REPRODUKSI MITOS DALAM TRADISI MANDI PADA MALAM JUMAT KLIWON DI SITUS BALEKAMBANG

Nadia Luki Martanti, Nugroho Trisnu Brata

Abstract


REPRODUCTION OF MYTHS IN THE TRADITION OF BATHING ON FRIDAY NIGHT KLIWON AT THE BALEKAMBANG SITE

The people of Sidorejo Village believe in the myth of Kliwon Friday night bathing at the Balekambang site. Myths that were previously feared by society are now being rearranged and updated to produce change. The purpose of writing the article is to analyse the process of commodification of the Balekambang Site myth being reproduced for the economic benefit of the community and to analyze the economic-social changes that have occurred in the Sidorejo Village community. The research method used is qualitative. The subjects of this research are the people at the Balekambang Site, Sidorejo Village. Data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation. The results of this research show that the reproduction process of the bathing myth on Kliwon Friday night is carried out by making the myth into a commodity, then distributing it by carrying out construction around the site. When taking a bath, which previously required burning offerings or incense, now you only need to say your wishes in your heart. The changes experienced by the community are related to increasingly diverse livelihoods and positive interactions to attract as many visitors as possible.

Masyarakat Desa Sidorejo memiliki kepercayaan pada mitos mandi malam Jumat Kliwon di Situs Balekambang. Mitos yang dahulu ditakuti oleh masyarakat saat ini ditata kembali dan diperbaharui sehingga menghasilkan perubahan. Tujuan dari penulisan artikel untuk menganalisis proses komodifikasi mitos Situs Balekambang direproduksi untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan mengalisisis perubahan ekonomi-sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Sidorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Situs Balekambang, Desa Sidorejo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah obersevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses reproduksi mitos mandi pada malam Jumat Kliwon dilakukan dengan menjadikan mitos sebagai komoditas, kemudian mendistribukannya dengan melakukan pembangunan di sekitar situs. Pelaksanaan mandi yang semula harus membakar sesaji atau dupa sekarang hanya perlu mengucapkan keinginan dalam hati saja. Adapun perubahan yang dialami masyarakat yaitu berkaitan dengan mata pencaharian yang semakin beragam dan interaksi yang positif untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya.


Keywords


Desa Sidorejo; mitos mandi Jumat Kliwon; proses komodifikasi mitos; reproduksi budaya; Situs Balekambang

Full Text:

PDF

References


Abdullah, I. (2006). Konstruksi dan reproduksi kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Adhityatama, S., & Sulistyarto, P. H. (2018). Bukti langsung interaksi perdagangan di Kepulauan Riau; studi pada situs arkeologi bawah air di Pulau Natuna dan Pulau Bintan. Jurnal Segara, 14(3), 127–135. https://doi.org/10.15578/segara.v14i3.7348

Agfianto, T., Antara, M., & Suardana, I. W. (2019). Dampak ekonomi pengembangan community based tourism terhadap masyarakat lokal di Kapubaten Malang (studi destinasi wisata Cafe Sawah Pujon Kidul). Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 5(259). https://doi.org/10.24843/¬jumpa.2018.v0%0A5.i02.p03

Agustina, T. (2018). Membangun manajemen kearifan lokal (studi pada kearifan lokal orang Banjar). Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan, 2(2), 120–129. https://doi.org/¬10.35130/¬jrimk.v2i2.33

Ahnaf, M. I., Yulianti, Pattiserlihun, S. C., & Ahda, M. N. F. (2023). Transformasi digital, perubahan sosial dan tantangan reproduksi budaya damai masyarakat agama di Yogyakarta. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 25(1), 67–81. https://doi.org/10.55981/jmb.2023.1942

Andalas, E. F. (2015). Mitos-mitos Kabupaten Malang: Cara orang Jawa dalam menjelaskan dunianya. Jurnal Puitika, 11(2), 150–162.

Andika, B., & Sari, F. D. (2019). Keberadaan Rapa’i Dabo’ih Group Bungong Sitang Sitangke sebagai reproduksi budaya di perkampungan bekas evakuas care korban pasca tsunami Aceh. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 08(02), 455–459.

Anoegrajekti, N., & Imawati, E. (2020). Sastra pariwisata: Dari legenda sampai Banyuwangi Ethno Carnival. Yogyakarta: PT Kanisius.

Ansari, I. (2014). Konstruksi dan reproduksi simbolik Tradisi Jawa dalam pertunjukan teater remaja di Kota Solo. Asintya Jurnal Penelitian Seni Budaya, 6(1), 33–42.

Arif, F. M., & Kiwang, A. S. (2023). Lathi : Ekspresi resistensi ataukah komodifikasi mitos (analisis semiotik dalam video klip “Lathi ”). Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 65–79.

Aristama, M. F., & Andalas, E. F. (2020). Dampak dan fungsi Mite Semar bagi kehidupan masyarakat Lereng Gunung Arjuna. Poetica: Jurnal Ilmu Sastra, 8(1), 1–12. https://doi.org/10.22146 %0A/poetika.55300.

