PARADOKS PEMBANGUNAN DALAM KEMISKINAN STRUKTURAL DI PAPUA

Ica Wulansari

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk melihat kemiskinan struktural di Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur tentang Papua, dimulai dengan pemeriksaan terhadap kebijakan pembangunan untuk Papua sejak era Orde Baru hingga saat ini. Berdasarkan temuan, ada kesamaan paradigma pembangunan Papua pada masa orde baru dan era reformasi. Papua dianggap tak lebih sebagai objek pembangunan. Hal ini terbukti dengan adanya operasi perusahaan tambang multinasional yang mengarah ke beberapa kekerasan terhadap orang Papua yang disebabkan oleh pendekatan militer yang digunakan oleh pemerintah. Pelaksanaan otonomi khusus di Papua menjanjikan pembangunan yang dipercepat. Namun, di tengah-tengah pelaksanaan otonomi khusus yang gagal, pemerintah memberlakukan paradigma lain yang menyerahkan kebijakan pembangunan pengelolaan pangan dan energi kepada pihak swasta melalui proyek-proyek besar bernama MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate). MIFEE menawarkan beberapa mimpi kosong dengan dalih untuk membangun makanan Indonesia kepada dunia. Bahkan, kebijakan itu tidak dimaksudkan untuk mendukung kehidupan orang Papua. Oleh karena itu, kemiskinan di Papua semakin akut karena kebijakan pemerintah atas nama pembangunan ekonomi kurang aspek sosial.

DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v2i22017p088


Keywords


papua; kemiskinan; pembangunan; kebijakan; pemerintah.

Full Text:

PDF

References


Abdoellah, Oekan S. (2016). Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia Di persimpangan Jalan. Jakarta: Gramedia.

Agusta, Ivanovich. (2014). Diskursus, Kekuasaan, dan Praktik Kemiskinan Di Pedesaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Amiruddin & de Soares, Aderito Jesus. (2003). Perjuangan Amungme Antara Freeport dan Militer. Jakarta: ELSAM.

Bhakti, Ikrar Nusa & Pigay, Natalius. (2012). Menemukan Akar Masalah dan Solusi Atas Konlik Papua: Supenkah? Jurnal Penelitian Politik, 9(1), 1-18. http://ejournal.politik.lipi.go.id/index.php/jpp/article/view/443/256

Barahamin, Andre. (2015). Hikayat Beras Pemangsa Sagu: Etnosida Terhadap Malind-Anim Melalui Mega Proyek MIFEE. Harian Indoprogress.

https://indoprogress.com/2015/10/hikayat-beras-pemangsa-sagu-etnosida-terhadap-malind-anim-melalui-mega-proyek-mifee/

Dewi, Rosita. (2012). Dilema Percepatan Pembangunan dan Permasalahan Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pelaksanaan MIFEE di Merauke. Jurnal Penelitian Politik, 9 (1), 47-57.

Fakih, Mansour. (2001). Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Insist Press.

Hamsky, Ratih. (2014). Dampak Operasional PT. Freeport Pada Kehidupan Suku Kamoro. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Universitas Mulawarman, 2 (2), 411-426.

Kompas. (2015). Tokoh Adat Papua Desak Freeport Segera Bayar Ganti Rugi 20,8 Miliar Dollar AS. https://nasional.kompas.com/read/2015/09/15/14380551/Tokoh.Adat.Papua.Desak.Freeport.Segera.Bayar.Ganti.Rugi.20.8.Miliar.Dollar.AS

Martono, Nanang. (2011). Sosiologi Perubahan Sosial. Perspektif Klasik, Modern, Posmodern dan Poskolonial. Jakarta: RajaGrafindo Perkasa.

MONGABAY. (2013). 27 Organisasi Desak PBB Perhatikan Suku Malind Anim yang Terancam MIFEE. http://www.mongabay.co.id/2013/07/25/27-organisasi-desak-pbb-perhatikan-suku-malind-yang-terancam-mifee/

Republika. (2015). Kontrak Karya PT. Freeport Resmi Diperpanjang. http://www.republika.co.id/berita/ekonomu/makro/15/10/09/nvyjpq354-kontrak-karya-pt-freeport-resmi-diperpanjang

Sugandi, Yulia. (2008). Analisis Konflik dan Rekomendasi Kebijakan Mengenai Papua. Jakarta: Friedrich Ebert Stiftung.

Suryani, Dini. (2016). Structural Violation of Indigenous Human Rights In Indonesia: A Case Study of Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) In Papua. Jurnal Masyarakat & Budaya, 18 (1), 97-108.

Sztompka, Piotr. (2004). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media.

Wulansari, Ica. (2012). Penyelesaian Politik Sebagai Alternatif Pendekatan Keamanan di Papua. Jurnal Hubungan Internasional INSIGNIA, Volume 2, 21-36.

Yanuarti, Sri. (2012). Kemiskinan dan Konflik Papua Di Tengah Sumber Daya Yang Melimpah. Jurnal Penelitian Politik, 9 (1), 33-46.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Ica Wulansari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:
Sociology Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Semarang St. No. 5 Building I3-101 65145.
Phone. (0341) 551312. line. 375, 376 (20)
Homepage: http://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/index
email: jsphum@yahoo.co.id

ISSN 2502-7875 (printed)
ISSN 2527-5879 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.