Tradisi Masoak Dusun Sungai Liuk: sosio-cultural dan nilai kekerabatan dalam tradisi masyarakat

Iqra Pandu Wijaya

Abstract


Abstract
Traditions are part of society because they are born from the patterns and procedures of people's lives, so that traditions become the identity of the people who have them. This article was written to export the local traditions of the people of Sungai Liuk Hamlet, namely the Masoak tradition. The research method uses descriptive qualitative, the type of research is ethnography. Research sources were obtained by observation, interviews and documentation. The Masoak tradition is a local tradition of the Sungai Liuk Hamlet community which is carried out by individuals who perform the sacrificial service on the Eid al-Adha holiday. The Masoak tradition is based on jokes between communities, but contains high kinship values. This traditional procession is carried out by saying the name, title or nickname of a person who has a family relationship with the person performing the sacrifice or implementing the Masoak tradition. Apart from that, the Masoak tradition is carried out by relatives who have certain kinship terms according to the kinship terms of the Sungai Liuk Hamlet community.

Abstrak
Tradisi merupakan bagian dari masyarakat karena lahir dari pola dan tata cara kehidupan masyarakat, sehingga tradisi menjadi identitas masyarakat yang memilikinya. Tulisan ini dibuat untuk mengekspor tradisi lokal masyarakat Dusun Sungai Liuk yaitu tradisi Masoak. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, jenis penelitiannya adalah etnografi. Sumber penelitian diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Tradisi Masoak merupakan tradisi lokal masyarakat Dusun Sungai Liuk yang diadakan individu yang menunaikan ibadah qurban pada hari raya Idul Adha. Tradisi Masoak berbasis lelucon antar masyarakat, namun mengandung nilai kekerabatan yang tinggi. Prosesi tradisi ini dilakukan dengan cara menyebut nama, gelar atau panggilan dari orang yang memiliki hubungan keluarga dengan orang yang menunaikan ibadah qurban atau pelaksana tradisi Masoak. Selain itu tradisi Masoak dilakukan oleh kerabat-kerabat yang memiliki istilah kekerabatan tertentu menurut istilah kekerabatan masyarakat Dusun Sungai Liuk.

Keywords


tradition; masoak; sosio-cultural

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. (2016). Qurban: Wujud Kedekatan Seorang Hamba Dengan Tuhannya. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 14(1), 109–116.

Abdurahman, D. (2011). Metode Penelitian Sejarah Islam. Ombak.

Afria, R. (2019). Variasi Leksikal Isolek Tiga Desa Di Kecamatan Bukitkerman Kabupaten Kerinci Kajian Dialektologi. Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 5(2), 88–108.

Aridiantari, P., Lasmawan, I. W., & Suastika, I. N. (2020). Eksistensi Tradisi Dan Budaya Masyarakat Bali Aga Pada Era Globalisasi Di Desa Trunyan. Ganesha Civic Education Journal, 2(2), 67–80.

Auliahadi, A., & Salmal, Y. (2022). Sejarah Perkembangan Budaya Suku Kerinci: Sejarah Perkembangan Budaya Suku Kerinci. Thullab: Jurnal Riset Dan Publikasi Mahasiswa, 2(1), 91–100.

Daliman, A. (2015). Metode Penelitian Sejarah. Ombak.

Endaswara, S. (2006). Metode Teori Teknik Penelitian Kebudayaan. Pustaka Widayatama.

Faisal, S. (2007). Format–Format Penelitian Sosial. Raja Grafindo Persada.

Fitriani, R. S., & Nabila, R. (2020). Interferensi Bahasa Indonesia Sebagai Bagian Dari Rumpun Bahasa Austronesia. Seminar Nasional Arkeologi, 197–204.

Harmedianti, H., Ernanda, E., & Afria, R. (2023). Variasi Leksikal Bahasa Kerinci Isolek Desa-Desa di Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci : Kajian Dialektologi. Kajian Linguistik Dan Sastra, 1(3), 257–270.

