PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK DAN POSISI PENGELASAN TERHADAP UJI KEKUATAN TARIK PADA PENGELASAN KAMPUH V BAHAN PLAT LOGAM ALUMINIUM MENGGUNAKAN PENGELASAN GMAW

Arif Efendi, Sunomo Sunomo, Yuni Sunarto

Abstract


Nilai kekuatan tarik pada suatu logam perlu diketahui untuk memperoleh data yang berupa sifat mekanis dari suatu logam. Besarnya nilai kekuatan tarik akan diperoleh ketika logam disambung secara permanen yang dalam hal ini disambung dengan sambungan las, yang kemudian diberi beban secara berkala dan ditarik hingga sambungan putus. Faktor yang mempengaruhi besarnya nilai kekuatan tarik suatu logam setelah diberi beban dan ditarik hingga putus pada sambungan las adalah ditentukan dari parameter-parameter yang digunakan. Parameter pengelasan tersebut antara lain besarnya arus pengelasan yang digunakan, posisi pengelasan, besarnya laju aliran gas (pada las MIG/MAG), jenis elektroda/filler dan parameter-parameter lainnya. Untuk mengetahui pengaruhnya parameter tersebut, utamanya parameter arus pengelasan dan posisi pengelasan terhadap nilai kekuatan tarik, diperlukan suatu penelitian khusus yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruhnya parameter tersebut terhadap nilai kekuatan tarik. Penelitian ini menggunakan plat Al Mg 5083 sebagai bahan spesimen las, dengan dimensi spesimen, bentuk spesimen dan standar sepesimen disesuaikan dengan standar pengelasan ASTM E8/E8M-09. Jumlah spesimen yang digunakan berjumlah 19 spesimen, dengan rincian: 18 spesimen las, dan 1 spesimen tanpa perlakuan (raw material). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Pada posisi pengelasan 1G nilai kekuatan tarik terendah pada penggunaan arus pengelasan 75 A yaitu 7,41 kgf/mm2, dan nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada penggunaan arus pengelasan 100 A yaitu sebesar 17,35 kgf/mm2. (2) Pada posisi pengelasan 2G, nilai kekuatan tarik terendah diperoleh pada pengelasan dengan arus 125 A yaitu 10,36 kgf/mm2, dan nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada pengelasan dengan arus 75 A yaitu 13,41 kgf/mm2. (3) Setelah dilakukan pengujian statistik SPSS menggunakan analisis Univariate Analysis of Variance diketahui bahwa terdapat hubungan atau pengaruh antara arus pengelasan dan posisi pengelasan terhadap nilai kekuatan tarik, dengan nilai signifikansi sebesar 0,010 yang lebih kecil dari 0,05.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.