Implikasi Yuridis Pemberlakuan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali

Iswantoro Iswantoro, Faiq Tobroni

Abstract


This study aimed to analyze the juridical implications of enforcing the Regional Regulation of the Province of Bali Number 4 of 2019 and the reconstruction of the renewal of regional regulations regarding traditional villages in Bali. This study used normative legal methods with statutory and conceptual approaches. The study results showed that the juridical implications of enforcing the Bali Province Regional Regulation Number 4 of 2019 were contrary to Government Regulation Number 38 of 2007 because it explicitly contained provisions regarding religion which should be the central government's authority. Bali Provincial Regulation Number 4 of 2019 created discrimination because it prioritized certain religious groups. Reconstruction of the renewal of regional regulations regarding traditional villages in Bali could be carried out by internalizing the tri hita karana concept, including palemahan, pawongan, dan parahyangan in the substance of regional regulations regarding traditional villages in Bali.


Keywords


juridical implications, Bali Provincial Regulation Number 4 of 2019, traditional village

Full Text:

PDF

References


Ahmad, H. A. (2016). Resolusi Konflik Keagamaan di Aceh Singkil dalam Perspektif Budaya Dominan. Jurnal Harmoni, 15(3), 45-59.

Alhudawi, U., & Malihah, E. (2020). Kearifan Lokal Aktivitas Masyarakat Hindu Bali sebagai Sumber Belajar PPKn. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(2), 241-251.

Apriliani, P. A. S., & Yudiana, K. (2020). Model Pembelajaran Doll Speak Berbasis Kearifan Lokal Tat Twam Asi terhadap Sikap Toleransi Siswa. Mimbar PGSD Undiksha, 8(2), 284-293.

Arimbawa, I. K. S. (2021). Bentuk Kerukunan antar Umat Beragama di Dusun Kampung Sindu, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Sphatika: Jurnal Teologi, 12(1), 49-61.

Astuti, N. N. S., Ginaya, G., & Susyarini, N. P. W. A. (2019). Designing Bali Tourism Model Through the Implementation of Tri Hita Karana and Sad Kertih Values. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 5(1), 12-23.

Budiadnya, I. P. (2018). Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi sebagai Konsep Keharmonisan dan Kerukunan. Widya Aksara, 23(2), 1-8.

Cahyanti, I. A. D. P., Candrawan, I. B. G., & Putri, I. D. A. H. (2021). Komunikasi Antarbudaya dalam Membangun Kerukunan Umat Hindu-Islam di Desa Adat Angantiga Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Anubhava: Jurnal Ilmu Komunikasi Hindu, 1(1), 11-15.

Dharsana, K. (2017). Postmodernism Educational Science (Teachings of Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika as a Basis Tolerance to the Dynamics of Modern Society). 9th International Conference for Science Educators and Teachers (ICSET 2017), 151-154.

Fahham, A. M. (2018). Dinamika Hubungan Antarumat Beragama: Pola Hubungan Muslim dan Hindu di Bali. Jurnal Aspirasi, 9(1), 65-84.

Fauziyah, F. (2022). Otonomi Desa Adat Pakraman Berdasarkan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Mimbar Yustitia, 5(1), 58-74.

Gunawijaya, I. W. T. (2022). Moderasi Beragama: Meningkatkan Kerukunan dalam Perspektif Susastra Hindu. Caraka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 63-68.

Hadi, M. A. P. (2021). Peranan Awig-Awig dalam Menumbuhkan Kesadaran Hukum di Bali. Pariksa: Jurnal Hukum Agama Hindu, 4(2), 28-36.

Jayanti, I. G. (2018). Representasi Etnis dan Identitas Kebalian: Mempertanyakan Sentimen Sosial. Jurnal Kajian Budaya, 5(9), 63-80.

Kantriani, N. K. (2018). Pengaturan Penduduk Pendatang (Krama Tamiu) Ditinjau dari Hukum Adat Bali. Vyavahara Duta, 13(1), 63-70.

Karim, M. A. (2016). Toleransi Umat Beragama di Desa Loloan, Jembrana, Bali (Ditinjau dari Perspektif Sejarah). Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 16(1), 1-32.

Krishna, I. B. W. (2019). Kajian Multikulturalisme: Ide-Ide Imajiner dalam Pembangunan Puja Mandala. Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya Stahn Mpu Kuturan Singaraja, 3(2), 48-57.

Kusuma, I. G. A. T., Landra, N., & Widnyana, I. W. (2019). Construction of Welfare Mediation Model Based on Tri Hita Karana on the Economic Effect of Tourism Sector Toward Happiness to Improve Life Satisfaction of Local Community. Asia Pacific Management and Business Application, 8(1), 45-72.

Lawalata, G. M., Suka Arjawa, I. G. P., & Kamajaya, G. (2022). Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam Menjaga Solidaritas Sosial antar Pemeluk Agama di Kota Denpasar. Sorot: Jurnal Ilmiah Sosiologi, 1(2), 12-22.

Mambal, I. B. P. (2016). Hindu, Pluralitas dan Kerukunan Beragama. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 11(1), 98-116.

Mancapara, I. G. P. (2019). Pluralisme di Puja Mandala Nusa Dua Bali sebagai Destinasi Pariwisata Religi. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama dan Budaya, 3(1), 59-68.

Mangunsong, N. (2014). Inkonstitusionalitas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 48(2), 526-547.

Marbun, S., Kumbara, A. A. N. A., Putra, I. N. D., & Pujaastawa, I. B. G. (2021). There is No Complete Hegemony: Sharia Tourism Development Discourse in Bali. E-Journal of Cultural Studies, 14(3), 38-49.

Muka, I. W. (2021). Toleransi dalam Keberagaman Umat Beragama di Bali Studi: Tempat Ibadah Terpadu Puja Mandala Nusa Dua. Prosiding Seminar Nasional Moderasi Beragama Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah, 1(1), 159-165.

Murdoko, M. (2019). Peraturan Daerah Bernilai Agama di Aceh dan Bali. Yogyakarta: Kanca Baba Adirasa.

Paramita, E. L., Dwiatmaja, C., & Damayana, I. W. (2015). Penyusunan Model Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal dalam Kewirausahaan Desa Adat di Bali. Prosiding Seminar Nasional 4th UNS SME’s Summit & Awards, 354-360.

Paturusi, S. A. (2016). Segregasi Ruang Sosial antara Pendatang dengan Penduduk Asli pada Permukiman Perkotaan di Denpasar. Jurnal Kajian Bali, 6(2), 57-78.

Pradhana, I. P. D., Prabawa, I. D. K. G., Arniti, N. K., & Putra, A. M. (2022). Konsep Tat Twam Asi dalam Membentuk Human Relation dan Komitmen Organisasi pada Pekerja Milenial (Studi Kasus pada PT. Adira Multifinance). Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(3), 1826-1834.

Pramono, M. F., & Hud, F. A. (2021). Puja Mandala in Benoa, Badung, Bali as the Model of Religious Tolerance. Journal of Comparative Study of Religions, 1(2), 175-185.

Putra, A. M. S. (2019). Perda Syariah dalam Tinjauan Konstitusi, Fakta Sejarah dan Aqidah Islam. Al-Majaalis, 6(2), 153-195.

Putrawan, I. N. A., Widnyana, I. M. A., Ekasana, I. M. S., Tus, D. S. A. K., & Vedanti, I. G. A. J. M. (2021). Penerapan Ajaran Tri Hita Karana dalam Penyusunan Awig-Awig Sekaa Teruna Taman Sari di Banjar Lantang Bejuh Desa Adat Sesetan. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 5(2), 98-105.

Republik Indonesia. (2007). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82.

Republik Indonesia. (2019). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Rohmawati, Y. K., & Baharun, M. (2019). Relasi Kerukunan Antaretnik dalam Perayaan Idul Fitri Masyarakat Desa Adat Tuban Bali. Maddah, 1(1), 54-67.

Roth, D., & Sedana, G. (2015). Reframing Tri Hita Karana: From Balinese Culture to Politics. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 16(2), 157-175.

Rozi, S. (2010). Nasionalisme, Demokratisasi dan Sentimen Primordial di Indonesia:Problematika Identitas Keagamaan Versus Keindonesiaan (Kasus Ormas Pendukung Khilafah Islamiyah). Jurnal Penelitian Politik, 7(2), 34-46.

Rusmayani, R., & Gunawan, A. H. (2018). Hubungan Mayoritas Hindu Bali terhadap Minoritas Muslim (Studi Toleransi Puri Pemecutan terhadap Komunitas Minoritas Muslim di Kampung Bugis Serangan, Denpasar-Bali). Ngabari: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 11(1), 16-36.

Sabarudin, S., & Arif, M. (2019). Kerukunan Hidup antar Umat Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Kampung Loloan, Jembrana, Bali. Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(1), 1-26.

Saihu, M. (2020). Harmoni Hindu-Muslim di Bali melalui Kearifan Lokal: Studi di Kabupaten Jembrana. Harmoni, 19(10), 7-27.

Samiyono, D. (2013). Resistensi Agama dan Budaya Masyarakat. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 251-270.

Sari, N. L. R., & Arimbawa, I. K. S. (2020). Pandangan Hindu tentang Pluralisme dalam Kebhinekaan di Indonesia. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 11(2), 193-202.

Segara, I. N. Y. (2018). Kampung Sindu: Jejak Islam dan Situs Kerukunan di Keramas, Gianyar, Bali. Jurnal Lektur Keagamaan, 16(2), 315-346.

Segara, I. N. Y. (2020). Komunikasi Dialektik dalam Relasi Hindu dan Islam di Bali. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 1-8.

Sholeh, M., Yunus, N. R., & Susilowati, I. (2016). Resolusi Konflik Pencegahan Disintegrasi Bangsa melalui Legalitas Hukum Syariat di Aceh. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-I, 3(2), 217-230.

Sriartha, I. P., Jampel, I. N., Widiana, I. W., & Wesnawa, I. G. A. (2017). Local Wisdom of Subak as a Model of Character Building for Social Studies Learning in Schools. Proceedings of the 2nd International Conference on Innovative Research Across Disciplines (ICIRAD 2017), 114-120.

Suacana, I. W. G. (2015). Nilai-Nilai dan Parameter Demokrasi dalam Kehidupan Masyarakat Bali. Jurnal Kajian Bali, 5(1), 81-106.

Suacana, I. W. G., & Suaib, E. (2016). Democracy Model Based on Bali Local Wisdom Values for Capacity Building of Regional Governance. International Research Journal of Management, IT and Social Sciences, 3(9), 27-36.

Suadnyana, I. B. E. (2020). Desa Pakraman sebagai Lembaga Adat dan Lembaga Agama bagi Kehidupan Masyarakat Hindu di Bali. Dharma Duta, 18(1), 21-32.

Suadnyana, I. B. P. E., & Gunawijaya, I. W. T. (2020). Akibat Hukum terhadap Hak Masyarakat Adat dalam Peralihan Agama di Desa Adat Dalung. Pariksa: Jurnal Hukum Agama Hindu, 3(1), 84-97.

Suamba, I. B. P., & Sutama, I. K. (2017). Materiality and Spirituality in Bali Tourism: An Ethical Reflection on the Tri-Hita-Karana. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, 1(1), 70-82.

Suarniati, I. G. A., Anom, I. G. N., & Hengki, I. G. B. (2019). Reflection of Tri Hita Karana Philosophy as a Local Wisdom of Bali Communities in Responding to Social Conflict in the Global Reform Era. Sociological Jurisprudence Journal, 2(2), 127-133.

