Emotion Regulation as Predictor of Resilience in Early Adult Women Victims of Parental Divorce
Abstract
Full Text:
PDFReferences
Aji, S. D., & Kristinawati, W. (2022). Hubungan Antara Regulasi Emosi dan Resiliensi pada Karyawan Selama Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(1), 34–42. https://doi.org/10.23887/jurnal_bk.v7i1.1049
Alisabana, S. T. (2022). Hubungan Empati dengan Resiliensi Relawan Tim Tanggap Darurat Bencana Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang. Jurnal Psikologi Tabularasa, 17(1), 11–25. https://doi.org/10.26905/jpt.v17i1.8068
Awaru, A. O. T. (2021). Sosiologi Keluarga (Bahri & R. R. Rerung, Eds.). Bandung: CV. Media Sains Indonesia.
Azizah, R. N. (2017). Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Perkembangan Psikologis Anak. Al-Ibrah, 2(2), 152–172.
Azwar, S. (2019). Reliabilitas dan Validitas (4th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Statistik. (2024, February 22). Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor, 2023. Retrieved from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor.html?year=2023
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2023, July 25). Jumlah Talak dan Cerai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, 2020-2022. Retrieved from https://jatim.bps.go.id/id/statistics-table/1/MzAyOSMx/jumlah-talak-dan-cerai-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-timur-2020-2022.html
Brenner, E., & Salovey, P. (1997). Emotion Regulation During Childhood: Developmental, Inter-Personal, and Individual Considerations. In P. Salovey & D. J. Sluyter (Eds.), Emotional Development and Emotional Intelligence: Educational Implications (pp. 168–195). New York: Basic Books.
Cahyani, Y. U., & Rahmasari, D. (2018). Resiliensi pada Remaja Awal yang Orangtuanya Bercerai. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 5(2), 1–7. https://doi.org/10.26740/cjpp.v5i2.25327
Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003). Development of a New Resilience Scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76–82. https://doi.org/10.1002/da.10113
Fazira, S. H., Handayani, A., & Lestari, F. W. (2023). Faktor Penyebab Quarter Life Crisis pada Dewasa Awal. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(2), 2227–2234. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i2.13500
Fredrickson, B. L., Tugade, M. M., Waugh, C. E., & Larkin, G. R. (2003). What Good Are Positive Emotions in Crises? A Prospective Study of Resilience and Emotions Following the Terrorist Attacks on the United States on September 11th, 2001. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 365–376. https://doi.org/10.1037//0022-3514.84.2.365
Gross, J. J. (1998). Antecedent- and Response-Focused Emotion Regulation: Divergent Consequences for Experience, Expression, and Physiology. Journal of Personality and Social Psychology, 74(1), 224–237. https://doi.org/10.1037//0022-3514.74.1.224
Gross, J. J., & Thompson, R. A. (2007). Emotion Regulation: Conceptual Foundations. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of emotion regulation (pp. 3–24). New York: The Guilford Press.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hadiyah, S. N. (2020). Pengaruh Efikasi Diri terhadap Resiliensi pada Orang Dengan HIV/AIDS. Jurnal Kesehatan Mesencephalon, 6(2), 118–123.
Hanifa, B. F., & Joefiani, P. (2016). Hubungan Strategi Regulasi Emosi Secara Kognitif dengan Resiliensi pada Remaja dari Keluarga Bercerai. Universitas Padjadjaran. Retrieved from https://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2016/09/Bella-Fariza-Hanifa.pdf
Harjuna, R. T. B., & Rinaldi. (2022). Kontribusi Regulasi Emosi terhadap Resiliensi Mahasiswa dengan Rentang Usia Remaja Pasca Kematian Orangtua. Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science, 6(1), 29–44. https://doi.org/10.30762/happiness.v6i1.480
Hayati, R., Junita, N., & Amalia, I. (2023). Gambaran Resiliensi pada Anak dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai. INSIGHT: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(2), 194–207.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (5th ed.; Ridwan Max Sijabat, Ed.; Istiwidayanti & Soedjarwo, Trans.). Jakarta: Erlangga.
Khoirudin, A. (2019). Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Perkembangan Emosional dan Perilaku Sosial Anak Usia Sekolah Menengah di Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo (Bachelor’s thesis, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Ponorogo, Indonesia). Retrieved from https://etheses.iainponorogo.ac.id/6424/
Laura, S., & Ulfah, K. (2020). Hubungan Antara Self Efficacy dan Regulasi Emosi dengan Resiliensi pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan. ANFUSINA: Journal of Psychology, 3(2), 167–178. https://doi.org/10.24042/ajp.v3i2.13131
Lidiawati, K. R., Dewi, W. P., & Simamora, S. C. N. (2024). Resiliensi Ibu Tunggal: Peran Kebersyukuran dan Regulasi Emosi. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 17(3), 263–275. https://doi.org/10.24156/jikk.2024.17.3.263
Lie, F., Ardini, P. P., Utoyo, S., & Juniarti, Y. (2019). Tumbuh Kembang Anak Broken Home. Jurnal Pelita PAUD, 4(1), 114–123. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v4i1.841
Mahardhika, R. S., & Setyowati, Rr. N. (2018). Resiliensi pada Remaja yang Mengalami Perceraian Orang Tua (Studi Kasus di Kabupaten Nganjuk). Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 6(2), 384–398.
