OPTIMALISASI PENGOLAHAN LIMBAH KULIT JERUK UNTUK PENGEMBANGAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI DESA PONCOKUSUMO

Nora Silvia Siahaan, Aghniatussalma Putranti

Abstract


Desa Poncokusumo adalah salah satu tempat terbaik untuk menghasilkan jeruk di Malang, Jawa Timur. Namun, produksi jeruk yang tinggi di wilayah ini juga menyebabkan lebih banyak limbah kulit jeruk yang belum dimanfaatkan. Tujuan dari pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk mengatasi masalah ini dengan mengubah limbah kulit jeruk menjadi produk yang menguntungkan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa dalam mengolah kulit jeruk menjadi produk seperti pektin, minyak atsiri, dan pupuk organik melalui pendekatan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Selain itu, program ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana mengelola limbah untuk menjaga kelestarian lingkungan. Hasil dari pengabdian ini diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Poncokusumo, sekaligus mengurangi dampak negatif dari limbah kulit jeruk terhadap lingkungan. Selain itu, diharapkan bahwa produk olahan dari limbah kulit jeruk akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. Melalui program ini, masyarakat Desa Poncokusumo diharapkan dapat menjadi lebih mandiri dan inovatif dengan menggunakan sumber daya lokal mereka.
Poncokusumo village is one of the best places to produce oranges in Malang, East Java. However, the high production of oranges in this region also leads to more untapped orange peel waste. The objective of this community empowerment is to address this problem by turning orange peel waste into profitable products. The programme aims to improve the knowledge and skills of villagers in processing orange peels into products such as pectin, essential oil, and organic fertiliser through a community empowerment-based approach. In addition, this programme provides knowledge to the community on how to manage waste to preserve the environment. The results of this service are expected to create new sustainable economic opportunities for the people of Poncokusumo Village, while reducing the negative impact of orange peel waste on the environment. In addition, it is expected that processed products from orange peel waste will increase community income and support the village's economic growth in a sustainable manner. Through this programme, the people of Poncokusumo Village are expected to become more independent and innovative by using their local resources.

Keywords


Limbah Kulit Jeruk, Pengolahan Limbah, Ekonomi Berkelanjutan, Desa Poncokusumo, Pemberdayaan Masyarakat, Orange Peel Waste, Waste Management, Sustainable Economy, Poncokusumo Village, Community Empowerment

Full Text:

PDF

References


Sofiah Hamzah. (2021). “Production and Characterization of Eco Enzyme Produced from Fruit and Vegetable Wastes and Its Influence on the Aquaculture Sludge.” Biointerface Research in Applied Chemistry 11(3):10205–14. doi: 10.33263/BRIAC113.1020510214

Latifah, S. W. (2018). Ibm Dusun Sukosari Desa Pandansari Poncokusumo

Kabupaten Malang. Studi Kasus Inovasi Ekonomi, 2(01), 1–6. https://doi.org/10.22219/skie.v2i01.5492

Sintia, B. (2023). Analisis Pemasaran Jeruk Siam Di Desa

Poncokusumo Kabupaten Malang (Vol. 4, Issue 1).

Pratiwi, Anizah. (2022). “Eco-Enzyme, Cara Memanfaat Limbah Dapur Untuk

Tanaman.” Kompas.Com, 24 Januari 2022.

Angrosino, M. (2007). Doing Ethnographic and Obseravational Research. Sage Publications.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ipiii.pnggoogle.png

View My Stats