Peningkatan Mutu Lulusan SMK Melalui Magang Guru di Industri (Multikasus di SMK Turen dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang)

Yoto Yoto Yoto

Abstract


Abstrak: Peningkatan mutu lulusan SMK dapat dilakukan dengan melaksanakan magang guru di industri. Magang guru bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada di industri. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multikasus. Penelitian dilakukan di SMK Turen dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Hasil temuan penelitian menunjukan agar magang guru memberikan mampu meningkatkan mutu lulusan. Pelaksanaan magang guru meliputi: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, serta (3) evaluasi dan sertifikasi. Faktor pendukung magang guru adalah dorongan dari pemerintah, industri, dan sekolah. Faktor penghambat terdapat pada fokus perencanaan, yaitu (1) kesulitan mencari industri mitra yang relevan dan (2) kesulitan mencari guru pengganti bagi guru yang ikut magang..

 

Kata kunci:. Mutu Lulusan, Magang Guru, Industri

 


Full Text:

PDF

References


S Arikunto, S., & Jabar, A. (2014). Evaluasi Program Pendidikan. Bumi Aksara.

Budiman, A. (2014). Menyiapkan Guru Profesional di SMK Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Prosiding Konvensi Nasional Asosiasi Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan (APTEKINDO) Ke 7 FPTK Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 13 Sd.14 November 2014 PengantarProsiding Konvensi Nasional Asosiasi Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan (APTEKINDO) Ke 7, November, 13–14.

Dillon, D. (2017). Straddling Teacher Candidates’ Two Worlds to Link Practice and Theory: A Self-Study of Successful and Unsuccessful Efforts. Studying Teacher Education, 13(2), 145–164. https://doi.org/10.1080/17425964.2017.1342352

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (DitPSMK). (2019). Daya Saing SMK dalam Bursa Pasar Tenaga Kerja 4.0. 257.

Feigenbaum, A. (1989). Kendali Mutu Terpadu Edisi ke – 3. Penerbit Erlangga.

Gravett, S. (2012). Crossing the “Theory-practice Divide”: Learning to Be(come) a Teacher. South African Journal of Childhood Education, 2(2), 1–14. https://doi.org/10.4102/sajce.v2i2.9

Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (1997). Akuntansi Manajemen. Erlangga.

Herawati, N., Susatya, E., Achsan, B. N., Dahlan, U. A., Pramuka, J., & Pramuka, J. (2021). Manajemen Magang Industri Guru Produktif Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri Kabupaten Cilacap. 16(2), 128–135. https://doi.org/10.23917/jmp.v16i2.14685

KBBI. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. www.kbbi.com

Kemenperin. (2003). Undang - Undang RI No 13 tahun 2003. Ketenagakerjaan, 1.

Muzakar. (2014). Kinerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Lulusan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Meureubo. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 14(1), 110—133.

OLE. (2021). Oxford Learners Dictionaries. https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/

Orellana, M. F., Johnson, S. J., Rodriguez-Minkoff, A., Rodriguez, L., & Franco, J. (2017). An Apprentice Teacher’s Journey in “Seeing Learning”. Teacher Education Quarterly, 44(2), 7–26.

Rachman, C. H. (2017). Peran Industri dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan melalui Kerjasama (Studi Kasus SMK PGRI 3 Malang). Universitas Negeri Malang.

Robinson, M., & Mogliacci, R. J. (2019). Conceptions and Models of Teacher Education. Oxford Research Encyclopedia of Education, June. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190264093.013.571

Sisdiknas, N. 2. (2003). Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. In Futures (Vol. 28, Issue 1). https://doi.org/10.35362/rie280958

Sukardi. (2011). Evaluasi Pendidikan (Prinsip Dan Operasionalnya). PT. Bumi Aksara.

Sunardi, & Agus, D. S. (2016). Magang Industri untuk Meningkatkan Relevansi Kompetensi Profesional Guru Produktif SMK. Teknologi Dan Kejuruan, 39(2), 171–182.

Supriyono, R. A. (2011). Akuntansi Biaya (Perencanaan dan Pengendalian Biaya serta Pembuatan Keputusan) (Edisi II). BPFE.

Sutijono. (2016). EKsplorasi Efektifitas Magang Industri Bagi Guru SMK Program Kehlian Teknik Kendaraan Ringan. Universitas Negeri Malang.

Tjiptady, B. C., Yoto, & Tuwoso. (2019). Improving the quality of vocational education in the 4.0 industrial revolution by using the teaching factory approach. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 8(1), 22–28.

Twark, J. E., Franch, D. J., & Vaughan, P. (2018). The Benefits of Apprentice Teaching with Undergraduates in German Language Classes. Die Unterrichtspraxis/Teaching German, 51(1), 1–14. https://doi.org/10.1111/tger.12051

Undang-Undang, N. 14. (2005). Undang-undang, No. 14 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen. http://www.mantenimientoplanificado.com/artículos_rcm_archivos/ariel ZYLBERBERG/RCM_Scorecard_overview.pdf%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12.018%0Aht

Utami, & Hudaniah. (2013). Self Efficacy dengan Kesiapan Kerja Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 1(1).

Wilkin, T., & Welty, G. A. (2014). The Qualification Process for Career/Technical Education (CTE) Teachers: A New Conceptual Model Thomas. 3(2), 21–36.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um054v5i1p74-80

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Yoto Yoto Yoto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Editorial:
Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,
Phone. (0341) 551312 psw 298,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/jtmp/index

E-ISSN 2623-1271

Creative Commons License

This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

View My Stats

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

minionslot88

msot88

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto

barbartoto