Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis High Order Thinking Skill bagi Guru SD Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

Putri Mahanani, Muchtar Muchtar, Ni Luh Sakinah Nuraini, Puri Selfi Cholifah, Christianto Saputro, Muhammad Resnanda Anugerah, Ike Yuli Kurniawati, Iva Sugiarti

Abstract


Elementary school teachers have unresolved problems, including a good ability to develop learning tools based on High Order Thinking Skills. If they already have a good understanding, then this training is very much needed in order to hone their skills in developing HOTS-based learning tools. Thus, it is hoped that teachers can provide critical thinking skills for their students. The service method used is in the form of training/workshops. The target of service is representatives who are determined purposively, namely the principal and teachers of the Kedungkandang Elementary School Group I, Malang City. As a result of service activities, teachers and principals at SD cluster I, Kedungkandang District have the knowledge and skills in developing HOTS-based learning tools. The results of the HOTS-based learning tools that have been developed are 7 devices. The level of satisfaction of the activities carried out is 92 percent.


Guru Sekolah Dasar memiliki permasalahan yang belum terselesaikan, diantaranya yakni kemampuan yang baik dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang berbasis High Order Thinking Skill. Apabila mereka telah memiliki pemahaman yang baik, maka pelatihan ini sangat dibutuhkan dalam rangka mengasah kemampuan mereka dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang berbasis HOTS. Dengan demikian, diharapkan para guru dapat memberikan bekal keterampilan berpikir kritis bagi siswa mereka. Metode pengabdian yang digunakan berbentuk pelatihan/workshop. Sasaran pengabdian merupakan perwakilan yang ditentukan secara bertujuan/ purposive yaitu kepala dan guru Sekolah Dasar gugus I Kedungkandang Kota Malang. Hasil kegiatan pengabdian, guru dan kepala sekolah di SD gugus I Kecamatan Kedungkandang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis HOTS. Hasil perangkat pembelajaran berbasis HOTS yang telah dikembangkan sebanyak 7 perangkat. Tingkat kepuasan kegiatan yang dilaksanakan sebesar 92 persen.


Keywords


HOTS; elementary school teachers; training; learning tools; HOTS; guru sekolah dasar; pelatihan; perangkat pembelajaran

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, G. (2012). Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Apandi, I. (2017). Pembelajaran dan penilaian HOTS. Bandung: Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat.

Ennis, R. H. (1985). A logical basis for measuring critical thinking skills. Educational leadership, 43(2), 44-48.

Forster, M. (2004). Higher order thinking skills. Research Developments, 11(11), 1.

Hopson, M.H., Simms, R.L., Knezek, G.A. (2001). Using a Technology-Enriched Environment to Improve Higher-Order Thinking Skills. J. Res. Technol. Educ. 34, 109–119. https://doi.org/10.1080/15391523.2001.10782338

Jailani, J., Sugiman, S., & Apino, E. (2017). Implementing the problem-based learning in order to improve the students’ HOTS and characters. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4(2), 247-259.

Khaulani, F., Neviyarni, S., & Irdamurni, I. (2020). Fase Dan Tugas Perkembangan Anak Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(1), 51-59.

Manurung, P. (2009). Implementasi ideologi Pancasila terhadap ketahanan nasional (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Mahanani, P., Rachmawati, N., Agustina, R. T., & Al Siddiq, I. H. (2020, December). Optimize Education by Teacher’s Perception of Higher Order Thinking Skill at Primary School. In 1st International Conference on Information Technology and Education (ICITE 2020) (pp. 245-250). Atlantis Press.

Permendikbud, R. I. (2014). Nomor 57 Tahun 2014 Tentang kurikulum 2013 sekolah dasar. Madrasah Ibtidaiyah.

Peraturan Pemerintah, R. I. (2013). Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.

No, P. (22). Tahun 2016. Standar Isi Pendidikan Dasar Dan Menengah Yang Memuat Tentang Tingkat Kompetensi Dan Kompetensi Inti Sesuai Dengan Jenjang Dan Jenis Pendidika Tertentu.

Quellmalz, E., & Hoskyn, J. (1996). Classroom assessment of reasoning strategies. In Handbook of classroom assessment (pp. 103-130). Academic Press.

Sani, R. A. (2013). Inovasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Tahun, U. U. R. I. (2005). tentang Guru dan Dosen serta UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. 2006. Bandung: Citra Umbara.

Widana, I. W. (2017). Modul penyusunan soal higher order thinking skill (HOTS).

Yanuarti, M. (2012). Pendekatan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Diakses dari http://maghfirohyanuarti. wordpress. com/2012/01/07/pendekatan-hots-higher-order-thinking-skills.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um050v4i2p89-96

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat



View My Stats