Pengembangan dan Uji Validasi Modul Tanzpro-Biodanza untuk Subjek Anak-Anak Indonesia

Endah Puspita Sari, Libbie Annatagia, Nur Widiasmara, Marcus Stueck

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji keterbacaan modul terhadap modul TANZPRO-Biodanza yang dibuat oleh Stueck & Villegas pada tahun 1998. Modul asli diujicobakan pertama kali pada tahun 1998 oleh Stueck, Villegas, Schroder, Terren, Toro, Sack, Balzer, Mazarella, dan Toro (. TANZPRO-Biodanza adalah bagian dari konsep School of Empathy, sebuah konsep yang mengintegrasikan tentang konsep komunikasi nonverbal dari Martha Rosenberg dan paradigma biosentris TANZPRO-Biodanza dari Rolando Toro. TANZPRO-Biodanza adalah sebuah pelatihan emosi yang memungkinkan para peserta untuk mengalami pentingnya emosi; khususnya perasaan dan penggunaan emosi untuk mengelola diri. Penelitian ini menggunakan desain educational research and design (Borg dan Gall dalam Simoneau, 2007). Subjek dalam penelitian ini adalah 10 anak laki-laki dan perempuan berusia 9-10 tahun. Empat sesi TANZPRO-Biodanza diberikan kepada anak-anak, yaitu Spain, Egypt, Tanzania, dan China. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil uji keterbacaan modul menunjukkan bahwa translasi bahasa termasuk dalam kategori baik (skor 75 – 92.5 dari rentang skor penilaian 0 – 100). Selain itu, sebagian besar sesi dapat diterapkan pada subjek anak-anak Indonesia. Namun masih ada sesi yang perlu disesuaikan dengan budaya Indonesia. Pembahasan mendalam akan dijelaskan dalam tulisan lengkap.

References


Amawidyati, S. A. G. (2013). Pelatihan asertivitas untuk menurunkan frekuensi peristiwa bullying yang dialami korban. Jurnal Psikologi Integratif, 1(1), 84-96

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational research: An introduction. New York: Longman Inc

Boyd, D., & Bee, H. (2006). Lifespan developmen, 4th edition. Boston: Pearson Education.

Coplan, A., & Goldie, P. (2011). Empathy: Philosophical & psychological perspectives. New York: Oxford University Press.

Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja, cetakan ke-13. Jakarta: Gunung Mulia

Haar, B.F., & Krahẽ, B. (1999). Strategies for resolving interpersonal conflicts in adolescent: A German-Indonesian comaprison. Journal of Cross-cultural Psychology, 30(6), 667-683.

Hamzah, A. (2011). Penilaian kualitas terjemahan (studi kasus terjemahan Fiqh al islam wa adilatuh bab salat pasal 1 karya Dr. Wahbah Al-Zuhaili). Skripsi. Jakarta: Jurusan Tarjamah, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Nursyahidah, F. (Tanpa tahun). Research and Development vs Development Research. Diunduh dari https://faridanursyahidah.files.wordpress.com/2012/06/research-and-development-vs-development-research.pdf

Shaffer, D.R. (2009). Social and personality development. Belmont: Wadsworth.

Shiraev, E., & Levy, D. (2004). Cross-cultural psychology: Critical thinking and contemporary applications (2nd Ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Simoneau, C. L. B. (2007). Communities of learning and cultures of thinking: The facilitator’s role in the online professional development environment. Disertasi (Diunggah dalam http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.83.9360&rep=rep1&type=pdf


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Sains Psikologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Reference Manager : 

    

 

Aliansi:

     


Plagiarism Checker :

 

 

Creative Commons License


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.