Urgensi Studi Pancasila Sebagai Kristalisasi Peradaban Bangsa Indonesia

Mathias Jebaru Adon, Antonius Mangisengi, Firminus Marianto, Antonius Barak

Abstract


This study aimed to describe the historical-cultural basis of Pancasila and to analyze the urgency of studying Pancasila as the identity of the Indonesian nation. This study used the literature study method with phenomenological analysis. The historical-cultural foundation of Pancasila, namely Pancasila, originated from the thoughts and habits of the Indonesian people, which had lasted since the ethnic era, the kingdom era, the colonial era, and the era of the national movement until now. Ethnic groups had a pattern of life that was very compact, friendly, and harmonious and lived with a family spirit. The Majapahit Kingdom and the Sriwijaya Kingdom were the pioneers in the formation of the unity of Indonesia. The Dutch East Indies colonial era raised national and state awareness because of shared destiny and struggle. The founder of the state ultimately formulated the values of the character of the Indonesian nation known as Pancasila as the identity of the Indonesian nation. The urgency of studying Pancasila as the identity of the Indonesian nation was the increasing prevalence of acts of terrorism and radicalism that threaten the integrity of the unitary state of the Republic of Indonesia. Acts of terrorism and radicalism could be minimized if the Indonesian people realized that Pancasila is essentially a wisdom that has been possessed for thousands of years.

Keywords


historical-cultural, Pancasila, the civilization of the Indonesian nation

Full Text:

PDF

References


Abi, A. R. (2017). Paradigma Membangun Generasi Emas Indonesia Tahun 2045. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(2), 85-90.

Anas, M. (2019). Menyemai Nalar Kebhinekaan dalam Mewujudkan Pendidikan Multikultural. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(1), 128-139.

Arif, S. (2016). Filsafat Kebudayaan Pancasila: Nilai dan Kontradiksi Sosialnya. Jakarta: Gramedia.

Benyamin, M. M. (2014). Landasan Historisitas, Kultural, dan Konstitusional dalam Pendidikan Pancasila: Upaya Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan. Jakarta: Universitas Atma Jaya.

Bria, M. E., & Suharno. (2018). Pendekatan Kesejahteraan sebagai Strategi Perbatasan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 81-88.

Budiyono. (2014). Hubungan Negara dan Agama dalam Negara Pancasila. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 8(3), 410-423.

Burlian, P. (2020). Pemikiran Soekarno dalam Perumusan Pancasila. Jurnal Hukum Doctrinal, 5(2), 143-169.

Fanggi, T. (2016). Studi tentang Nilai-Nilai Sosial Budaya dalam Undang (Haep) pada Upacara Kematian. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 132-142.

Hanafi. (2018). Hakekat Nilai Persatuan dalam Konteks Indonesia (Sebuah Tinjauan Kontekstual Positif Sila Ketiga Pancasila). Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 56-63.

Hasanah, U., & Budianto, A. (2020). Pemikiran Soekarno dalam Perumusan Pancasila. Jurnal Candi, 20(2), 31-54.

Hidayatillah, Y. (2017). Komparasi Nilai Kekerabatan Taneyan Lanjhang Masyarakat Madura. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(2), 146-153.

Husda, H. (2017). Rekonstruksi Sejarah Kebangkitan Nasional. Abidal, 4(3), 57-71.

Kaelan. (2013). Negara Kebangsaan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Meinarno, E. A., & Mashoedi, S. F. (2016). Pembuktian Kekuatan Hubungan antara Nilai-Nilai Pancasila dengan Kewarganegaraan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(1), 12-22.

Nurrohim. (2020). Kerajaan dan Komunitasnya: Sejarah dan Teori Keberadaan Komunitas Bahari di Masa Sriwijaya. Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam, 4(2), 133-142.

Ohoitimur, J. (2015). Ain Ni Ain: Paham Persatuan Orang Kei. Yogyakarta: Kanisius.

PGI-KWI. (2020). Pesan Natal Bersama KWI PGI Tahun 2020. Jakarta: PGI-KWI.

Poeswardojo, S. (1989). Filsafat Pancasila: Sebuah Pendekatan Sosio-Budaya. Jakarta: Gramedia.

Pradhani, S. I. (2017). Sejarah Hukum Maritim Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dalam Hukum Indonesia Kini. Lembaran Sejarah, 13(2), 186-203.

Primahendra, R., Sumbogo, T. A., Lensun, R. A., & Sugiyanto. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komitmen Generasi Z terhadap Pancasila. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 167-177.

Putra, S. D. E. (2021). Kartu Tanda Penduduk Tanpa Kolom Agama dalam Perspektif Eksistensialisme Sartre. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 126-131.

Putri, M. A., & Meinarno, E. A. (2018). Relevankah Pancasila dan Globalisasi? Mengungkap Hubungan Pancasila dan Identitas Global. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 74-80.

Rachman, M., & Wahono, M. (2018). Bursa Nilai: Model Penumbuhan Nilai-Nilai Karakter Bangsa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 89-99.

Rahayu, D. P. (2015). Aktualisasi Pancasila sebagai Landasan Politik Hukum Indonesia. Yustisia, 4(1), 190-202.

Riyanto, A. (2018). Kearifan Lokal-Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan. Yogyakarta: Kanisius.

Sasmita, W. (2018). Tradisi Upacara Ritual Siraman Sedudo sebagai Wujud Pelestarian Nilai-Nilai Sosial. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(2), 207-214.

Setiawan, J., & Hadi, R. S. (2018). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Materi Sejarah Kebangkitan Nasional. Jurnal Sejarah dan Budaya, 12(1), 39-48.

Silalahi, R., & Yuwono, U. (2018). Research in Social Sciences and Technology Ressat. Research in Social Sciences and Technology, 3(1), 109-121.

Soekarno. (1995). Pembicaraan tentang Dasar Negara Indonesia (Lanjutan). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Soepomo. (1995). Pembicaraan tentang Dasar Negara Indonesia (Lanjutan). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Sulastomo. (2014). Cita-Cita Negara Pancasila. Jakarta: Kompas.

Susilo, R. (2006). Filsafat Wawasan Nusantara. Malang: STFT Widya Sasana Malang.

Suwarna, P. J. (1993). Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Tanamal, N. A. (2020). Pancasila sebagai Landasan Visional bagi Spiritualitas Kehidupan Bangsa Indonesia dalam Menangani Intoleransi. Integritas: Jurnal Teologi, 2(1), 35-48.

Wijaya, D. N. (2016). Montesquieu dan Makna Sebuah Keadilan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 79-84.

Yamin, M. (1995). Pembicaraan tentang Dasar Negara Indonesia (Lanjutan). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Yasmis. (2008). Peranan Budi Utomo dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat. Lontar, 5(1), 1-10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

google.pngipiii.pnggoogle.png

View My Stats