DIENG CULTURE FESTIVAL: MEDIA KOMUNIKASI BUDAYA MENDONGKRAK PARIWISATA DAERAH

Retno Dyah Kusumastuti Anjang Prilia

Abstract


Abstrak: Budaya memiliki peran dominan dalam mendukung sektor pariwisata suatu daerah. Begitu juga dengan Kabupaten Banjarnegara yang mewujudkan visi dan misi terkait budaya melalui penyelenggaraan Dieng Culture Festival yang dinobatkan sebagai satu dari tiga festival budaya Indonesia paling populer di dunia. Upaya melestarikan budaya daerah menjadi penting supaya tidak tergerus arus globalisasi. Upaya melestarikan dilakukan dengan mengenal keanekaragaman budaya itu sendiri, sehingga dirasa penting mengkaji setiap unsur pada rangkaian Dieng Culture Festival yang sarat makna budaya sebagai esensi dari proses komunikasi budaya.Penelitian kualitatif ini menggunakan paradigma konstruktivisme untuk memberikan gambaran atas makna budaya pada rangkaian acara Dieng Culture Festival. Data untuk mendukung penelitian ini dihimpun dari wawancara dengan pegiat budaya Dieng dan kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah seluruh rangkaian acara dalam Dieng Culture Festival mengkomunikasikan budaya Jawa pada umumnya dengan tambahan kearifan lokal masyarakat Dieng yang khas, yang dipengaruhi oleh kepercayaan yang berkembang di masyarakat sekitar.

Kata Kunci: Budaya, Kearifan Lokal, Dieng Culture Festival, Komunikasi Budaya

Abctract: Culture has a dominant role in supporting the tourism sector of a region. Likewise with the District of Banjarnegara that embodies the vision and mission related culture through the implementation of Dieng Culture Festival is crowned as one of the three most popular Indonesian cultural festivals in the world. Efforts to preserve regional culture is important so as not to be eroded by the flow of globalization. Conservation efforts are done by recognizing the cultural diversity itself, so it is important to study each element in the series of Dieng Culture Festival which is full of cultural significance as the essence of the process of cultural communication. This qualitative research uses constructivism paradigm to provide an overview of cultural meaning in the series of events Dieng Culture Festival . Data to support this study were collected from interviews with Dieng cultural activists and literature review. The result of this research is the entire series of events in Dieng Culture Festival communicating Javanese culture in general with the local wisdom of typical Dieng community, which is influenced by the growing beliefs in the surrounding community.

Keywords: Culture, Local Wisdom, Dieng Culture Festival, Cultural Communication



Keywords


Budaya, Kearifan Lokal, Dieng Culture Festival, Komunikasi Budaya

Full Text:

FULLTEXT PDF

References


Bungin, B.H.M. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Giddens, A. 1994. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.

Giddens, A. 2001. Runaway World: Bagaimana Globalisasi Merombak Kehidupan Kita. Jakarta: Gramedia.

Hidayat, F. 2013. Tiga Festival Budaya Indonesia Paling Terkenal di Dunia. Artikel. Berita Online www.beritasatu.com, Edisi 20 Agustus 2013. Tersedia dalam http://www.beritasatu.com/food-travel/132887-3-festival-budaya-indonesia-paling-terkenal-di-dunia.html diakses pada 12 Januari 2017 pukul 13.48

http://www.budparbanjarnegara.com

http://www.pikiran-rakyat.com/wisata/2016/08/08/sukses-ribuan-orang-serbu-dieng-culture-festival-2016-376860/page/0/1

Nellyani. 2016. Fantastis, Ini Keuntungan yang Diraup Selama Event Dieng Culture Festival 2016. Artikel. Berita Online www.pojoksatu.com Edisi 9 Agustus 2016. Tersedia dalam http://pojoksatu.id/wonderful-indonesia/2016/08/09/fantastis-keuntungan-diraup-event-dieng-culture-festival-2016/ diakses pada 10 Januari 2017 pukul 16.02

Panggabean, T. T. N.. 2013. Tinjauan Makna dan Bahasa Visual pada Iklan Papan Reklame Kampanye Politik: Analisis Semiotika Iklan Papan Reklame Kampanye Politik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2013. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Saifuddin, A. F. 1997. Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta: Prenada Media.

Sendjaja, S. D., dkk. 2009. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sutarso, J. 2012. Menggagas Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. Jurnal. Prosiding Seminar Nasional “Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal” dalam rangka Dies Natalies Jurusan Ilmu Komunikasi Univ. Jend. Soedirman Ke-14. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.

West, R dan Lynn H.T. 2008. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi: Buku 1 Edisi Ke-3. Terjemahan Maria Natalia Damayanti Maer. Jakarta: Salemba Humanika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Retno Dyah Kusumastuti Anjang Prilia



Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  

 

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter