Sejarah pementasan kelompok Loddrok Rukun Famili tahun 1945-1990-an di Kabupaten Sumenep
Abstract
The history of performing arts in Madura be an interesting discussion to be discuss, the performing arts in Sumenep a lots of variety for example lodrok. The oldest lodrok’s group in Sumenep is Rukun Famili formed in 1945. This study focus on alteration in technique stage use by this group “Rukun Famili” and the factor that underlying changes and the impact of these changes on the local art performances of Sumenep. This research uses historical methods with direct research to get valid data sources, and the depth study to books, articles and interviews with sources who knows about arts Sumenep Loddrok. The research showing that stage technical changes implemented by Rukun Famili group supported by the development of science and technology and the people who changes their tastes and leave traditional art and this changes has an impact on other performing arts for example topeng dhalang.
Sejarah seni pertunjukan di Madura menjadi sebuah kajian menarik untuk dibahas, selama ini seni pertunjukan di Sumenep cukup beragam salah satu contohnya Loddrok. Kelompok Loddrok tertua di Sumenep yaitu Rukun Famili yang dibentuk pada tahun 1945. Studi ini memfokuskan pada perubahan yang terjadi pada teknis pementasan yang digunakan kelompok Rukun Famili dan faktor yang mendasari perubahan tersebut serta pengaruh perubahan tersebut terhadap seni pertunjukan lokal Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan terjun langsung ke lapangan guna mendapatkan sumber-sumber data yang relevan, serta kajian mendalam terhadap buku, artikel, dan wawancara dengan narasumber yang berkecimpung dalam kesenian Loddrok di Sumenep. Studi ini menunjukkan bahwa perubahan teknis pementasan yang diterapkan oleh kelompok Rukun Famili didorong dengan pesatnya perkembangan IPTEK serta selera masyarakat yang berubah dan mulai meninggalkan kesenian tradisional. Perubahan tersebut juga berdampak terhadap seni pertunjukan lainnya, yaitu Topeng Dhalang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Apsari, P. D. (2015). Eksistensi seni pertunjukan Ludruk Karya Budaya di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto (1969-2012) serta nilai pendidikan moralnya (Doctoral dissertation). Universitas Negeri Malang.
Basudewa, D. G. Y., & Titasari, C. P. (2015). Kesetaraan Ornamen Kala-Makara dengan Karang Bhoma: Studi Kasus di Pura Dalem Desa Taman Pohmanis. Forum Arkeologi, 28(3), 177-186.
Bouvier, H. (2002). Lèbur: seni musik dan pertunjukan dalam masyarakat Madura. Yayasan Obor Indonesia. Yogyakarta.
Fani, Dwi F., & Ridhoi, R. (2020). “Substansi cerita dalam pementasan Ludruk rukun famili di Kabupaten Sumenep, 1945-2000” dalam Dari Ajhing Hingga Ketoprak Perjalanan Historis Kesenian Ludruk Di Sumenep Madura Sejak 1940-An. Malang: Java Creative.
Hasanah, I., & Abdillah, A. (2018). Bentuk pertunjukan teater tradisional ketoprak ludruk rukun famili di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. APRON
Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, 2(12).
Jakob, S. (2001). Seni Pertunjukan Di Indonedia Suatu Pendekatan Sejarah. Performing Arts in
Indonesia, An Approach to the History). Bandung: STSI Press Bandung.
Larasati, E. D. (2016). Bentuk dan makna simbolik tayub rukun karya dalam rangkaian ritual
rokat tase’ masyarakat Desa Tanjung Selatan Kecamatan Saronggi Kabupaten
Sumenep. APRON:Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, 2(8).
Lisbijanto, H. (2013). Ludruk. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Peacock, J. L., & Prasetyo, E. (2005). Ritus modernisasi: aspek sosial & simbolik teater rakyat Indonesia. Desantara. Depok: Kajian Perempuan Desantara. Retrived from
.
Ridhoi, R.,Utama,A. N. A.,&Sayono, J. 2021. “History of the Ludruk Rukun Famili in Sumenep Madura Island, 1943–1997.” In Development, Social Change and Environmental Sustainability: Proceedings of the International Conference on Contemporary Sociology
and Educational Transformation (ICCSET 2020), Malang, Indonesia, 23 September 2020, 14. Routledge.
Santoso, M. (2016). Transformasi bentuk tari srimpi dalam pembukaan Loddrok rukun famili
di Kabupaten Sumenep–Madura. Solah, 6(2).
Supriyanto, H. (2001). Ludruk Jawa Timur: pemaparan sejarah, tonel direksi, manajemen dan
himpunan lakon. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur. Retrived
from .
Wahyudi, I. (2012). Perancangan ilustrasi backdrop panggung kesenian Topeng Dalang:(studi
kasus kelompok kesenian Topeng Dalang Sinar Kemala Desa Paberresan Kabupaten
Sumenep Madura) (Doctoral dissertation). Universitas Komputer Indonesia.
Wahyuningsih, A. I. (2015). Propaganda Pemerintah Pendudukan Jepang di Jawa Timur: Studi
Kasus Penggunaan Ludruk sebagai Media Mobilisasi Tahun 1942-1945. (Skripsi Jurusan
Sejarah FIS UM). Tidak diterbitkan.
Zulkarnain, H. I. (2004). Aneka ragam kesenian Sumenep. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Sumenep.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v2i12022p65-81
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JOIN Indexed By:





.png)