Makna Alasan-Alasan Tertentu dalam Kode Etik Notrais Terkait Kewajiban Menjalankan Jabatan Notaris di Kantornya

Ajeng Fitrah Ramadhan, Iwan Permadi

Abstract


This paper aims to analyze the meaning of “certain reasons” in Article 3 Paragraph 15 of the Notary Ethics Code about the obligation to carry out his position in the office and the consequences of violating these provisions against the authenticity of the deed. This study uses the normative juridical method with the statute approach and conceptual approach. The results of the study indicate that the meaning of “certain reasons” referred to Article 3 Paragraph 15 of the Notary Ethics Code is the reasons permitted by the Law, namely related to the making of a deed that is not possible to be carried out in a notary’s office. The deed is authentic if in making it does not violate one of the terms of authenticity of the notary deed even though the notary violates the provisions of Article 3 Paragraph 15.

Keywords


certain reasons, ethics code, obligation, public notary

Full Text:

PDF

References


Adjie, Habib. 2011. Kebatalan dan Pembatalan Akta Notaris. Bandung: Refika Aditama.

Harianti, Aries. 2016. Hukum Ketenagakerjaan Makna Kesusilaan dalam Perjanjian Kerja. Yogyakarta: Laksbang Pressindo. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Khie, Tong Tan. 2002. Buku I, Studi Notariat (Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi Praktek). Jakarta: Ictiar Baru

Van Hoeve. Kode Etik , Kongres Luar Biasa Ikatan Indonesia, Bandung 28 Januari 2005.

Lubis, K Suhrawardi. 2008. Etika Profesi Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Merta, M. Novansyah. 2016. Jurnal Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Kajian Tentang Keabsahan Akta Notaris yang Penandatanganannya Tidak Di Kantor.

Muhammad, Abdulkadir. 2006. Etika Profesi Hukum, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Notodisoerjo, Soegondo R. 1982. Hukum Notariat di Indonesia (SuatuPenjelasan). Jakarta: Rajawali.

Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia. 2008. Jati Diri Notaris Indonesia, Dulu, Sekarang Dan Di Masa Datang. Jakarata: PT. Gramedia Pustaka. Perubahan Kode Etik. Kongres Luar Biasa Ikatan Indonesia, Banten 29 Mei 2015.

Pramarta, Billy Adhi, dkk. 2018. Pertanggungjawaban Pidana Notaris dan Para Pihak yang Memalsukan Surat Keterangan Obyek Pewaris. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. (Online), Volume 3, Nomor 1, Halaman 22-29, Juni 2018 (http://journal2.um.ac.id/ index.php/jppk/article/view/6023/3091, diakses pada 20 April 2019)

Sulihandar, Hartanti dan Rifiani, Nisya. 2013. Prinsip-Prinsip Dasar Profesi Notaris. Jakarta: Dunia Cerdas.

Sumarningsih, Eka F. 2001. Peraturan Jabatan Notaris. Diktat Kuliah Program Studi Notariat, Semarang: Fakultas

Hukum Universitas Dipenogoro.

Tombing, Lumban G.H.S. 1999. Peraturan Jabatan. Jakarta: Erlangga. Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan. Lembaran Negara No. 117, Tahun 2004.

Republik Indonesia 2014. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan. Lembaran Negara No. 3, Tahun 2014.

Yoga, I Gusti Kade Prabawa Maha, dkk. 2018. Kewenangan Notaris dalam Pembuatan Surat Keterangan Waris Untuk Warga Negara Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. (Online), Volume 3, Nomor 2, Halaman 132143, Desember 2018 (http://journal2. um.ac.id/index.php/jppk/article/ view/7817/3746, diakses pada 20 Maret 2019)




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v4i1p15-28

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

google.pngipiii.pnggoogle.png

View My Stats