Manajemen Inovasi Kelas dalam Mengatasi Kejenuhan Akademik pada Pembelajaran Kimia di SMA
Abstract
Keywords: classroom innovation management; academic burnout; chemistry learning.
Abstrak: Lingkungan belajar yang kondusif memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Namun, kejenuhan akademik masih menjadi salah satu hambatan yang berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian sebelumnya cenderung membahas manajemen kelas secara umum, sementara kajian yang secara spesifik mengaitkan manajemen inovasi kelas dengan kejenuhan akademik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen inovasi kelas dalam membantu siswa mengatasi kejenuhan akademik pada pembelajaran kimia. Penelitian ini dilakukan pada siswa dan guru kimia di SMA Negeri 2 Sungai Penuh dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan manajemen inovasi kelas melalui perencanaan pembelajaran yang variatif, penggunaan metode yang beragam, integrasi media digital, pengelolaan interaksi sosial, serta pemberian motivasi dan evaluasi berbasis teknologi. Strategi tersebut terbukti meningkatkan keterlibatan, minat, dan motivasi belajar siswa, sehingga membantu mengurangi kejenuhan akademik dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen inovasi kelas berperan penting sebagai strategi pembelajaran yang adaptif dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan efektif dalam mengatasi kejenuhan akademik siswa.
Kata kunci: manajemen inovasi kelas; kejenuhan akademik; pembelajaran kimia
Full Text:
PDFReferences
Alan H. Schoenfeld, A. H. (2014). What makes for powerful classrooms? Educational Researcher, 43(8), 404–412.
Amelia, R., Izzah, S. N. R., Hikmah, M. A., & Bakar, Y. A. (2025). Memahami gaya belajar siswa: Kunci keberhasilan personalisasi pembelajaran.
Andy Hargreaves, A. (2003). Teaching in the knowledge society. Teachers College Press.
Andrew J. Martin, A. J. (2008). Motivation and engagement in the classroom. Educational Psychology, 28(1), 1–16.
Anton, & Usman. (2020). Peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan pengelolaan kelas. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 4(1), 69–83.
Aprianti, K., & Mashun. (2023). Mengusut aspek regulasi perilaku dalam self regulation learning untuk mengurangi academic burnout mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 4873–4880.
Aypi, M. I., Ekawati, Y. N., & Periantalo, J. (2022). Hubungan antara hardiness dengan academic burnout siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kota Jambi. Jurnal Psikologi Jambi, 7(1), 1–14.
Azkarisa, Y. D., & Nugraha, S. P. (2023). Dukungan orang tua, efikasi diri belajar secara daring, dan burnout akademik pada siswa SMA selama Covid-19. Motiva: Jurnal Psikologi, 6(1), 60–76.
Barkley, E. F. (2010). Student engagement techniques: A handbook for college faculty. Jossey-Bass.
Barry J. Zimmerman, B. J. (2000). Self-efficacy: An essential motive to learn. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 82–91.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. Freeman.
Daga, A. T. (2021). Makna merdeka belajar dan penguatan peran guru di sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 1075–1090.
Dale H. Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective. Pearson.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2020). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Contemporary Educational Psychology, 61, 101860.
Dewi, W. C., Nur, G. F. A., Qomariyah, Yusron, M., & El-Yunusi, M. (2024). Sistem pengelolaan kelas inovatif dalam menumbuhkan minat belajar siswa MTs. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 10222–10228.
Diana Laurillard, D. (2012). Teaching as a design science. Routledge.
Dylan Wiliam, D. (2011). Embedded formative assessment. Solution Tree Press.
Erwinsyah, A. (2017). Manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 87–105.
Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). School engagement. Review of Educational Research, 74(1), 59–109.
Fraser, B. J. (2012). Classroom learning environments. Routledge.
George D. Kuh, G. D. (2009). What student affairs professionals need to know about student engagement. Journal of College Student Development, 50(6), 683–706.
Graham Gibbs, G. (2010). Using assessment to support student learning. Assessment & Evaluation in Higher Education, 35(2), 147–158.
Gusmarni, R., & Rahman, R. (2024). Penerapan metode reward dan punishment untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. JPT: Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 7392–7402.
Hattie, J. (2009). Visible learning. Routledge.
Herbert W. Marsh, H. W., & Martin, A. J. (2011). Academic self-concept and academic achievement. Educational Psychologist, 46(2), 59–70.
Izzah, N. N., & Anggoro, B. K. (2024). Inovasi pengelolaan kelas: Strategi meningkatkan disiplin dan keterlibatan peserta didik. Journal of Innovation and Teacher Professionalism, 2(3), 339–348.
Jalaludin, J., Arifin, Z., & Fathurrohman, N. (2021). Peranan manajemen kelas dalam proses pembelajaran. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Pelatihan, 5(2), 143–150.
John Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university. McGraw-Hill.
John T. Guthrie, J. T., & Wigfield, A. (2000). Engagement and motivation in reading. Handbook of Reading Research, 3, 403–422.
Kholisin, A., & Subekti, M. Y. A. (2023). Strategi guru PAI dalam mengatasi kejenuhan belajar di SMAS Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), 109–124.
Lestari, D. P., Attalina, C., & Zumrotun, E. (2024). Peran guru dalam meningkatkan interaksi sosial peserta didik dengan latar belakang keluarga broken home di kelas III SD Al-Islam Pengkol Jepara. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa, 10(2), 735–749.
