Kecemasan Cedera Berulang Atlet Ski Air dan Wakeboard

Muhammad Zulfikar


Penelitian ini bertujuan mengungkap kondisi kecemasan cedera berulang atlet ski air dan wakeboard yang pernah mengalami cedera. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data penelitian ini dilaksanakan di Sekretariat  Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang melibatkan atlet Ski Air dan Wakeboard Sulawesi Selatan cabang olahraga ski air. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 12 atlet. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner RIAI (Re-Injury Anxiety Inventory). Instrumen ini mengukur dua jenis kecemasan atlet pasca cedera yaitu Re-Injury Anxiety Rehabilitation (RIA-R) atau kecemasan terhadap cedera Kembali saat rehabilitasi pasca cedera dan Re-Injury Anxiety Re-Entry into competition (RIA-RE) atau kecemasan terhadap cedera kembali saat mengikuti kompetisi pasca cedera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jenis kecemasan RIA-R, 58,33% atlet berada pada kategori tidak cemas. Sebanyak 33,33% berada pada kategori kecemasan rendah dan 8,33% berada pada kecemasan sedang. Tidak ada atlet yang berada pada kecemasan tinggi. Pada jenis kecemasan RIA-RE, sebanyak 25% atlet berada pada kategori tidak cemas. Sebanyak 50% berada pada kategori kecemasan rendah dan 25% berada pada kategori kecemasan sedang. Tidak ada atlet yang berada pada kategori kecemasan tinggi.


kecemasan;cedera berulang;ski air;wakeboard

Full Text:



Cheng, W. K. N., Hardy, L, & Markland, D. (2009). Toward a three-dimensional conceptualization of performance anxiety: rationale and initial measurement development. Psychology Sport Exercise, 10(2):271–278.

Ford, J., Ildefonso, K., Jones, M., & Arvinen-Barrow, M. (2017). Sport-related anxiety: current insights. Open Access Journal of Sports Medicine, Volume 8, 205–212.

Gallagher, B. V., & Gardner, F. L. (2007). An examination of the relationship between early maladaptive schemas, coping, and emotional response to athletic injury. Journal of Clinical Sport Psychology, 1, 47–67.

Hagglund, M., Walden, M., Bahr, R., & Ekstrand, J. (2005). Methods for epidemiological study of injuries to professional football players: developing the UEFA model. British Journal of Sports Medicine, 39, 340–346.

Mylsidayu, A. (2018). Psikologi Olahraga. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Petitpas, A., & Danish, S. (1995). Caring for the injured athlete. Champaign, IL: Human Kinetics.

Podlog L, & Eklund RC. (2005). Return to sport after serious injury: a retrospective examination of motivation and psychological outcomes. Journal of Sport Rehabilitation, 14:20–34.

Smith, A.M. (1996). Psychological impact of injuries in athletes. Sports Med. 22:391–405.

Smith, R.E, Smoll FL. (1990). Sport performance anxiety. Handbook of Social and Evaluation Anxiety. New York, NY: Plenum Press.

Tripp, D. A., Ebel-Lam, A., Stanish, W., & Brewer, B. W. (2007). Fear of reinjury, negative affect, and catastrophizing predicting return to sport in recreational athletes with anterior cruciate ligament injuries at 1-year postsurgery. Rehabilitation Psychology, 52(1), 74–81

Walker, N., & Thatcher, J. (2011). The emotional response to athletic injury: Re-injury anxiety. New York, NY: Routledge.



  • There are currently no refbacks.

Copyright (c) 2022 Muhammad Zulfikar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Sport Science, ISSN :2620-4681 (online), ISSN :1907-5111 (print)
Email :

Jurnal Sport Science is indexed by :





In Collaboration with:

Reference management tools :



Plagiarism Check :

View Jurnal Sport Science Stats