Kekuatan Pembuktian Wasiat Di Bawah Tangan dan Ratio Legis Putusan Pengadilan Negeri Bitung Nomor 43/Pdt.G/2015/PN.Bit. tentang Jual Beli Tanpa Adanya Bukti Tertulis

Inca Nadya Damopolii, R. Imam Rahmat Sjafi’i

Abstract


This study aimed to analyze the force of private testament proofing and the judge's consideration in the Bitung District Court Decision Number 43 / Pdt.G / 2015 / PN.Bit. about sale without any written evidence. The study used a normative research method with a statutory approach and a case approach. The results showed the power of private testament regarding the Bitung District Court Decision Number 43 / Pdt.G / 2015 / PN.Bit. is strong, judging from the power of physical evidence, the power of formal evidence, and the power of material evidence. However, the sale carried out between the plaintiff and the defendant which was not in the presence of the Land Deed Official had weak legal force because it was not in accordance with the prevailing laws and regulations. In their legal considerations, judges used the principle of sale customary law only, namely light and cash, and witness testimony de auditu as evidence. This legal consideration was deemed inappropriate because it was against the Basic Agrarian Law and in general the witness testimony de auditu was rejected as evidence.

Keywords


power of evidence, private testament, land sale

Full Text:

PDF

References


Aprillia, A. P. (2018). Status Hukum Hak Milik Atas Tanah Warga Negara Asing Dengan Meminjam Nama Warga Negara Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(1). 15-21.

Ardika, G. T., & Ramli. (2019). Kekutan Hukum Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah. Journal Unmas Mataram, 13(1), 172–180.

Asmuni. (2014). Testimonium De Auditu Telaah Perspektif Hukum Acara Perdata dan Fiqh. Jurnal Hukum dan Peradilan, 3(2), 191–202.

Hamidi, J. (2011). Hermeneutika Hukum. Malang: Universitas Brawijaya.

Harahap, M. Y. (2008). Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika.

Hartatik, D. P. (2019). Analisis Putusan Pengadilan Negeri Jombang Nomor: 15 Pdt.G/ 2014/ PN.JMB tentang Peralihan Hak Atas Tanah Dengan Menggunakan Bilyet Giro. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(1). 81-92.

Hartono, S. (1978). Beberapa Pemikiran ke Arah Pembaharuan Hukum Tanah. Bandung: Alumni.

Lay, J. (2019). Kedudukan Surat Wasiat (Testament) Sebagai Bukti Kepemilikan Yang Sah Menurut Pasal 875 Kuhperdata. Lex Privatum, 7(3), 127–134.

Lev, D. S. (2013). Hukum dan Politik di Indonesia. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Medan, K. K. (2017). Jual Beli Tanah di Bawah Tangan Ditinjau dari UUPA. Jurnal Hukum & Pembangunan, 17(3). 284-290.

Mukti, A. (2004). Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Patty, D. (1984). Macam-macam Hak Atas Tanah di dalam Undang-undang Pokok Agraria,. Kupang: CV. Kasih Indah.

Subekti. (1979). Hukum Pembuktian. Jakarta: Pradnya Paramita.

Samudera, T. (2004). Hukum Pembuktian Dalam Acara Perdata. Bandung: PT. Alumni.

Santoso, U. (2005). Pendaftaran dan Peralihan Hak Atas Tanah. Jakarta: Prenada Media Group.

Soeparmono. (2015). Hukum Acara Perdata dan Yurisprudensi. Bandung: Mandar Maju.

Sugeng, B., & Sujayadi. (2015). Pengantar Hukum Acara Perdata & Contoh Dukumen Litigasi. Jakarta: Prenada Media Group.

Suparman, E. (2007). Hukum Waris Indonesia Dalam Perspektif Islam, Adat, dan BW. Bandung: Refika Aditama: Refika Aditama.

Sururie, R. W. (2014). Evidence Validity Of Testimonium De Auditu In A Divorce Case (An Analysis of Decision Number 0141/Pdt.G/2011/PA.Krw and Number 16/Pdt.G/2012/PTA.Bdg). Jurnal Yudisial, 7(2). 137-155.

Sutedi, A. (2014). Peralihan Hak Atas Tanah Dan Pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika, 2014. Jakarta: Sinar Grafika.

Syahrani, R. (2004). Materi Dasar Hukum Acara Perdata. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Tandey, A. T., Sompie, I. C., Zina, C., & Eka, N. P. C. (2020). Pelaksanaan hak mutlak ahli waris terhadap surat wasiat/testamen yang menyimpang dari ketentuan legitieme portie burgerlijk wetboek (bw). Jurisprudentie, 7(1), 30–45.

Utami, K. D. A. (2014). Perlindungan Hukum Pemegang Hak Atas Tanah Berdasarkan Jual Beli Di Bawah Tangan. Arena Hukum, 7(2), 151–302.

Wagirin., & Limbong, T. C. (2018). Aspek Hukum Jual Beli Tanah di Bawah Tangan dan Pendaftaran Tanah yang Berasal Dari Jual Beli di Bawah Tangan. Journal Ilmu Hukum Prima, 1(1), 1–19.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v5i2p369-375

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

  

View My Stats