MOTIVASI GENERASI MUDA DALAM MENYONGSONG REVOLUSI INDUSTRI 4.0 MELALUI PENDIDIKAN BIDANG PERTANIAN DI SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MALANG

Dwi Khonitan, Bekti Nur Utami

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan motivasi generasi muda dalam mempelajari bidang pertanian, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi generasi muda pertanian dalam mempelajari bidang pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah adalah kuantitatif model penelitian desain riset berupa causial research dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat satu Jurusan Penyuluhan Pertanian dan Jurusan Penyuluhan Peternakan STPP Malang. Populasi penelitian sebanyak 242 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik pengukuran sampel Kecjie dan Morgan. Sampel yang digunakan secara acak yaitu sebanyak 148 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki motivasi belajar tinggi dan telah memiliki hal yang mendasar sehingga mampu menjadikan driving force dalam menempuh pembelajaran di bidang pertanian. Faktor-faktor yang yang berpengaruh terhadap motivasi generasi muda adalah asal sekolah, orientasi pekerjaan, dukungan pengajar dan dukungan orang tua. Faktor-faktor tersebut memiliki koefisien regresi yang bertanda (+) positif secara berurutan yaitu 4,192, 1,490, 0,281, dan 0,247 serta angka signifikasi sebesar 0,002, 0,000, 0,009, dan 0,000 pada kepercayaan 95% (α = 0,05).

Kata kunci : motivasi, generasi muda, pertanian

DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i12019p162


References


Agus D., N. Lestari R., W. dan Jamhari. (2018). Upaya Memikat Generasi Muda Bekerja pada Sektor Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA.

Agwu, N.M., Nwankwo, E.E and Anyanwu, C.I. (2014). Determinants of Agricultural Labour Participation Among Youths in Abia State, Nigeria. International Journal of Food and Agricultural Economics 2 (1): 157-164.

Ando, I and K. Horiguchi. (2013). Japanese Agricultural Competitiveness and Migration. Migration Letters 10 (2): 144 – 158.

Arikunto, S. (2005). Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktik”. Rineka Cipta. Mataram.

Badan Pusat Statistik. (2008). Laporan Perekonomian Indonesia 2008. Jakarta.

Bi, JY. (2014). Overview of youth engagement in agriculture in China and emerging trends. CAPSA Palawija Newsletter. 31(1)6-8). Also available from: http://www.uncapsa.org/?q=palawija-rticles/ overview-youth-engagement-agriculture-china-and-emerging-trends.

Cassidy, A and B. Mcgrath. (2015). Farm, Place and Identity Construction Among Irish Farm Youth Who Migrate. Journal of Rural Studies 37 (1) : 20 – 28.

Dang, BQ. (2014). Technological consultation and backup for young generation entry into farming. FFTC-RDA 2014 International Seminar on Enhanced Entry of Young Generation into Farming; 2014 Oct 20-24; Jeonju, Korea.

Hamyana. (2017). Motif Kerja Generasi Muda di Bidang Pertanian: Studi Fenomenologi tentang Motif Kerja di Bidang Pertanian pada Kelompok Pemuda Tani di Kota Batu. Mediapsi 3 (1) : 34-42.

Katchova AL, Ahearn M. (2014). Farm land ownership and leasing: implication for young and beginning farmers. Agricultural Economics Staff Paper # 486. Lexington, KY (US): University of Kentucky, Department of Agricultural Economics

Khakim, L., D. Hastuti dan A. Widiyani. (2013). Pengaruh Luas Lahan, Tenaga Kerja, Pemggunaan Benih dan Penggunaan Pupuk terhadap Produksi Padi di Jawa Tengah. Mediagro 9 (1): 71-79.

Krejcie, R.V. dan Morgan, D.W. 1970. Determining Sample Size for Research Educational and Psychological Measurements, Vol. 30, pp. 607-610.

Ma, SJ. (2014). How to encourage young generation to engage in farming: Korea’s case. FFTC-RDA 2014 International Seminar on Enhanced Entry of Young Generation into Farming; 2014 Oct 20-24; Jeonju, Korea.

Prawesti, N., R. Witjaksono dan A.B. Raya. (2010). Motivasi Anak Petani menjadi Petani. Agro Ekonomi 17 (1): 11-18.

Sardiman, A.M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Silaban, L. R dan Sugiharto. (2010). Usaha-usaha yang Dilakukan Pemerintah dalam Pembangunan Sektor Pertanian. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA 4 (2): 196-210

Supriyati. (2010). Dinamika Ekonomi Ketengakerjaan Pertanian: Permasalahan dan Kebijakan Strategis Pembangunan. Analisis Kebijakan Pertanian 8 (1): 49-65.

Susilowati, S. H. (2015). Attracting the Young Generation to Engage in Agriculture. Proceedings The FFTC-RDA International Seminar on Enhanced Entry of Young Generation into Farming. Jeonju, Oct 20-24, page: 1 – 17.

Thamrin, M., S. Herman dan F. Hanafi. (2012). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Petani Pinang. Agrium.

Winarso, B. (2014). Dinamika Ketenagakerjaan pada Wilayah Pedesaan Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 14 (1): 1-14.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Psikologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Reference Manager : 

    

 

Aliansi:

     


Plagiarism Checker :

 

 

Creative Commons License


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.