Maulidah, D., Latifah, R. A., & Nurapipah, M. (2024). Hubungan Ibu-Anak Perempuan dengan Regulasi Emosi Mahasiswi Fakultas S1 Ilmu Keperawatan. Citra Delima: Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 8(1), 39–46. https://doi.org/10.33862/citradelima.v8i1.391
Mawaddah, I. A., Taufik, & Holid, M. (2019). Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Psikologi Anak di Desa Sulek Tlogosari Bondowoso. ASA: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam (Al Akhwal Al Syakhsiyah), 1(1), 12–28. https://doi.org/10.58293/asa.v1i1.2
Mursinah, M., Maimanah, M., & Hairina, Y. (2023). Regulasi Emosi Remaja Berprestasi dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai di SMPN 3 Gambut. Jurnal Al-Husna, 4(1), 69–83.
Natsir, M., Abidin, A., & Wajdi, M. (2024). Fenomena Quarter Life Crisis (A. N. S. Putro, Ed.). Sukoharjo: Tahta Media Group.
Pahlevi, G. R., & Salve, H. R. (2018). Regulasi Emosi dan Resiliensi pada Mahasiswa Merantau yang Tinggal di Tempat Kos. Jurnal Psikologi, 11(2), 180–189. https://doi.org/10.35760/psi.2018.v11i2.2263
Purna, R. S. (2020). Gambaran Regulasi Emosi Guru di Kota Padang. Humanitas (Jurnal Psikologi), 4(2), 149–162. https://doi.org/10.28932/humanitas.v4i2.2410
Pusvitasari, P., & Yuliasari, H. (2021). Strategi Regulasi Emosi dan Resiliensi pada Ibu yang Men dampingi Anak Study From Home (SFH) di Masa Pandemi COVID-19. MOTIVA: Jurnal Psikologi, 4(2), 109–118. https://doi.org/10.31293/mv.v4i2.5844
Putri, A. D., & Suprapti, V. (2014). Resiliensi Remaja Putri Terhadap Problematika Pasca Orang Tua Bercerai. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 3(3), 164–171.
Putri, A. F. (2018). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35–40. https://doi.org/10.23916/08430011
Rahayu, A. S. (2018). Kehidupan Sosial Ekonomi Single Mother dalam Ranah Domestik dan Publik. Jurnal Analisa Sosiologi, 6(1), 82–99. https://doi.org/10.20961/jas.v6i1.18142
Reivich, K., & Shatte, A. (2003). The Resilience Factor: 7 Keys to Finding Your Inner Strength and Overcoming Life’s Hurdles. New York: Broadway Books.
Riyanto, S., & Hatmawan, A. A. (2020). Metode Riset Penelitian Kuantitatif: Penelitian di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan dan Eksperimen. Sleman: Deepublish.
Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Siswanto, D. (2020). Anak di Persimpangan Perceraian: Menilik Pola Asuh Anak Korban Percerai an. Surabaya: Airlangga University Press.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmawati, B., & Oktora, N. D. (2021). Dampak Perceraian Orang Tua bagi Psikologis Anak. SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak, 3(2), 24–34. https://doi.org/10.32332/jsga.v3i2. 3801
Suryani, S. P., & Adri, Z. (2024). Studi Fenomenologis Gambaran Regulasi Emosi pada Ibu Tunggal yang Bekerja. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 13245–13254. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.14241
Swastika, G. M., & Prastuti, E. (2021). Perbedaan Regulasi Emosi Berdasarkan Jenis Kelamin dan Rentang Usia pada Remaja dengan Orangtua Bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 26(1), 19–34. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol26.iss1.art2
Thompson, R. A. (1994). Emotion Regulation: A Theme in Search of Definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2–3), 25–52, 250–283. https://doi.org/10.2307/1166137
Ulfa, M., & Na’imah, N. (2020). Peran Keluarga dalam Konsep Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 3(1), 20–28. https://doi.org/10.31004/aulad.v3i1.45
Umroh, N. M., & Al Musafiri, M. R. (2022). Hubungan Optimisme terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Mengerjakan Skripsi. Jurnal At-Taujih, 2(2), 70–84. https://doi.org/10.30739/jbkid.v2i2.1726
Wahyudi, A. (2020). Model Rasch: Analisis Skala Resiliensi Connor-Davidson Versi Bahasa Indo nesia. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(1), 28–35. https://doi.org/10.32585/advice.v2i1.701
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v14i12025p136-149
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Sains Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Reference Manager :
|
Aliansi:
Plagiarism Checker :
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


1.png)