Linda Darling-Hammond, L. (2006). Constructing 21st-century teacher education. Journal of Teacher Education, 57(3), 300–314.
Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding burnout. World Psychiatry, 15(2), 103–111.
Masrukin, A., & Arba’i, A. (2018). Metode diskusi dan tanya jawab dalam pembelajaran SKI untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII-H MTs Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri. Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 8(3), 451–466.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning. Cambridge University Press.
Muna, N. (2020). Strategi guru BK dalam mengatasi burnout study siswa SMKN 1 Widasari. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(1), 81–90.
Michael Fullan, M. (2007). The new meaning of educational change. Teachers College Press.
Nasir, M., Damopoli, M., & Yuspiani. (2024). Kedudukan guru sebagai pendidik. Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 120–131.
Nisa, R., Ardiansyah, M. Y., Siagian, I., Fattah, A., & Nasution, N. (2024). Peran perencanaan dalam mewujudkan pengajaran yang berkualitas. Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa, 2(4).
Nuraeni, Y. (2025). Analisis strategi guru dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa di kelas 4 SDN Bugel 3 Kota Tangerang. Cendekia Pendidikan, 4(4), 50–54.
OECD. (2018). The future of education and skills. OECD Publishing.
Patricia A. Alexander, P. A. (2006). Psychology in learning and instruction. Pearson.
Paul R. Pintrich, P. R. (2003). A motivational science perspective on student motivation. Journal of Educational Psychology, 95(4), 667–686.
Pekrun, R. (2006). The control-value theory of achievement emotions: Assumptions, corollaries, and implications for educational research and practice. Educational Psychology Review, 18(4), 315–341.
Pesona, R. D. (2021). Strategi pembelajaran bervariasi dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa pada mata pelajaran fiqih. Jurnal Pengabdi Masyarakat, 1(1).
Peter Goodyear, P. (2001). Effective networked learning. Studies in Higher Education, 26(1), 65–77.
Prima, A. (2024). Integrasi manajemen strategis dan kebijakan penyelenggaraan sekolah dasar inklusi dalam mengatasi burnout pada implementasi Kurikulum Merdeka. Alifbata: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(2), 49–65.
Ramadhan, S., Choli, I., & Rodhiyana, M. (2024). Strategi mengatasi kejenuhan belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di MTsN 20 Jakarta Timur. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keagamaan, 3(1), 1–23.
Randy L. Garrison, R. L., Anderson, T., & Archer, W. (2000). Critical inquiry in online learning. Internet and Higher Education, 2(2–3), 87–105.
Richard M. Felder, R. M., & Brent, R. (2005). Understanding student differences. Journal of Engineering Education, 94(1), 57–72.
Rozzaqyah, F. (2021). Hubungan kejenuhan belajar dalam jaringan dengan prokrastinasi akademik. Jurnal Konseling Komprehensif: Kajian Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling, 8(1), 8–17.
Santoso, E. B., Hamid, M. A., Warisno, A., Andari, A. A., & Sujarwo, A. (2023). Sistem manajemen perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di SMP Qur’an Darul Fattah Lampung Selatan. Al Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(3), 146–155.
Schaufeli, W. B., & Bakker, A. B. (2004). Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement: A multi-sample study. Journal of Organizational Behavior, 25(3), 293–315.
Schaufeli, W. B., Martinez, I. M., Pinto, A. M., Salanova, M., & Bakker, A. B. (2002). Burnout and engagement in university students: A cross-national study. Journal of Cross-Cultural Psychology, 33(5), 464–481.
Selwyn, N. (2016). Education and technology. Routledge.
Septiani, Y., & Triariani, M. (2022). Pengaruh burnout terhadap produktivitas mahasiswa PGSD Universitas Kuningan. Jurnal Kiprah Pendidikan, 1(3), 161–167.
Setiawan, R., Ismanto, H. S., & Yulianti, P. D. (2024). Faktor determinan penyebab kejenuhan belajar pada siswa. Jurnal Psikoedukasia, 1(3), 343–355.
Siregar, P., Simangunsong, N., & Siregar, P. (2024). Efektivitas penerapan ice breaking dalam pembelajaran benda di sekitarku pada siswa kelas III MIS Al-Hasanah Kota Padangsidimpuan. Nizhamiyah, 14(1), 99–108.
Suardipa, P., & Primayana, K. H. (2023). Peran penggunaan desain evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Ilma: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 158–166.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syaftinentias, W., Jayanti, W., & Wiriani. (2024). Psikologi pendidikan. Litnus.
Tanjung, W. U., & Namora, D. (2022). Kreativitas guru dalam mengelola kelas untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa di Madrasah Aliyah Negeri. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(1), 199–217.
Tumaloto, E., Ilham, A., Rizky, O. B., & Datau, S. (2024). Edukasi penggunaan media pembelajaran pendidikan jasmani berbasis augmented reality. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 3(2), 128–134.
Utami, P. D., & Sucipto, M. A. B. (2024). Tingkat perilaku burnout study pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Tegal. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 978–988.
Vincent Tinto, V. (1993). Leaving college: Rethinking the causes and cures of student attrition. University of Chicago Press.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society. Harvard University Press.
Wahyuli, R., & Ifdil, I. (2020). Perbedaan kejenuhan belajar siswa full day school dan non full day school. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(3), 188–194.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








12.png)