Implementasi Awig-Awig Terhadap Krama Tamiu dan Tamiu dalam Hukum Adat Bali
Abstract
This study aims to analyze the implementation and inhibiting factors in the implementation of awig-awig towards krama tamiu and tamiu. This study uses descriptive empirical legal research methods. Awig-awig in the Pedungan Traditional Village has been applied to krama tamiu and tamiu. The application of awig-awig to krama tamiu and tamiu is contained in Pawos 6 Awig-Awig of Pedungan Traditional Village which explains the recognition of krama tamiu and tamiu as part of the traditional village population which must comply with all applicable regulations. Inhibiting factors in the implementation of awig-awig towards krama tamiu and tamiu include the low level of understanding of krama tamiu and tamiu towards traditional village awig-awig, lack of socialization of awig-awig to the community, as well as village officials' lack of understanding of awig-awig which causes discrepancies in the implementation of village regulations.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ali, A. (2009). Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence) termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legisprudence). Jakarta: Kencana.
Audi, R. (1995). The Cambridge Dictionary of Philosophy. Cambridge: Cambridge University Press.
Bahrianoor. (2020). Modal Sosial dan Strategi Keberlangsungan Hidup Masyarakat Dayak Ngaju (Studi Kasus pada Masyarakat Dayak Ngaju Desa Manusup di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah). Pencerah Publik, 7(2), 1-10.
Darmodiharjo, D., & Shidarta. (1996). Pokok-Pokok Filsafat Hukum: Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Datrini, L. K., Suwitra, I. M., & Selamet, I. K. (2023). Penguatan Desa Adat melalui Kemandirian dan Pemberdayaan Krama Desa. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 7(2), 54-60.
Dewi, N. L. S. M. (2020). Penegakan Hukum Tindak Pidana Pungutan Liar yang Dilakukan Desa Adat Ditinjau dari Perspektif Hukum Progresif. Kerta Dyatmika, 17(1), 86-95.
Dewi, N. M. L. (2018). Sinergitas Kemitraan antara Polri dengan Pecalang dalam Menjaga Keamanan Desa Pakraman. Kerta Dyatmika, 15(2), 1-10.
Dewi, N. M. L., & Susila, I. P. A. (2020). Efektifitas Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat bagi Narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Karangasem. Kerta Dyatmika, 17(2), 23-35.
Duarsa, I. G. Y. P., Sugiartha, I. N. G., & Sudibya, D. G. (2020). Penerapan Sanksi Adat Kasepekang di Desa Adat Tanjung Benoa Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. Jurnal Konstruksi Hukum, 1(1), 170-175.
Friedman, L. M. (2001). Hukum Amerika sebuah Pengantar. Terjemahan Wishnu Basuki. Jakarta: Tatanusa.
Fuady, M. (2011). Sosiologi Hukum Kontemporer: Interaksi Hukum, Kekuasaan, dan Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Lathif, N. (2017). Teori Hukum sebagai Sarana Alat untuk Memperbaharui atau Merekayasa Masyarakat. Pakuan Law Review, 3(1), 73-94.
Mahadewi, I. G. A. M., Sukadana, I. K., & Suryani, L. P. (2020). Pengesahan Awig-Awig Desa Adat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019. Jurnal Konstruksi Hukum, 1(1), 187-191.
Parimartha, I. G. (2013). Silang Pandang Desa Adat dan Desa Dinas di Bali. Denpasar: Udayana University Press.
Parwata, A. A. G. O. (2010). Memahami Awig-Awig Desa Pakraman. Denpasar: Udayana University Press.
Putri, K. A. M. P., Puspitasari, N. W. F., Dewi, N. K. K., Ekarini, N. W., Dewi, I. A. P. P., & Mertadana, D. P. K. (2018). Pengaruh Hukum Adat atau Awig-Awig terhadap Pengelolaan Dana Desa di Desa Banjar Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Buleleng: Universitas Pendidikan Ganesha.
Rahardjo, S. (2009). Hukum dan Masyarakat. Bandung: Angkasa.
Rasjidi, L., & Putra, I. B. W. (2003). Hukum sebagai suatu Sistem. Bandung: Mandar Maju.
Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 232. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5475.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495.
Rideng, I. W., & Hoesin, Z. A. (2022). Local Legal Products of the Province of Bali Provincial Government Strengthened and Empowered Local Wisdom. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 7(2), 468-478.
Saba, E. S. (2003). Penguatan Makna dan Peran Awig-Awig dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan: Kasus di Desa Batu Nampar Kabupaten Lombok Timur NTB. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Salim, H. S. (2012). Perkembangan Teori dalam Ilmu Hukum. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Sandika, I. K. (2011). Pratima Bukan Berhala: Pemujaan Tuhan melalui Simbol-Simbol Suci Hindu. Denpasar: Paramita.
Satriana, I. M. W. C., & Dewi, N. M. L. (2019). Kerta Desa as a Customary Judicial Institution in the Settlement of Customary Conflicts Based on Bali Provincial Regulation Number 4 of 2019. Journal of Sustainable Development Science, 1(1), 1-7.
Soekanto. (1973). Pengantar Sosiologi Hukum. Jakarta: Bhratara.
Suasthawa, D. I. M., & Made, I. (2001). Desa Adat Kesatuan Masyarakat Hukum Adat di Propinsi Bali. Denpasar: Upada Sastra.
Sudantra, K. (2011). Penuntun Penyuratan Awig-Awig: Contoh Awig-Awig Tertulis Desa adat Tanah Aron Kabupaten Karangasem. Denpasar: Udayana University Press.
Sudantra, K., Windia, W. P., & Dyatmikawati, P. (2011). Penuntun Penyuratan Awig-Awig: Contoh Awig-Awig Tertulis Desa Pakraman Tanah Aron, Kabupaten Karangasem. Denpasar: Universitas Udayana.
Sunu, I. G. K. A. (2014). Harmonisasi, Integrasi Desa Pakraman dengan Desa Dinas yang Multietnik dan Multiagama Menghadapi Pergeseran, Pelestarian, dan Konflik di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(2), 446-458.
Tutik, T. T. (2007). Falsafah Negara & Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Van Apeldoorn, L. (2012). Moralitas Profesi Hukum suatu Tawaran Kerangka Berpikir. Bandung: Refika Aditama.
Widiana, I. M. A., Sudibya, D. G., & Sukadana, I. K. (2023). Penerapan Awig-Awig terhadap Krama Tamiu di Desa Adat Peladung, Karangasem. Jurnal Konstruksi Hukum, 4(2), 190-195.
Widnyana, I. M. A., & Tagel, D. P. (2019). Penerapan Sanksi Adat Dedosan dalam Awig-Awig Banjar Pegok Desa Adat Sesetan. Vyavahara Duta, 14(2), 32-36.
Windia, W. P., & Sudantra, K. (2006). Pengantar Hukum Adat Bali. Denpasar: Universitas Udayana.
Yanti, A. A. I. E. K. (2019). Kewenangan Pengelolaan Desa Wisata dalam Perspektif Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Kerta Dyatmika, 16(2), 59-68.
Yoga, K. A. S. P. (2023). Awig-Awig sebagai Hukum Adat di Wilayah Desa Adat Provinsi Bali. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 292-295.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v9i1p1-10
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
View My Stats