Herimanto, & Winarno. (2011). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bumi Aksara.

Indrayadi, T. (2017). The Kinship’s Addressing Term Of Sungai Liuk Dialect Of Sungai Penuh Regency. Jurnal Tarbawi, 13(02), 95–103.

Izzati, N., Ajira, N., & Ohira, N. (2023). Pelestarian Adat Bapanteh pada Tradisi Pernikahan Masyarakat Desa Hiang Kabupaten Kerinci. Prosiding Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah IAIN Kerinci, 1(1), 158–167.

Kistanto, N. H. (2017). Tentang Konsep Kebudayaan. Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan, 10(2), 1–11.

Luth, M. (1994). Kebudayaan. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Padang.

Marlina, E., Bidin, I., Azmi, Z., Putri, A. A., & Suci, R. G. (2019). Tinjauan Sosial Ekonomi dan Budaya Ibadah Qurban. Jurnal Pengabdian Untukmu Negeri, 3(2), 243–247.

Moleong, L. J. (2016). Meotodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.

Mustika, S. (2016). Makna-Makna Dan Simbol Dalam Upacara Mulo Cucu Ayae Pada Masyarakat Dusun Sungai Liuk. Universitas Negeri Padang.

Nst, A. M. (2022). Pelaksanaan Ibadah Qurban Bagi Orang Yang Sudah Meninggal. El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2), 122–142.

Nugraha, A. (2019). Perkembangan Pengetahuan dan Metodologi Seni dan Desain Berbasis Kenusantaraan: Aplikasi Metoda ATUMICS dalam Pengembangan Kekayaan Seni dan Desain Nusantara. Seminar Nasional Dan Desain: Reinvasi Budaya Visual Nusantara, September, 25–33.

Nur, A. (2018). Ibadah Qurban Dalam Perspektif Hadis. Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin Dan Filsafat, 12(1), 143–160.

Prayogi, A. (2021). Pendekatan Kualitatif dalam Ilmu Sejarah: Sebuah Telaah Konseptual. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 5(2), 240–254.

Ravico. (2019). Menelusuri Tradisi Lisan Parno (Pangku Parbayo) Adat Desa Koto Majidin, Kabupaten Kerinci Sebagai Wujud Identitas Masyarakat. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, 19(1), 1–15.

Sadzali, A. M., Anra, Y., & Putra, B. A. (2019). Menjadi Minangkabau Di Dunia Melayu Kerinci : Identifikasi Akulturasi Budaya Minangkabau Di Kerinci Ditinjau Dari Tinggalan Arkeologi Dan Sejarah. Titian: Jurnal Ilmu Humainora, 03(02), 276–293.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Suhendar, M. ., & Plen, S. (1993). Ilmu Budaya Dasar, Suatu Studi dan Aplikasi. Pionir Jaya.

Supriatna, E. (2019). Islam dan Kebudayaan (Tinjauan Penetrasi Budaya Antara Ajaran Islam dan Budaya Lokal/Daerah). Jurnal Soshum Insentif, 2(2), 282–287.

Tho’in, M., Sumadi, Efendi, T. F., Muliasari, D., Samanto, H., Utami, W. B., & Marimin, A. (2022). Sosialisasi Penyembelihan Dan Pembagian Hewan Qurban Sesuai Syariat Islam. Jurnal Budimas, 04(02), 1–7.

Warisno, A. (2017). Tradisi Tahlilan: Upaya Menyambung Silaturrahmi. Ri’ayah, 2(2), 70–79.

Wijaya, I. P. (2021). Sejarah Islam Dan Pengaruh Perkembangan Kebudayaan Islam Di Koto Bingin Dusun Sungai Liuk. Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Sayfuddin Jambi.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v4i42024p371-390

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

JOIN Indexed By:

        Akreditasi Sinta Jurnal Fluida | Fluida

Flag Counter

Web Analytics Made Easy - Statcounter View My Stats