Perkembangan sentra industri opak gambir di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan dan pengaruhnya terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat tahun 1987-2019
Abstract
The development of micro, small, and medium enterprises (UMKM) have an important role in the economic sector for employment creation and also as sources of economic growth. Geographical grouping of at least twenty enterprises in the industrial manufacturing sector producing more or less the same products is called industrial cluster. According to official data of the Department of Industry and Commerce, Blitar City has at least fourteen industrial clusters, one of them is "opak gambir” industrial cluster located in Plosokerep village. This research aims to explain the history of the opak gambir industrial cluster in Plosokerep from 1987 to 2019 and how the development of this industrial cluster affects the society of Plosokerep in the economic sector. As a historical research, this study uses historical study methods as research tools by doing topic selection, heuristic, source criticism, interpretation, and historiography. This study shows that the industrial cluster of opak gambir in Plosokerep village started to emerge in the 1980s. The emerging of this industrial cluster began when a few people of Plosokerep sold their product in famous tourist objects in Blitar city such as Istana Gebang and Makam Bung Karno and it made opak gambir known as one of the traditional snacks from Blitar. The main contribution of this industrial cluster in the economic sector is to decrease unemployment and generally to increase the income of Plosokerep residents.
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam sektor ekonomi untuk penciptaan lapangan kerja dan juga sumber pertumbuhan ekonomi. Pengelompokan geografis dari sekurang-kurangnya dua puluh perusahaan di sektor industri manufaktur yang menghasilkan produk yang kurang lebih sama disebut klaster industri. Menurut data resmi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kota Blitar memiliki sedikitnya empat belas klaster industri, salah satunya klaster industri "'opak gambir" yang terletak di Desa Plosokerep. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah klaster industri opak gambir di Plosokerep sejak tahun 1987 hingga 2019 dan bagaimana perkembangan klaster industri ini mempengaruhi masyarakat Plosokerep di bidang ekonomi. Sebagai penelitian sejarah, penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah sebagai alat penelitian dengan melakukan pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kajian ini menunjukkan bahwa klaster industri opak gambir di Desa Plosokerep mulai bermunculan pada tahun 1980-an. Munculnya klaster industri ini bermula dari segelintir warga Plosokerep menjual produknya di objek wisata terkenal di kota Blitar seperti Istana Gebang dan Makam Bung Karno sehingga opak gambir dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional dari Blitar. Kontribusi utama dari klaster industri ini di bidang ekonomi adalah mengurangi pengangguran dan secara umum meningkatkan pendapatan penduduk Plosokerep.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anggraeni, F. D. (2013). Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Melalui Fasilitasi Pihak Eksternal dan Potensi Internal (Studi kasus pada kelompok usaha" Emping Jagung" di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang) (Doctoral dissertation, Brawijaya University).
Daliman. (2012). Metode Penelitian Sejarah. Ombak.
Daliman. (2012). Manusia dan Sejarah. Ombak.
Dwi Nuraeni, wawancara pribadi, 28 Januari, 2020.
Dian Kartikawati, wawancara pribadi, 16 April, 2021
Abd, H. (2011). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Ria, wawancara pribadi, 30 Maret, 2021.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Tiara Wacana.
Kartodirdjo, S. (2014). Pengantar Sejarah Indonesia Baru Jilid 2. Yogyakarta: Ombak.
Mahmudah, wawancara pribadi, 05 April, 2021.
Nurachma, D. (2022). Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perempuan di Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 10(2).
Saleh, I. A. (1986). Industri Kecil: Sebuah Tinjauan dan Perbandingan. LP3ES.
Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi Sejarah. Ombak.
Setiawan, W. D. (2015). Dinamika Industri Kerajinan Kendang Jimbe di Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar Tahun 1997-2014. Skripsi tidak diterbitkan: Universitas Negeri Malang.
Tambunan, T. (2012). Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia. LP3ES.
Tambunan, T., & Supratikno, H. (2004). The Development of Small and Medium Entreprises Clusters in Indonesia. Gadjah Mada International Journal of Business, 6(1), 29-44.
Wasono, A. (2018). Strategi Pengembangan Pariwisata Melalui Program Masyarakat Berdaya Menuju Kota Pariwisata (MAYA JUWITA) di Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar. Revitalisasi: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 7, Nomor 4.
Wijaya, D. A. (2015). Perkembangan Industri Kerajinan Tempurung Kelapa di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar tahun 2009-2014. Skripsi tidak diterbitkan : Universitas Negeri Malang.
Yusuf, S., Seftiana, E., & Lidyah, R. (2022). Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai Sendi Perekonomian Indonesia. Journal of Regional Economics Indonesia, 3(2), 30-47.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v3i32023p364-378
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JOIN Indexed By:





.png)