Suastini, N. N., & Suarjaya, I. K. B. R. (2021). Pemahaman Ajaran Tat Twam Asi sebagai Pedoman dalam Upaya Peningkatan Mawas Diri di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Penjaminan Mutu, 7(2), 195-206.

Sudama, I. N. (2020). Conflict Within Tri Hita Karana’s Fields: A Conceptual Review. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 6(6), 8-23.

Sudantra, I. K. (2018). Pengaturan Penduduk Pendatang dalam Awig-Awig Desa Pakraman. Piramida: Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 4(1), 1-17.

Sukarma, I. W. (2016). Tri Hita Karana Theoretical Basic of Moral Hindu. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 2(3), 102-116.

Sumarjo, S. (2018). Eksistensi Awig-Awig dalam Menjaga Harmonisasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 2(1), 27-39.

Sunu, I. G. K. A. (2014). Harmonisasi, Integrasi Desa Pakraman dengan Desa Dinas yang Multietnik dan Multiagama Menghadapi Pergeseran, Pelestarian, dan Konflik di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(2), 446-458.

Suryawan, I. M. (2018). Status Hukum Krama Desa Adat yang Beralih Agama Hindu terkait Tanah Karang Desa (Studi Kasus di Br. Gria Cucukan, Desa Selat, Klungkung). Jurnal Bakti Saraswati: Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks, 7(1), 61-67.

Udayana, A. A. G. B., & Dwijendra, N. K. A. (2022). Implementation Model of the Tri Hita Karana Concept in the Media Promotion of Tourism in Bali, Indonesia. Webology, 19(1), 2900-2919.

Wariati, N. L. G. (2016). Meningkatkan Mutu ASN IHDN Denpasar dengan Pelayanan Publik Berbasis Tat Twam Asi. Jurnal Penjaminan Mutu, 2(2), 74-83.

Wartayasa, I. K. (2018). Kebudayaan Bali dan Agama Hindu. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 173-192.

Waruwu, D. (2019). Pemanfaatan Kawasan Puja Mandala sebagai Model Toleransi di Provinsi Bali. Jurnal Civicus, 19(2), 1-7.

Wiana, I. K. (2018). Sad Kertih: Sastra Agama, Filosofi, dan Aktualisasinya. Jurnal Bali Membangun Bali, 1(3), 169-180.

Widawan, I. K. K., Erviantono, T., & Bandiyah, B. (2017). Bias Gender dalam Pemilihan Prajuru Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. Politika Udayana, 1(1), 1-10.

Widyastini, T., & Dharmawan, A. H. (2015). Efektivitas Awig-Awig dalam Pengaturan Kehidupan Masyarakat Nelayan di Pantai Kedonganan Bali. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(1), 37-51.

Wiranata, I. H., & Marzuki. (2018). Kerukunan Antarumat Beragama sebagai Dasar City Branding Harmoni Kediri the Service City. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 64-73.

Yantos, Y., & Putriana, P. (2021). Kearifan Lokal dalam Membangun Kerukunan Islam dan Hindu di Desa Adat Kuta Badung. Jurnal Dakwah Risalah, 31(2), 237-251.

Yasmini, W. Y. (2019). Keberadaan Awig-Awig sebagai Landasan Hukum Adat Masyarakat Hindu di Karangasem. Lampuhyang, 10(1), 61-75.

Yoga, P. A. P., Suwitra, I. M., & Sukadana, I. K. (2021). Hak dan Kewajiban Krama Desa terhadap Karang Desa di Desa Adat Tumbu Karangasem. Jurnal Interpretasi Hukum, 2(1), 121-125.

Yuni, I., Budiadnya, P., & Warta, I. N. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Agama Hindu melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler Keagamaan dalam Peningkatan Kepribadian Siswa Berkarakter Mulia di SMAN 1 Jogonalan. Jawa Dwipa, 1(1), 1-11.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v8i1p42-53

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

google.pngipiii.pnggoogle.png

View My Stats