Pelestarian Rumah Adat Betawi Pada Masa Orde Baru 1995-1997

Aisyah Syahtul Ridha

Abstract


Abstract

Betawi culture is very diverse and has characteristics that can be found to this day, such as its art, food, language, and house architecture, which makes Betawi culture have an identity that can be used as legacy from each generation to be preserved. One of the cultural heritages that can captivate the Betawi soul when seeing in person is the Betawi traditional house in Jakarta. This article aims to preserve the preservation of Betawi traditional houses during the New Order era as a Betawi identity and is important for research as a form of Betawi cultural heritage that can continue to be preserved and preserved. This research uses historical methods, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. From this research, the results obtained show that Betawi traditional houses play a role maintaining Betawi heritage through distinctive characteristics that are different from traditional houses of other tribes. Through Betawi traditional houses, many Jakarta also make this place a place for Betawi ethnic gatherings in Jakarta to stay in touch and hold various art performances, and as a Betawi rental place during the New Order era. This shows that the Betawi traditional house is not only a place for the Betawi tribe to live but also a gathering place for Betawi families for social and religious events.

Abstrak

PBudaya Betawi sangatlah beragam dan mempunyai ciri khas yang bisa ditemukan sampai saat ini, seperti keseniannya, makanannya, bahasanya, dan arsitektur rumahnya, yang membuat budaya Betawi mempunyai identitas yang dapat dijadikan warisan dari setiap generasi ke generasi untuk bisa dilestarikan. Salah satu warisan budaya yang dapat memikat jiwa Betawi ketika melihat secara langsung yaitu rumah adat Betawi di Jakarta. Artikel ini bertujuan mengkaji pelestarian rumah adat Betawi pada masa Orde Baru sebagai identitas Betawi dan penting untuk dijadikan penelitian sebagai bentuk dari warisan budaya Betawi agar dapat terus dipertahankan dan dilestarikan. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah yaitu heutistik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa rumah adat Betawi berperan dalam mempertahankan warisan Betawi melalui ciri khas yang berbeda dari rumah adat lainnya. Melalui rumah adat Betawi juga, banyak masyarakat Jakarta menjadikan tempat tersebut menjadi tempat perkumpulan etnis Betawi di Jakarta untuk bersilaturahmi serta melakukan berbagai pertunjukkan kesenian dan sebagai tempat kontrakkan Betawi pada masa Orde Baru. Dengan demikian menunjukkan bahwa rumah adat Betawi selain menjadi tempat tinggal suku Betawi namun juga sebagai tempat berkumpulnya para keluarga Betawi untuk acara sosial maupun keagamaan.

 


Keywords


Pelestarian rumah adat Betawi, Budaya Betawi, Orde Baru

Full Text:

PDF

References


Betawi, Koran Berita Yudha. (1997). Rano Karno simbol betawi Modern (p. 08). Jakarta: Sidak.Kominfo 1997.

Danardana, A. S., Wahyuni, D., Setiyanto, E., & Rahayu, R. (2022). Dinamika Identitas dalam Bahasa dan Sastra. Dunia Pustaka Jaya.

Deni Khaerudin dkk. (2016). the Doel`S Identity As a Form of Betawi Culture Actualization in the Film Si Doel Anak Betawi (1973) and Si Doel Anak Pinggiran (2011). 1973. eProceedings of Art & Design , 3(3).

Haikal, Z. E. (2005). Pusat kebudayaan Betawi di Jakarta. 1–11.

Herlambang, M. L., Kurniawati, K., & Martini, S. (2021). Peran Mohammad Toha Pada Peristiwa Bandoeng Laoetan Api Tahun 1945-1946. Historiography, 1(2), 156.

Hidayat, R., & Fakultas, J. S. (2010). Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Dari Condet ke Srengseng Sawah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16(5).

Jakarta, Koran Berita Yudha (1997). Penggusuran, Tantangan Berat Orang Betawi (p. 03). Jakarta: Sidak.Kominfo 1997.

Kini, Koran Berita. Yudha. Kesenian Betawi Riwayat Kini (1995). Tari Cokek Tanggerang (p. 08). Jakarta: Sidak.Kominfo 1995.

Koran Berita Yudha. Menikmati Hidangan di Bawah Taburan Bintang, R. (1996). Restaurant Menikmati Hidangan di Bawah Taburan Bintang, Rendesvouz,urant (p. 06). Jakarta: Sidak.Kominfo 1996.

Kultur, Koran Berita Yudha. (1997). Ketika Harus Ngontrakkan Rumah (p. 04). Jakarta: Sidak.Kominfo 1997.

Lukmansyah, N., Wasino, & Ahmad, T. A. (2016). Pengaruh Pembangunan di Jakarta Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Betawi Tahun 1966 - 1977. Journal Indonesia History, 5(1), 26–34.

Masyarakat, J., Budaya, D., Kemasyarakatan, P., Kebudayaan, D., Wahyudi, O. :, & Muhammad, A. (2012). Stereotip Orang Betawi Dalam Sinetron. In PMB) LIPI (Vol. 14, Issue 2).

Metro, Koran Berita Yudha. Komunitas. (1997). Cagar Budaya Betawi (p. 02). Jakarta: Sidak.Kominfo 1995

Oktaviani, A., Dewi, R. S., & Juwandi, R. (2024). Analisis Modifikasi Budaya dalam Perspektif Krisis Identitas Etnis Betawi. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 6(1), 1–12.

Rohmawati, N. (2019). Fenomena Tari Cokek di Jakarta. PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya, 1(2), 97–108.

Salsabila Putri, N., Salsabilla, A., Nur Aqilah, R., & Arifin, F. (2023). Menggandeng Kolonialisme: Misionarisme Dan Respon Umat Islam Di Sukabumi Pada Abad 19-20. Khazanah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 13(2), 12–34.

Sari, W. A. (2018). Akulturasi Pada Fasad Rumah Betawi Studi Kasus: Rumah Si Pitung di Marunda. Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi, 17(1), 11–20.

Sufyati, H. S., Handayani, T., & Demolingo, R. H. (2024). Strategi Pengembangan Green Halal Tourism di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. PT Arr Rad Pratama.

Suratmi, N. (2022). Multikultural: Karya Pelestarian Kearifan Lokal Kesenian Barongsai-Lion. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Tokoh, Koran Berita Yudha. (1997). Gambar Doel (p. 02). 1997. Sidak.Kominfo.

Windarsih, A. (2013). Memahami Betawi Dalam Konteks Cagar Budaya Condet dan Setu Babakan. Jakarta: Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 15Windarsi(1), 177–200.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v5i22025p109-125

Refbacks



Copyright (c) 2025 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

JOIN Indexed By:

        Akreditasi Sinta Jurnal Fluida | Fluida

Flag Counter

Web Analytics Made Easy - Statcounter View My Stats