PERKEMBANGAN BUDAYA INDIS PADA BIDANG ARSITEKTUR DI MALANG RAYA TAHUN 1900-1942

Jati Saputra Nuriansyah

Abstract


In this article, we discuss the development of Indis culture in Malang Raya which influences the culture of society, especially in the field of architecture. The writing of this article was motivated by the existence of buildings that were influenced by Indis culture in Malang Raya in 1900-1942. The purposes of this article are 1) To know the history of Indis culture and its development; 2) To know Malang Raya as the new city of the Dutch East Indies; 3) To determine the cross between Indies and Javanese cultures in Malang Raya.

Dalam artikel ini memuat tentang perkembangan budaya Indis di Malang Raya yang berpengaruh pada kebudayaan masyarakat, khususnya pada bidang arsitektur. Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh adanya bangunan-bangunan yang mendapat pengaruh dari budaya Indis di Malang Raya pada tahun 1900-1942. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini yaitu 1) Untuk mengetahui sejarah budaya Indis dan perkembangannya; 2) Untuk mengetahui Malang Raya sebagai perkotaan baru Hindia Belanda; 3) Untuk mengetahui persilangan budaya Indis dan Jawa di Malang Raya.


Keywords


Akulturasi; Indis; Malang Raya; Silang Budaya

Full Text:

PDF

References


Cahyono, Dwi. 2011. Sejarah Daerah Batu, Rekonstruksi Sosio-Budaya Lintas Masa. Batu: Jejak Kata Kita

Handinoto. 1996. Perkembangan Kota Malang pada Jaman Kolonial (1914-1940). DIMENSI (Journal of Architecture and Build Environtment), Vol. 22, No. 1, hlm. 1-19

Handinoto, 2009. Daendels dan Perkembangan Arsitektur di Hindia Belanda Abad 19. DIMENSI (Journal of Architecture and Build Environtment), Vol. 36, No. 1, hlm. 43-53

Puspitasari, Maharani, Antariksa, & Astrini Wulan. 2016. Sumbu Pola Ruang Dalam Rumah Tinggal Di Kawasan Pecinan Kota Batu. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Vol. 4, No. 4, hlm. 1-9.

Ramadanta, Asyra. 2010. Kajian Tipologi dalam Pembentukan Karakter Visual dan Struktur Kawasan (Studi kasus: Kawasan Ijen, Malang). Jurnal SMARTek, Vol. 8, No. 2, hlm. 130-142.

Rush, James R. 2013. Jawa Tempo Doeloe: 650 Tahun Bertemu Dunia Barat 1330-1985. Terjemahan Maria Agustina. Jakarta: Komunitas Bambu. 1996

Santoso, Joko Triwinarto., Suryasari, Noviani, dan Antariksa. 2013. Tradisionalisme dalam Arsitektur Kolonial Belanda di Kota Malang. Jurnal RUAS, Vol. 11, No. 2, hlm. 37-50.

Soekiman, Djoko. 2014. Kebudayaan Indis Dari Zaman Kompeni sampai Zaman Revolusi. Depok: Komunitas Bambu

Sulistyo, Wahyu Djoko. 2019. Study on Historical Sites: Pemanfaatan Situs Sejarah Masa Kolonial di Kota Batu sebagai Sumber Pembelajaran Berbasis Outdoor Learning. Indonesian Journal of Social Science Education, Vol. 1, No. 2, hlm. 124-135.

Suprapta, Blasius. 2016. Model Pemanfaatan Cagar Budaya untuk Kesejahteraan Masyarakat Studi Kasus Event Malang Kembali. Jurnal Sejarah dan Budaya, Vol. 10, No. 1, hlm. 11-30.

Utami, Lusia Savitri Setyo. 2015. Teori-Teori Adaptasi




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v1i12021p52-63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

JOIN Indexed By:

        Akreditasi Sinta Jurnal Fluida | Fluida

Flag Counter

Web Analytics Made Easy - Statcounter View My Stats