Pembelajaran Etika Bisnis Berbasis Kearifan Lokal

Heri Pratikto

Abstract


This article aims to discuss the importance of business ethics, business ethics learning challenges, local knowledge as a source of business ethics, and learning business ethics. Business people must commit to uphold ethics, because the business process is a process of value creation, the process of creating anything useful to humanity. Real value creation in business will only happen if it is done by means of an ethical or moral. Unscrupulous way only generate value destruction, does not deserve to be called participation in development, but withdrawals and destruction of society. Business education challenges are: globalization, technological development, competency-based business, the business as a systems perspective, the quality revolution, change. Local wisdom tribes of Indonesia in general contain religious values, humanity, solidarity, tolerance, mutual trust, solidarity and social awareness can build elements of social capital and business capital, antaralain such as confidence, trust, social networks. Strengthening social capital derived from the values of local wisdom ethnic Indonesia is very important that continued effort of preservation and inheritance from one generation to the next, especially when intensified struck individualism of modern life in this global era. So that local knowledge can be implemented and inherited, need to be found to the approach and strategy of a more contextual with the conditions of the development of Indonesian society. Pembelajajaran business ethics based on local wisdom through scientifik approach to cooperative learning, with a variety of models with a focus on the students, becoming an effective learning approach that is feasible is recommended to educators. Success and failure of business ethics education will greatly affect the public's role in the establishment and implementation of the rules and principles of life.

Abstrak: Artikel ini bertujuan membahas pentingnya etika bisnis, tantangan pembelajaran etika bisnis, kearifan local sebagai sumber etika bisnis, dan pembelajaran etika bisnis. Pelaku bisnis harus berkomitmen menjunjung tinggi etika, karena proses bisnis merupakan proses penciptaan nilai, proses penciptaan apapun yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Real value creation dalam bisnis hanya akan terjadi jika dilakukan dengan cara-cara  etis atau bermoral. Cara yang tidak bermoral hanya menghasilkan value destruction, tidak pantas disebut partisipasi dalam pembangunan, melainkan pemunduran dan perusakan masyarakat. Tantangan pendidikan bisnis diantaranya adalah: globalisasi, perkembangan teknologi, bisnis berbasis kompetensi, perspektif bisnis sebagai sistem, revolusi kualitas, perubahan. Kearifan lokal suku-suku bangsa Indonesia pada umumnya berisi nilai-nilai religious, kemanusiaan, kebersamaan, toleransi, saling percaya, solidaritas dan kepedulian social dapat membangun elemen-elemen  modal social dan modal bisnis, antaralain seperti kepercayaan, amanah, jejaring social. Penguatan modal social yang bersumber dari nilai-nilai kearifan local suku bangsa Indonesia tersebut sangat penting terus diupayakan pelestarian dan pewarisannya dari satu generasi ke generasi berikutnya, terutama disaat individualism semakin menguat melanda kehidupan modern di era global ini. Agar kearifan local dapat diimplementasikan dan diwariskan, perlu terus ditemukan pendekatan dan strategi yang lebih kontekstual dengan kondisi perkembangan masyarakat Indonesia. Pembelajajaran etika bisnis berbasis kearifan lokal melalui pendekatan scientifik dengan pembelajaran kooperatif, dengan berbagai model dengan berfokus pada siswa, menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif yang layak direkomendasikan kepada para pendidik. Berhasil dan gagalnya pendidikan etika bisnis akan sangat berpengaruh terhadap peran masyarakat dalam pembentukan serta pelaksanaan peraturan dan prinsip-prinsip kehidupan.

 

 


Keywords


Learning; business ethics; local wisdom;Pembelajaran; etika bisnis; kearifan lokal

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

JPBM is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

JPBM is indexed by :

  

  

ISSN (Online) 2527-905X       ISSN (Print) 2461-0828