Pendampingan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)

Kukuh Miroso Raharjo, Zulkarnain Zulkarnain, Krisdayanti Krisdayanti

Abstract


The facilitates program for strengthening institutional capacity was carried out for the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in Benjor Village. Pokdarwis, which was named “Embun Cinde”, was only formed in 2019 and is expected to play an active role in managing one of the tourism potentials of Benjor Coban Cinde Village. Coban Cinde tourism is a mainstay waterfall tour in Benjor Village. Mentoring to strengthen institutional capacity was carried out with speakers and attended by around 35 participants, namely Pokdarwis members and Putri Langit members. Mentoring activities carried out in the form of socialization carried out face-to-face and then implementation in Pokdarwis management. The purpose of this assistance is to foster motivation among Pokdarwis members and increase knowledge about tourism management. The recommended result is the importance of Pokdarwis paying attention to the prerequisites as Pokdarwis members and developing the potential that exists in the village. The conclusion shows that the newly formed pokdarwis of Benjor village must learn a lot about tourism management strategies so that they continue to develop and care about the pokdarwis members themselves.


Program pendampingan penguatan kapaisitas kelembagaan dilaksanakan untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Benjor. Pokdarwis yang diberi nama “embun cinde” ini baru dibentuk pada tahun 2019 lalu  dan diharapkan dapat berperan aktif dalam mengelola salah satu potensi wisata yang dimiliki Desa Benjor coban cinde. Wisata coban cinde merupakan wisata air terjun andalan Desa Benjor. Pendampingan untuk penguatan kapasitas kelembagaan dilakukan dengan mendatangkan pemateri dan dihadiri oleh peserta yang berjumlah sekitar 35 orang yaitu anggota pokdarwis dan anggota putri langit. Kegiatan pendampingan dilaksanakan di dalam bentuk sosialisasi yang dilaksanakan secara tatap muka dan kemudian implementasi dalam manajemen Pokdarwis. Tujuan kegiatan pendampingan ini untuk menumbuhkan motivasi diantara anggota Pokdarwis dan menambah pengetahuan mengenai pengelolaan wisata. Hasil yang direkomendasikan adalah pentingnya pokdarwis memperhatikan prasyarat sebagai anggota pokdarwis dan melakukan pengembangan terhadap potensi yang ada di desa. Kesimpulannya menunjukkan bahwa pokdarwis desa benjor yang baru terbentuk ini harus banyak mempelajari strategi pengelolaan tempat wisata agar terus berkembang dan menumbuhkan sikap peduli wisata pada anggota pokdarwis itu sendiri.


Keywords


Pokdarwis; facilitates program; tourist village; pendampingan; desa wisata

Full Text:

PDF

References


Adi, I. R. (2008). Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Rajawali Press.

Aminah, S., & Prasetyo, I. (2018). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan organisasi wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (WKSBM). Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 61-73.

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan petani: peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(2).

Damayanti, E., Soeaidy, M. S., & Ribawanto, H. (2014). Strategi capacity building pemerintah desa dalam pengembangan potensi kampoeng ekowisata berbasis masyarakat lokal (studi di Kampoeng Ekowisata, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Publik, 2(3), 464-470.

Dini, S. N. H., & Suryadi. (2020). Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19: Studi Kasusu Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak. EMPOWER: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 5(2), 155–167.

Dwihastari, S., & Marom, A. (2017). Analisis Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pada Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 6(2), 215-225..

Hardika, Aisyah, E. N., Raharjo, K. M., & Soraya, D. U. (2020). Transformation the Meaning of Learning for Millennial Generation on Digital Era. International Journal of Interactive Mobile Technologies (IJIM), 14(12), 69–81.

Hiryanto, H., Tohani, E., & Miftahuddin, M. (2020). Peningkatan Kapasitas Pengurus Karangtaruna melalui Optimalisasi Modal Sosial dalam Pengembangan Desa Wisata. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 4(1), 32-44.

Khairunnisah, N. A. (2019). Partisipasi Pokdarwis Dalam Pengembangan Wisata Halal Di Desa Sesaot. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 3(3).

Musriadi, M. (2019). Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taman Arum Dalam Pengembangan Potensi Pariwisata Tahun 2018 (Studi Pada Desa Wisata Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara). MAHAKAM: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 8(1).

Parsons, J., & Beauchamp, L. (2012). Leadership in Effective Elementary Schools: A Synthesis of Five Case Studies. Online Submission. US-China Education Review, B(8), 697–711.

Prawitno, A., & Alam, A. S. (2015). Pengembangan Kapasitas Organisasi dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bone. Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 93-104.

Ratnasari, J. D., Makmur, M., & Ribawanto, H. (2013). Pengembangan kapasitas (capacity building) kelembagaan pada badan kepegawaian daerah kabupaten jombang. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(3), 103-110.

Sujarwo, S., Samsi, I., & Wibawa, L. (2017). Desain model wisata belajar di Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta sebagai laboratorium luar kampus. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 90.

Wijaya, S. A., Zulkarnain, Z., & Sopingi, S. (2018). Proses Belajar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dalam Pengembangan Kampoeng Ekowisata. Jurnal Pendidikan Nonformal, 11(2), 88-96.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um050v5i1p33-39

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat



View My Stats