PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN NONFORMAL BERBASIS POTENSI LOKAL DALAM MEMBANGUN DESA WISATA ADAT

Vina Salviana Darvina Soedarwo

Abstract


Pemberdayaan merupakan suatu mekanisme dimana, individu, organisasi dan masyarakat menjadi ahli dan paham akan masalah yang mereka hadapi. Pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang telah dicanangkan sebagai desa Wisata Adat. Desa Ngadas merupakan kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus yang layak untuk menjadi daerah tujuan wisata. Di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli dengan faktor pendukung seperti, sistem pertanian dan sistem sosial yang mewarnai sebuah kawasan desa wisata di kaki gunung Bromo. Untuk memahami permasalahan yang dihadapi oleh desa digunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) yaitu pendekatan untuk memahami desa secara cepat. Dari hasil RRA dapat dirumuskan permasalahan pertama, belum adanya peraturan desa berkaitan dengan kesiapan sebagai desa wisata adat; kedua, lingkungan yang kurang bersih dan fasilitas umum yang belum memadai; ketiga, ketergantungan masyarakat terhadap hasil panen. Dalam mengatasi ketiga permasalahan desa tersebut telah dilaksanakan program pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal bertujuan agar masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan potensinya dalam rangka pemberdayaan masyarakat oleh karena itu di desa ini telah dilaksanakan program pemberdayaan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan yaitu pelatihan pembuatan peraturan desa, pelatihan pembangunan karakter menjaga lingkungan bersih-sehat dan pengadaan fasilitas umum serta pelatihan produksi minuman olahan dari hasil pertanian lokal (terong belanda). Ketiga program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan desa Ngadas menjadi desa wisata adat.

DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v2i22017p096


Keywords


pemberdayaan masyarakat; pendidikan nonformal; desa wisata adat.

Full Text:

PDF

References


Chambers, Robert. (1996). Participatory Rural Appraisal;Memahami Desa Secara Partisipatif. Penyunting: Prabowo Adi nugroho. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Denzin, Norman K, dan Lincoln, Yvonna. (2009). Handbook of Qualitative Research. terjemahan Dariyatno, dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fagence, Michael. (1997). “Approches To Planning For Rural And Village Tourism Realizing The Potential Of Rural Areas And Villages”. In Proceedings on the training and workshop on Planning Sustainable Tourism, ed. Minnery, John, Gunawan Myra P. Bandung :Penerbit ITB.

Pitana, Gde. (2004). Mispersepsi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata. Bali Post Online. http://www.balipost.co.id.

Priyasukmana, S. dan Mulyadin R.M.. (2001). “Pembangunan Desa Wisata: Pelaksanaan UU Otonomi Daerah”. Info Sosial Ekonomi, 2(1).

Rubi, Bambang, dkk., (2015). Buku Informasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Malang: TNBTS.

Wrihatnolo, R.Randy dan Dwidjowijpto, Riant Nugroho. (2007). Manajemen Pemberdayaan Sebuah Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

…….. (2014). Peraturan Desa Nomor 01 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Tahun 2014-2019 Desa Ngadas- Malang.

…….. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2013 Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Vina Salviana Darvina Soedarwo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:
Sociology Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Semarang St. No. 5 Building I3-101 65145.
Phone. (0341) 551312. line. 375, 376 (20)
Homepage: http://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/index
email: jsphum@yahoo.co.id

ISSN 2502-7875 (printed)
ISSN 2527-5879 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.