Psikoedukasi Asertivitas Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Remaja

Muhammad Febri Alfian Budiarta, Mochammad Sa'id

Abstract


Kasus kekerasan seksual di Indonesia masih sering terjadi dengan ditunjukkannya data mencapai ribuan kasus setiap tahunnya. Terutama kasus tersebut lebih banyak melibatkan anak-anak, mengingat mereka memiliki kondisi fisik yang rentan dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, kejadian kekerasan seksual ini seringkali terjadi di tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Dampak yang ditimbulkan kekerasan seksual pada anak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi daripada kekerasan fisik dan psikologis pada anak. Sehingga, perlu adanya upaya untuk mencegah tindak kekerasan seksual, salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu bersikap asertif. Asertif berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan anak untuk mempertahankan diri, tidak mudah terpengaruh, dan menjadi lebih terbuka terhadap pandangan orang lain. Selanjutnya metode yang dilakukan pada pengabdian ini yaitu dengan dilakukan program psikoedukasi pada siswa Sekolah Menengah Pertama, dengan menggunakan beberapa model kegiatan seperti ceramah, focus group discussion, dan role play. Kemudian, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test dengan adanya perlakuan psikoedukasi yang menunjukan angka signifikan 0,009 < 0,05 dan ditambah adanya peningkatan nilai rata-rata dari pre-test ke post-test yaitu 130.59 – 133.65. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kegiatan “Psikoedukasi Asertivitas Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Remaja” dapat diharapkan mampu mencegah tindakan kekerasan seksual pada remaja.

 

Kata kunci Kekerasan Seksual, Asertivitas, Remaja, Psikoedukasi

 

Abstract

 

Sexual abuse cases persist in Indonesia, with annual data indicating thousands of incidents. Notably, these cases predominantly involve children, given their vulnerable physical state compared to adults. Consequently, sexual abuse incidents are prevalent in Junior High School and Senior High School settings. The impact of sexual abuse on children is notably more severe than physical and psychological violence. Therefore, proactive measures are essential to prevent sexual abuse, with one effective approach being the cultivation of assertive behavior. Assertiveness is instrumental in empowering children to protect themselves, resist external influences, and embrace openness to others' perspectives. The implemented method in this initiative includes psychoeducational programs for Junior High School students, incorporating diverse activities such as lectures, focus group discussions, and role-playing. Subsequent results reveal a significant difference between pre-test and post-test outcomes, with the psychoeducational intervention displaying statistical significance at 0.009 < 0.05. Additionally, there is a notable increase in average scores from the pre-test to the post-test, rising from 130.59 to 133.65. In conclusion, the "Psychoeducation of Assertiveness to Foster Assertive Behavior in Preventing Adolescent Sexual Abuse" initiative is anticipated to effectively deter instances of sexual abuse among adolescents.

 

Keywords Sexual abuse, Assertive, Adolescent, Psychoeducation


Full Text:

PDF

References


Ananta, A. (2023). Pencegahan kekerasan seksual pada remaja di Sekolah Menengah Pertama melalui pemberian Psikoedukasi Prevention of Sexual Violence in Junior High Schools Through the Provision of Psychoeducation. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 4(1), 177–186.

Arumsari, C. (2017). Strategi konseling latihan asertif untuk mereduksi perilaku bullying. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice & Research, 1(1), 31–39.

Audina, W. A., Bakar, A., & Bustamam, N. (2019). Efektivitas teknik latihan asertif untuk meningkatkan self-esteem pada siswa (MtsN 2 Aceh Besar). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 4(3), 1–6.

Budiyono, A. (2012). Sikap asertif dan peran keluarga terhadap anak. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(1), 1-5.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. (2019). Profil Anak Jawa Timur 2019. Surabaya: Penerbit Kinerja.

Husain, A. (2022). Mindful parenting dan perilaku asertif anak dalam pencegahan kekerasan seksual. Prosiding Konferensi Gender dan Gerakan Sosial, 1(1), 1-10.

Indrawati, E., Setyorini, S., & Padmomartono, S. (2014). Meningkatkan perilaku asertif menggunakan pendekatan behavioral dengan latihan asertif pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga. Satya Widya, 30(1), 1–7.

Ira Aini Dania. (2020). Kekerasan seksual pada anak. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(1), 46–52.

KPAI. (2023). Catatan pengawasan perlindungan anak di masa transisi pandemi; Pengasuhan positif, anak indonesia terbebas dari kekerasan. https://www.kpai.go.id/

Lestari, M. C. D. (2021). Peran orang tua peran orang tua dalam menanamkan sikap asertif terhadap anak usia dini di masa pandemi Covid-19. Generasi emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(1), 44–51.

Maradewa, R. (2020). Update data infografis KPAI-per 31-08-2020. Retrieved from Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) website: https://www. kpai. go. id/

Santoso, S. T. P., & Sutama, I. W. (2019). Profil kemampuan asertif pada usia pra sekolah. Preschool (Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini), 1(1), 29–42.

Sari, R., Nulhaqim, S. A., & Irfan, M. (2015). Pelecehan seksual terhadap anak. Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1-6.

Selfi, S. (2017). Penerapan teknik assertive training dalam mereduksi konformitas negatif terhadap kelompok sebaya di SMP. Jorunal of Education Science and Technology, 3(2),153–163.

Sinaga, Y.V. (2016). Hubungan antara perilaku asertif dan perilaku cyberbullying di jejaring sosial pada remaja. (Published Thesis). Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Soejoeti, A. H., & Susanti, V. (2020). Memahami kekerasan seksual dalam menara gading di Indonesia. Community: Pengawas Dinamika Sosial, 6(2), 207.

Suarti, N. K. A. (2012). Menanamkan perilaku asertif sejak anak usia dini. Ganec Swara, 6(2), 89–95.

Tridayaksini., & Novalia. (2013). Perilaku assertif dan kecenderungan menjadi korban bullying. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 1(1), 172–178.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v7i1p040

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Email: [email protected]

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Find Jurnal Karinov at: