Sejarah desa: Transformasi Desa Pendung Talang Genting dari perkebunan ke kampung santri (1920-2022)

Budi Darmawan, Nuranisa Fitri

Abstract


This research aims to describe the development of Pendung Talang Genting from pre-colonial times to the independence era focus on geographical, cultural, economic and religious aspects. The method is historical with four main steps: data collection, data testing, data interpretation, and history writing. The community maintains the cultural heritage and customs of their ancestors, maintains local wisdom and Islamic values in various cultural and religious activities. Its economy depends on rice farming and fishing. This village has existed since before Dutch colonialism in Kerinci, and separated from Kemendapoan Seleman in Dutch colonial era, and experienced economic and political interference from the colonials because of its Coffee comodity. With economic development and the influence of Islam, people increased their understanding of religion, which continued until Indonesian independence. In 2009, the Islamic boarding school in Pendung Talang Genting was reopened to strengthen Islamic education and life. Village regulations were also adopted to regulate the community's religious and cultural activities, including rules relating to the wearing of the hijab, participation in Al-Qur'an recitations, and the prohibition of alcohol and drugs. For decades, Pendung Talang Genting Village has maintained its identity as a "Kampung Santri," emphasizing Islamic values, and caring for local cultural heritage.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan Desa Pendung Talang Genting dari masa pra-kolonial hingga era kemerdekaan dengan fokus pada aspek geografis, budaya, ekonomi, dan agama. Metodenya adalah sejarah dengan empat langkah utama: pengumpulan data, pengujian data, interpretasi data, dan penulisan sejarah. Masyarakatnya mempertahankan warisan budaya dan adat istiadat dari leluhur, menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai Islam dalam berbagai aktivitas budaya dan keagamaan. Ekonominya bergantung pada pertanian padi dan perikanan desa ini telah ada sejak sebelum penjajahan Belanda di Kerinci, dan memisahkan diri dari Kemendapoan Seleman selama masa kolonial Belanda dan mengalami campur tangan ekonomi dan politik dari kolonial karena pertanian kopi. Dengan perkembangan ekonomi dan pengaruh agama Islam, masyarakat meningkatkan pemahaman agama mereka, yang berlanjut hingga kemerdekaan Indonesia. Pada 2009, pesantren di Desa Pendung Talang Genting dibuka kembali untuk memperkuat pendidikan dan kehidupan Islam. Peraturan Desa juga diadopsi untuk mengatur aktivitas keagamaan dan budaya masyarakat, mencakup aturan berkaitan dengan pemakaian jilbab, partisipasi dalam pengajian Al-Qur'an, serta larangan minuman keras dan narkoba. Selama beberapa dekade, Desa Pendung Talang Genting mempertahankan identitasnya sebagai "Kampung Santri", dengan menekankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan merawat warisan budaya lokal. 


Keywords


Pendung Talang Genting; Village History; Islam; Local Culture.

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, D. (2007). Metodologi Penelitian Sejarah. Ar-Ruzz Media.

Daliman, A. (2012). Metode penelitian sejarah. Penerbit Ombak.

Darmawan, B. (2018). Sistem Pemberian Gelar Adat Pada Masyarakat Kerinci Studi Kasus Di Desa Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jamb.

Darmawan, B., Wirman, E. P., Zainal, & Efendi. (2023). Muhammad Abduh: Reformasi Dan Purifikasi Intelektualitas Dunia Pendidikan Islam Tahun 1866-1905 M. Al-Fikrah, 3(2), 188–195.

Darme, M., & Umasih. (2023). Berdirinya Organisasi Kemiliteran pada Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945). Ranah Sejarah: Journal of Historical Science and Education, 1(2), 36–44.

Data Kaur Pemerintahan Desa Pendung Talang Genting. (2018).

Faqihuddin, A. (2021). Modernisasi Keagamaan Dan Pendidikan. Tahdzib Al Akhlak, 4(2), 27–38.

Hutauruk, A. F., & Ginting, A. M. (2019). Pemerintahan Nagori Rabuhit 1968-2017. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(2), 41–57.

Inlandsch Bestuur. (1924, October 30). Sumatra-Bode.

Korintji. (1903, June 27). Twentsche Courant.

Laporan Pustu Desa Pendung Talang Genting. (2018).

Manik, R. A. (2021). Filosofi Masyarakat Kerinci Dalam Kenduri Sko (Philosophy of Kerinci Community in Kenduri Sko). Kandai, 17(1), 135.

Mardi, S. N., Zulqqaiyyim, Z., & Nopriyasman, N. (n.d.). Hegemoni Politik-Ekonomi di Kerinci Pada Masa Hindia-Belanda 1904-1942. Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 5(2), 107–116.

Mededeelingen Van Het Bureau Voo R De Bestuurszaken Der Buitenbezittingen: Aflevering VIII. (1915). In Encyclopedisch Bureau. N. V. Uitgeversmaatschappij Papyrus.

Mirdad, J., & Nofrianti, M. (2019). Pola Perlawanan Kaum Adat Dan Ulama Di Kerinci Dalam Menghadapi Kolonialisme Belanda. Majalah Ilmiah Tabuah, 23(2), 168–179.

Munawaroh, M., & Ravico, R. (2022). The Study of Living Qur’an on Al-Ma’tsurat Recitation Tradition at Darul Qur’an Islamic Boarding School Pendung Talang Genting: Studi Living Al-Qur’an pada Tradisi Pembacaan Al-Ma’tsurat di Pondok Pesantren Darul Qur’an Pendung Talang Genting. Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies, 1(2), 69–80.

Nur, R. D. (2023). Pemetaan Karakteristik Kegiatan Perikanan Di Danau Kerinci. Universitas Bung Hatta.

Openbare Verkoop Van Erfpachtsperceelen. (1941, May 17). Soerabaijasch Handelsblad.

Pettalongi, S. (2012). Local Wisdom dan Penetapan Hukum Islam di Indonesia. Tsaqafah, 8(2), 231.

Priyadi, S. (2012). Sejarah Lokal: Konsep, Metode, dan Tantangannya. Penerbit Ombak.

Sjamsuddin, H. (2020). Metodologi Sejarah. Penerbit Ombak.

Tideman, J. (1938). Djambi. In Koninklijk Nederlanden Aardrijkskundig Genootschap. Koninklijk Nederlanden Aardrijkskundig Genootschap.

Wahyudi, J. (2017). Perlawanan Depati Parbo di Mata Kolonialis Belanda di Kerinci: Suatu Kajian Sejarah Lokal. Jurnal Tamaddun, 5(1).

Wegen Op Sumatra. (1928, October 2). Bataviaasch Nieuwsblad.

Yusuf, M. (2018). Kampung Santri: Potret Pendidikan Islam di Desa Pendung Talang Genting Kabupaten Kerinci. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(2), 1–13.

Yusuf, M. M. (2014). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Anak. Jurnal Al-Bayan:Media Kajian Dan Penembangan Ilmu Dakwah, 20(1).

Zainal, Z. (2016). Dinamika Kebijakan Pemerintahan Desa di Indonesia Dari Masa Ke Masa (Studi Tahun 1979-2015). Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam, 12(1), 19–36.

Znoj, H. (1998). Sons versus Nephews dalam Indonesia: A Highland Jambi Alliance at War with The British East India Company, ca. 1800. Jurnal Stor, 65.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v3i42023p476-490

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JOIN Indexed By:

        

Flag Counter

Web Analytics Made Easy - Statcounter View My Stats