Potensi pencemaran air tanah bebas pada sebagian kawasan resapan air di Lereng Selatan Gunungapi Merapi

Sadewa Purba Sejati

Abstract


Decreasing quality of unconfined groundwater is one of the impacts which may occur as increasing number ofpopulation as a consequence of the development in a part of primary water infiltration. Study about the potential of unconfined groundwater pollution needs to be conducted as an alternative for monitoring water quality.  Based on GOD method, all confined groundwater areas in the research location is in the high potential of pollution. The condition occurs because the natural factors in the form of aquifer, aeration zone constituent material, and the depth of groundwater have the potential to facilitate interaction between pollutants or pollutant sources with the unconfined groundwater. Variation of groundwater pollution is obtained by developing GOD method, which is by adding a modifier parameter in the form of population density. Development of GOD method results in two classes of the potential of unconfined groundwater pollution, namely the potential for low pollution with an area coverage of 30.6% of the total area of the study area, and the potential for high groundwater pollution with an area coverage of 69.4%.

Penurunan kualitas air tanah bebas merupakan salah satu dampak yang dikhawatirkan akan muncul seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk sebagai konsekuensi dari pesatnya pembangunan yang terjadi pada sebagain kawasan resapan air primer. Kajian mengenai potensi pencemaran air tanah bebas perlu dilakukan sebagai alternatif pematauan kualitas air. Berdasarkan metode GOD, seluruh air tanah bebas di daerah penelitian berada dalam potensi pencemaran sangat tinggi. Keadaan tersebut terjadi karena faktor keadaan alami berupa jenis akuifer, material penyusun zona aerasi, dan kedalaman muka air tanah berpotensi mempermudah interaksi antara polutan atau sumber pencemar dengan air tanah bebas. Variasi potensi pencemaran air tanah diperoleh dengan mengembangkan metode GOD, yaitu menambahkan parameter modifikator yang berupa kepadatan penduduk. Pengembangan metode GOD tersebut menghasilkan dua kelas potensi pencemaran air tanah bebas, yaitu potensi pencemaran rendah dengan cakupan wilayah sebesar 30,6% dari keseluruhan luas daerah penelitian, dan potensi pencemaran air tanah tinggi dengan cakupan wilayah  sebesar 69,4%.


Keywords


potensi pencemaran; air tanah bebas; GOD

Full Text:

PDF

References


Abdelmadjid, B., Omar, S. (2013). Assessment of Gorundwater Pollution by Nitrates Using Intrinsic Vulnerability Methods: A Case Study of The Nil Valley Groundwater Jijel North East Nigeria. African Journal of Environmental Science and Technology, 7(10), 949-960.

Adji, T. N., & Wicaksono, D. (2012). Analisis Potensi Pencemaran Air tanah Bebas di Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.4560.4882.

D.Imam Fajri., dkk. (2013). Potensi Air tanah Dangkal Daerah Kecamatan Ngemplak dan Sekitarnya Kabupaten Sleman D.I.Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Vol.6. Yogyakarta.

Dharoko, A. (2006). Model Arahan Pemanfaatan Lahan untuk Konservasi Sumberdaya Air di Kabupaten Sleman. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 13(2), 90-99.

Hastuti, D., Yulianto, T., Putranto. T. (2016). Analisis Kerentanan Air tanah Terhadap Pencemaran di Dataran Aluvial Kota Semarang Menggunakan Metode GOD dengan Memanfaatkan Data Resistivitas dan Data Hidrogeologi. Youngster Physics Journal, 5(4), 277-290.

Hendrayana, H., Vicente, V.A.S. (2013). Cadangan Air tanah Berdasarkan Konfigurasi dan Sistem Akuifer Cekungan Air tanah Sleman Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Vol.6. Yogyakarta.

Hosseini, M., & Saremi, A. (2018). Assessment and Estimating Groundwater Vulnerability to Pollution Using a Modified DRASTIC and GODS Models ( Case Study : Malayer Plain of Iran ). Civil Engineering Journal, 4(2), 433–442. Retrieved from http://dx.doi.org/10.28991/cej-0309103.

Khemiri, S., Khnissi, A., Alaya, M. B., Saidi, S., Zargouni, S. (2013). Using GIS for the Comparisson Methods Assessment of Groundwater Vulnerability toPollution in Scenarios of Semi Arid Climate: The Case of Foussana Groundwater in the Central of Tunisia. Journal of Water Resource and Protection, 5, 835-845.

Knouz, N., Bachaoui, E.M., Boudhar, A. (2017). Cartography of Intrinsic Aquifer Vulnerability to Pollution Using GOD Method: Case Study Beni Amir Groundwater, Tadla, Morroco. Journal of Materials and Environmental Sciences, 8(3), 1046-1053.

Nugraha, R.N. (2013). Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Volume Resapan Air tanah di Kecamatan Ngemplak Tahun 1994- 2009. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. 123 hlm.

Sutardi,A., Suprayogi, S., Adji, T.N. (2017). Kajian Kualitas Air tanah Bebas antara Sungai Kuning dan Sungai Tepus di Kecamatan Ngemplak Yogyakarta Indoensia. Majalah Geografi Indonesia, 31(1), 31-38.

Oni, T.E., G.O. Omosuyi, A.A. Akinlalu. (2017). Groundwater Vulnerability Assessment Using Hydrogeologic and Geoelectric Layer Susceptibillity Indexing at Igabra Oke Southwestern Nigeria. NRIAG Journal of Astronomy and Geophysics, 6, 452-458.

Vrba, J., Zoporozec, A. (1994). Guidebook on Mapping Groundwater Vulnerability. Hannover: International Association of Hydrogeologists.

Yorhanita, F. (2001). Zonasi Potensi Pencemaran Air Tanah pada Teras Sungai Code Yogyakarta. Manusia Dan Lingkungan, 8(2), 61–69.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v25i12020p025

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Free counters!

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License,


JPG Indexed By:

               

View My Stats