Barker, C. (2004). Cultural studies: Teori & praktik (Terjemahan Nurhadi). Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Batangkab.bps.go.id. (2021). Badan pusat statistik Kabupaten Batang. https://batangkab.bps.go.id/

Brata, N. T. (2013). Menelisik mitos Dewi Lanjar dan mitos Ratu Kidul dengan perspektif antropologi-struktural. Forum Ilmu Sosial, 40(2), 1–23.

Brata, N. T. (2018). Berebut emas hitam di pertambangan minyak rakyat. D.I.Yogyakarta: Nurmahera.

Brata, N. T. (2020). Hubungan budaya bekerja dengan environment niche dan dampak ekonomi-sosial. Semarang: LPPM Universitas Negeri Semarang.

Creswell, J. W. (2010). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ibrahim, I. S., & Akhmad, B. A. (2014). Komunikasi dan komodifikasi: Mengkaji media dan budaya dalam dinamika globalisasi. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Junianto, J., Lestari, R. N. S., & Subadyo, A. T. (2017). Revitalisasi situs Patirtan Watugede Singosari sebagai obyek wisata spiritual berkelanjutan. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI), 2013, B171–B176. https://doi.org/10.32315/sem.1.b171

Kiwang, A. S., & Arif, F. M. (2020). Perubahan sosial ekonomi masyarakat Labuan Bajo akibat pembangunan pariwisata. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 5(2), 87–97. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v5i2.7290

Martono, N. (2018). Sosiologi perubahan sosial perspektif klasik, modern, postmodern, dan poskolonial. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Mudana, I. W., & Ribek, P. K. (2017). Komodifikasi seni lukis Wayang Kamasan sebagai produk industri kreatif penunjang pariwisata. Jurnal Seni Budaya, 32(1), 68–80. https://doi.org/10.31091/mudra.v32i1.8%0A3

Poerwadarminto, W. J. . (1939). Baoesastra Djawa. Batavia: J.B.Wolter S.

Pratiwi, Y., Andalas, E. F., & Dermawan, T. (2018). Penelitian sastra kontekstual. Malang: Kota Tua.

Rahmayanti, Y. D., & Pinasti, V. I. S. (2016). Dampak keberadaan objek wisata Waduk Sermo terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat di Sremo, Kulon, Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. E-Societas: Jurnal Pendidikan dan Sosiologi, 15(2), 1–23. https://journal.student.uny.ac.id/index.php/societas/article/view/12527

Renold, R., Teng, M. B. A., Anjarsari, H., &, & Badollahi, M. Z. (2020). Pengembangan destinasi wisata budaya berdasarkan mitos sejarah dan bangunan Kota Makassar Sulawesi Selatan (studi etnografi). Jurnal Pariwisata, 7(1), 12–19.

Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cagar Budaya.

Rohma, W. S. T., & Andalas, E. F. (2021). Komodifikasi mitos Eyang Sapu Jagad sebagai promosi wisata dan daya tarik pengunjung di Kabupaten Malang. Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(2), 284–302. https://doi.org/10.22219/¬satwika.v5i2.17440

Salim, A., & Syas, M. (2019). Komodifikasi pertukaran peran gender pada Sinetron Dunia Terbalik di RCTI. Jurnal Ilmu dan Budaya, 41(1), 7583–7606.

Suci, C. W. (2023). Situs Balekambang, Wisata Batang yang menyuguhkan situs peninggalan Abad ke 7. https://radarpekalongan.id/situs-balekambang-wisata-batang/

Sugiyono, P. D. (2015). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Suhamdani, H., Kadir, A. G., & Irwan, A. L. (2010). Analisis pengembangan pariwisata alam Lewaja di Kabupaten Enrekang. Jurnal Administrasi dan Kebijakan, 3, 83–94.

Sulistyorini, D., & Andalas, E. F. (2017). Sastra lisan: Kajian teori dan penerapannya dalam penelitian. Malang: Madani.

Widyatwati, K. (2014). Ritual “Kliwonan” bagi masyarakat Batang. HUMANIKA, 20(2), 51–61. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/humanika.20.2.51-61

Yusuf, M., & Agustang, A. (2020). Dinamika perubahan sosial ekonomi pada masyarakat Kindang Kabupaten Bulukumba. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 7(2), 31–37. https://doi.org/10.26858/-sosialisasi.v0i2.14137

Zoetmulder, P. J., & Robson, S. O. (1982). Old Javanese-English dictionary. The Hague Martinus Nijhoff.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um032v7i1p104-115

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial and Administration Office:
This Journal is published by Universitas Negeri Malang, under the management of Faculty of Social Science.
Semarang St. No. 5 Building I3, Pos Code: 65145.
Phone. (0341) 551312.
Homepage: http://journal2.um.ac.id/index.php/jpds/index

JPDS Indexed By:

           

E-ISSN 2655-2469


Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License,

View JPDS Stats