Sejarah institusi: Perlembagaan dan perkembangan teknologi penginderaan jauh di Indonesia Era Orde Baru

Ra'afian Prabowo

Abstract


Abstract

The institution for developing remote sensing technology in Indonesia was formed in 1969 during the Soeharto or New Order era and introduced this technology in 1971. The development into an institution was based on several things such as the transformation of science, the institutionalization of remote sensing science, and various political reasons in Soekarno's reign. This article uses a narrative history method and focuses on studying institutional history with the concept of institutionalization. Departing from this research, the author explains several findings presented in this article such as survey and mapping institutions from the Dutch East Indies to the era of the Soekarno government, the establishment of remote sensing technology development institutions in the Soeharto era or the New Order as well as several founding and supporting figures for one of the institutions developer of remote sensing technology.

Abstrak

Lembaga pengembang teknologi penginderaan jauh di Indonesia telah terbentuk pada tahun 1969 sejak masa Pemerintahan Soeharto atau Orde Baru dan memperkenalkan teknologi tersebut pada tahun 1971. Pengembangan menjadi sebuah institusi didasarkan atas beberapa hal seperti adanya transformasi ilmu pengetahuan, institusionalisasi ilmu penginderaan jauh dan berbagai alasan politis pada masa Pemerintahan Soekarno. Artikel ini menggunakan metode sejarah naratif dan memfokuskan pada kajian Sejarah Institusi dengan konsep perlembagaan. Berangkat dari penelitian ini, penulis memaparkan beberapa temuan yang dipaparkan dalam artikel ini seperti Institusi survei dan pemetaan sejak Hindia Belanda sampai era Pemerintahan Soekarno, pendirian institusi pengembang teknologi penginderaan jauh di Era Pemerintahan Soeharto atau Orde Baru serta beberapa tokoh pendiri dan pendukung untuk salah satu lembaga pengembang teknologi penginderaan jauh tersebut.


Keywords


Geospatial Information Agency; Kardono Darmojoewono; Soetanto.

Full Text:

PDF

References


Darmojoewono, K. (1972). Perkembangan Geomorfologi dalam Lingkungan Ilmu Geografi. Laporan Penelitian. Universitas Gadjah Mada (UGM).

Darmojoewono, K. (1982). Monitoring dalam rangka Pembangunan Regional, Edisi Khusus dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun XIX, 1 – 7. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (FGE UGM).

Ikawati, Y. & Setiawati, D. R. (pen.), (2009). Survei dan Pemetaan Nusantara. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) & Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek).

Ikawati, Y. & Setiawati, D. R. (pen.), (2016). Peran Informasi Geospasial dalam Pembangunan Indonesia. Badan Informasi Geospasial (BIG) & Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek).

Information Division of the Embassy of Indonesia in the United States of America (USA), (1984). Economy: Indonesia – France Discussion On Economic Use Of Satellite Opens. Indonesia: News and Views, 4 (5), 6–7.

Juniati, E. (2019). Memotret Indonesia dari Udara. Badan Informasi Geospasial (BIG).

Kalensky, Z.D., Darmojoewono, K., Potts, T.F. & Michino, T. (1978). Thematic Map of Lombok Island from Landsat Computer Compatible Tapes. Proceedings of the 12th Symposium on Remote Sensing of Environment, Manila, Philippines.

Kalensky, Z.D., Darmojoewono, K. & Kaser, J. (1980). Resources Mapping by Landsat in Developing Countries. Proceedings of the 14th Symposium on Remote Sensing of Environment, San Jose, Costa Rica.

Kuntowijoyo (2008). Penjelasan Sejarah. Tiara Wacana.

Martha, S. (ed.) (2000). Pendekatan Geografi untuk Pembangunan: Mengenang 2 Windu Wafatnya Prof. Drs. Kardono Darmojoewono (1984 – 2000). Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) serta Ikatan Geografiwan Universitas Gadjah Mada (IGEGAMA).

S. Darmowarsito, wawancara pribadi, 11 Oktober, 2023.

S. Worosoeprodjo, wawancara pribadi, 20 Oktober, 2023.

Soetanto (2013). Metode Penelitian Penginderaan Jauh. Penerbit Ombak.

Soetanto (2013). Soetanto: Merintis Pendidikan Penginderaan Jauh di Indonesia. Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (BPFG UGM).

Zuharnen, wawancara pribadi, 14 September, 2023.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v4i32024p271-280

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

JOIN Indexed By:

        Akreditasi Sinta Jurnal Fluida | Fluida

Flag Counter

Web Analytics Made Easy - Statcounter View My Stats