosi, Emosi Dasar
Abstract
The knowledge of emotions has a major influence on the development process, both on social-emotional and cognitive levels. Recognition of emotions in school-age children is also important because, at this age, children begin to develop an understanding of themselves and realize that they are separate figures from others. This emotional recognition psychoeducation program aims to increase elementary school students' understanding of the basic forms of human emotion. The activities carried out are in the form of psychoeducation consisting of a series of lectures, discussions, questions, and answers accompanied by the provision of group games based on basic emotions, namely Snakes and Ladders of Emotions. The target audience of this program is the 4th grade students of SDI Baitut Taqwa Belung Village, with as many as 14 participants. This activity will last for two hours of learning. The conclusion from this psychoeducation shows that there is an increase in knowledge about basic human emotions, as seen from the results of the pre-test and post-test of the psychoeducational participants.
Keywords—Psychoeducation, Emotion Recognition, Basic Emotions
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, M. Y., & Tambak, S. (2017). Hubungan metode tanya jawab dengan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 2(1), 89-110.
Anissa, N., & Handayani, A. (2012). Hubungan antara konsep diri dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri istri yang tinggal bersama keluarga suami. Jurnal Psikologi: Pitutur, 1(1), 53-64.
Alfaridzi, B. A. (2021). Kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di SDI Belung Poncokusumo Malang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Aliyasari, M., & Martadi, M. (2021). Perancangan flash card sebagai media pengenalan emosi pada anak usia prasekolah. Barik, 2(2), 82-95. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JDKV/article/view/41100
Bahari, J. I. (2021). Perkembangan sosial emosional pada anak usia taman kanak-kanak di TK Al Islam. Incare, International Journal of Educational Resources, 1(6), 508-522.
Chasanah, I. (2018). Psikoedukasi pendidikan seks untuk meningkatkan sikap orangtua dalam pemberian pendidikan seks. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 10(2), 133-150. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol10.iss2.art5
Donuata, P. B. (2019). Efektivitas pemberian pre test dan post test dalam meningkatkan prestasi belajar Fisika siswa. Chemur, 2(1), 1-7.
Firdaus, F., Reza, A., Marham, A. I., Rosadi, A. A., & Yusnaeni, Y. (2022). Pengenalan emosi melalui psikoedukasi pada anak berhadapan hukum (ABH) di balai rehabilitasi sosial anak memerlukan perlindungan khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar. Iptek: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2).
Kurniawati, H. (2015). Media audio visual sebagai sarana pengenalan ekspresi emosi. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(2). https://doi.org/10.24090/komunika.v6i2.353, and Social Science, 2(3), 239–243.
Novianti, D., & Salim, M. B. (2018). Pengaruh pemberian pre-test dan post-test terhadap kesiapan dan hasil belajar IPA siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Metro tahun pelajaran 2015/2016. Kappa Journal, 2(1), 1-8.
Ormrod. (2008). Psikologi pendidikan membantu siswa tumbuh dan berkembang edisi keenam Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Puspita, S. M. (2019). Kemampuan mengelola emosi sebagai dasar kesehatan mental anak usia dini. Seling: Jurnal Program Studi PGRA, 5(1), 85-92. https://doi.org/10.29062/seling.v5i1.434
Utami, A. C. N., & Raharjo, S. T. (2021). Pola asuh orang tua dan kenakalan remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(1), 1-15.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v6i1p54-59
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Email: [email protected]

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Find Jurnal Karinov at:









