Protein Jaringan Otot Ayam Broiler (Gallus gallus domesticus) pada Waktu Inkubasi yang Berbeda

Nindya Ulfa Wardhani, Umie Lestari, Nugrahaningsih Nugrahaningsih

Abstract


Perubahan pola konsumsi masyarakat yang sadar akan pentingnya gizi dan kesehatan, menyebabkan konsumsi ayam ras pedaging cenderung meningkat. Ayam ras pedaging yang paling banyak dikonsumsi adalah jenis Ayam Broiler. Salah satu kandungan tertinggi pada daging ayam broiler selain lemak adalah protein. Daging ayam mudah mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu inkubasi terhadap konsentrasi protein jaringan otot ayam broiler serta mengetahui profil protein jaringan otot ayam broiler pada waktu inkubasi yang berbeda. Berdasarkan hasil uji Anava, waktu inkubasi berpengaruh terhadap konsentrasi protein jaringan otot ayam broiler. Hasil uji Post-Hoc Duncan menunjukkan jaringan otot Ayam Broiler yang disimpan mulai 1 jam, 3 jam, 5 jam, 7 jam, 9 jam dan 11 jam konsentrasi proteinnya menurun dan berbeda nyata dibandingkan dengan inkubasi 0 jam. Visualisasi protein memperlihatkan adanya perbedaan ketebalan pita protein setelah jaringan otot ayam disimpan selama 1 jam hingga 11 jam, adanya pita protein dengan BM 53 kDa yang hilang setelah jaringan otot ayam disimpan selama 11 jam serta adanya pita protein dengan BM 60 kDa yang muncul setelah jaringan otot disimpan selama 7 jam.


Keywords


Profil Protein, Ayam Broiler, waktu inkubasi, SDS-PAGE

References


Bowker, B.C., Zhuang, H. 2013. Relationship between Muscle Exudate Protein Composition and Broiler Breast Meat Quality. Poultry Science. 92, 1385-1392.

Collin, A., Berry, C. 2005. The effect of thermal manipulation Early and Late Embryogenesison Thermotolerance and Breast Muscle Characteristics in Broiler Chickens. Poult. Sci 83 : 795 –800

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. 2015. Data Statistik Produksi Ternak Kab / Kota di Jawa Timur. (Online) (http://disnak.jatimprov.go.id/web/laya nanpublik/datastatistik/statistikpopulasi ternak, diakses tanggal 11 Januari 2017).

Hardiany, S. 2013. Cathepsin dan Calpain: Enzim Pemecah Protein dalam Sel. Jurnal Kedokteran Indonesia. 1 (1), 75-81.

Johary, S., Maeda, Y., Okamoto, S., Hashiquchi, T. 1993. Comparison of Calpain and Calpastatin Activities in Skeletal Muscle of Broiler and Layer Chicken. Journal Poultry Scient. 34(4), 819-824.

Kementrian Pertanian Republik Indonesia. 2017. Data Produksi Daging Ayam Ras Pedaging Menurut Provinsi Tahun 2012 – 2016. (Online) (http://www.pertanian.go.id/NAK-2016fix/Prod_DagingAyamRasPedaging_Prop_2016 diakses tanggal 11 Januari 2017).

Lestari, U., Aulanni’am., Purnomo, B.B., Sumitro, S.B. 2013. Human Sperm Protein 116 KDA: A Candidate Antigen For Immunocontraception Techhnology. Journal of Biological Researches. 18, 86-90.

Mudalal, S., Babini, E., Cavani, C., Petracci, M. 2014.Quantity and Functionality of Protein Fractions in Chicken Breast Fillets Affected by White Striping. Poultry Science. 93, 2108-2116.

Poedjiadi, A. 2006. Dasar – Dasar Biokimia. Jakarta : UI Press.

Schreus, F.J., Heide, V.D., Leenstra, F.R., Wit, D. 1995. Endogenous Proteolytic Enzymes in Chicken Muscles. Differences Among Strains with Different Grows Rate and Protein Efficiencies. Journal Poult Sci. 73(3), 523-527.

Sunarto. 2011. Karakteristik Pola Pita Protein Anodonta Woodiana Lea Akibat Terpapar Logam Berat Cadmium (Cd). Jurnal EKOSAINS.1 (3), 41-45.

Suradi, K. 2006. Perubahan Sifat Fisik Daging Ayam Broiler Post Mortem Selama Penyimpanan Temperatur. Jurnal Ilmu Ternak. 6 (1), 23-27.

Whipple, G.1991. Degradation Of Myofibrillar Proteins By Extractable Lysosomal Enzymes and m – Calpain and The Effects Of Zinc Chloride. Journal Anim Sci. 68, 4449-4460




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um061v1i12017p35-42

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Hayat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 


Jurnal Ilmu Hayat Stats