PENGENALAN PRODUK MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) BERBAHAN TUMBUHAN LOKAL UPAYA MENGURANGI ANGKA STUNTING KABUPATEN MALANG

Sheila Febriani Putri, Nydia Evania Nabillah, Dinda Oktavia Rieuwpassa, Andre Fiki Rahandi

Abstract


Abstrak: Stunting  merupakan balita yang panjang atau tinggi  badannya menunjukkan hasil di bawah rata-rata dibandingkan dengan standar. Rendahnya asupan gizi menjadi salah satu penyebab Stunting. Masalah ini dapat diatasi  dengan pemberian makanan pendamping ASI. Ini merupakan makanan yang diberikan kepada balita selain ASI guna untuk meningkatkan gizi balita. Melalui survei yang dilakukan dalam desa Ngingit masih tercatat adanya Stunting dikarenakan kekurangan gizi. Tim KKN Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan sosialisasi MP-ASI dan Stunting dengan tujuan mengurangi angka Stunting serta meningkatkan pemahaman Kader Kesehatan terkait dengan masalah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan adanya pendampingan pada beberapa posyandu kemudian dilanjutkan dengan program inti yakni sosialisasi MP-ASI dan Stunting. Kegiatan berjalan dengan baik ditandai dengan pemahaman masyarakat yang meningkat didukung melalui skor pre-test dan post-test. Melalui hasil evaluasi diharapkan untuk kedepannya dapat melaksanakan kegiatan sosialisasi MPASI dan Stunting dengan materi yang lebih mendalam seperti standar ukuran balita.

 

Abstract: Stunting is a toddler whose length or height shows below average results compared to the standard. The direct cause of nutritional problems, especially Stunting, is low nutritional intake. This problem can be overcome by giving complementary foods to breast milk. MP-ASI is food that is given to babies in various ways other than breast milk to improve nutrition. Through a survey conducted in Ngingit Village, Stunting is still recorded due to malnutrition. The Malang State University Community Service Team held an MP-ASI and Stunting socialization activity with the aim of reducing Stunting rates and increasing the understanding of Health Cadres related to these problems. The implementation of this activity began with mentoring in several posyandu and then continued with the core program, namely the socialization of MP-ASI and Stunting. The activity went well, indicated by the increasing understanding of the community, as seen from the results of the pre-test and post-test given. Through the results of the evaluation, it is hoped that in the future they can carry out socialization activities for MPASI and Stunting with more in-depth material such as standard sizes for toddlers.


Keywords


kuliah kerja nyata (kkn), mp-asi, sosialisasi, stunting

Full Text:

PDF

References


Bassetti, E., Zehner, E., Mayhew, S. H., Nasser, N., Mulder, A., Badham, J., Sweet, L., Crossley, R., & Pries, A. M. (2022). Nutrient profiles of commercially produced complementary foods available in Cambodia , Indonesia and the Philippines. 1–11. https://doi.org/10.1017/S1368980022001483

Bappenas R.I. (2019). Pembangunan Gizi di Indonesia. Jakarta: Bappenas Republik Indonesia

Bundy, D. A., de Silva, N., Horton, S., Patton, G. C., Schultz, L., Jamison, D. T., ... & Sawyer, S. M. (2018). Investment in child and adolescent health and development: key messages from Disease Control Priorities. The Lancet, 391(10121), 687-699.

Gómez-Martín, M., Arboleya, S., Gueimonde, M., & González, S. (2019). Nutritional composition of processed baby foods targeted at infants from 0–12 months. Journal of Food Composition and Analysis, 79, 55–62. https://doi.org/10.1016/j.jfca.2019.03.009

Hidayatullah, R, Rahastiwi, F, Randita, S, Roodoti, K, Salsabila, R, Siti, H, Silmi, Y, Selvi, R, Tania, P, Via, A, Yeni R., & Evi, M. (2021). Perilaku Pemberian MPASI Dini di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat. Vol. 1, No. 2, 137-144.

Juniar, M, Suryanto, Shaffira, I, Nur, I, Febianti, R, Afrizal, I., & Selri, A. (2022). Upaya Pengentasan Masalah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja. Journal of Community Health Development. Vol. 3, No.1

Katmawanti, S., & Mariroh, F. (2021). Is instant porridge with a high calcium content based on Moringa oleifera as an alternative baby food to prevent Stunting in Indonesia? Journal of Public Health Research, 10, 2233.

Kemenkes RI. (2021). Upaya Ibu Mencegah Anak Stunting dan Obesitas. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kesehatan.

Kemenkes RI. (2021). Buku Saku: Hasil Studi Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021.

Kemenko PMK. (2022). Kejar Target, Per Tahun Prevalensi Stunting Harus Turun 3 Persen. Siaran Pers Nomor: 16/HUMAS PMK/I/2022.

Rahayu, A, Fahrini, Y, Andini, O., & Lia, A. (2018). Study Guide-Stunting dan Upaya Pencegahannya Bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: CV Mine

Rahayu, H, Dimas, A, Ida, F, Desiani, D., & Puji, U. (2021). Edukasi untuk Mengatasi Masalah Stunting bagi Balita di Dusun Wulung, Desa Soronalan, Kabupaten Magelang. Community Empowerment. Vol. 6, No.3, 2621-4024

Rahmawaty, S., & Meyer, B. J. (2020). Stunting is a recognized problem: Evidence for the potential benefits of ω-3 long-chain polyunsaturated fatty acids. Nutrition, 73. https://doi.org/10.1016/j.nut.2019.110564

Rizki, L, Nur, M., & Aditya, B. (2021). Sosialisasi Prosedur Pemberian MPASI pada Kader Kesehatan di Kelurahan Wonokromo sebagai Upaya Menurunkan Stunting. Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat 2021 “Perguruan Tinggi Mengabdi, Menuju Desa Mandiri”. Vol.1, No.1

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi anak Kerdil (Stunting). Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan;2017

Sasmita, Lianita. (2021). Pencegahan Masalah Stunting Balita dengan Program Mayang-Wati. Jurnal Layanan Masyarakat. Vol 5, No.1, 2580-8680

Verawati, B, Nur, A., & Nopri, Y. (2021). Hubungan Asupan Protein dan Ketahanan Pangan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 5(1), 2623-1518.

WHO. (2020). Complementary feeding (online). From: https://www.who.int/healthtopics /complementary-feeding#tab=tab_1

WHO. (2020). Infant and young child feeding (online). From: https://www.who.int/ newsroom/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding

Yuwanti, Festy, M., & Meity, M. (2021).Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. 10 (1), 2598-4217.

Zulhakim., & Dian, N. (2021). Sosialisasi Pentingnya Pemberian MPASI untuk Mencegah Stunting pada Baduta di Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2775-0183.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um078v4i32022p237-246

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ipiii.pnggoogle.png

View My Stats