PENANAMAN NILAI-NILAI KEBHINEKAAN MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH SMA

Pi'i Pi'i

Abstract


Abstrak: Penanaman nilai-nilai kebhinekaan di sekolah merupakan tanggung jawab bersama semua elemen sekolah, termasuk guru sejarah. Dalam hal ini, guru sejarah dinilai memiliki peran penting dan strategis, karena tiga alasan yaitu (1) pembelajaran sejarah membahas materi peristiwa kehidupan manusia pada lampau termasuk peristiwa-periswa yang berkaitan dengan kebhinekaan, (2) pembelajaran sejarah tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan berfikir kritis dan ketrampilan sejarah melainkan juga berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai yang bermanfaat untuk merawat kebhinekaan masyarakat, dan (3) kompetensi yang akan dicapai dalam Kurikulum 2013 tidak hanya meliputi kompetensi pengetahuan dan keterampilan melainkan juga kompetensi sikap (nilai). Banyak alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan selama model pembelajaran tersebut memperkuat pendekatan ilmiah, dan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Penanaman nilai-nilai kebhinekaan tercermin dalam proses diskusi kelompok untuk menyelesaikan dan membahas permasalahan-permasalahan yang diberikan guru yang mengacu pada sintaks model pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Hal ini akan berjalan baik, jika pembelajaran itu dirancang dengan baik dan didukung keteladanan, pembiasaan dan budaya sekolah yang kondusif.
Kata-kata kunci: nilai, kebhinekaan, pembelajaran, sejarah, makna.
Abstract: The inculcation of diversity values in school is a shared responsibility of every element in school, including history teacher. In this case, the history teacher is considered to have an important and strategic role, for three reasons: (1) historical learning discusses about the events of human life in the past includ-ing events related to diversity, (2) historical learning not only serves to develop critical thinking and historical skills but also serves to instill useful values to nur-ture the diversity of society, and (3) the competencies to be achieved in the Cur-riculum 2013 are not only the competence of knowledge and skills but also the competence of attitudes (values). Many alternative learning models can be used to instill diversity values as long as the learning model reinforces the scientific approach, and involves students actively in learning. The cultivation of diversity values is reflected in the process of group discussion to resolve and discuss the problems given by the teacher which refers to the syntax of the instructional model applied by the teacher. This will work well, if the learning is well designed and supported by exemplary school modeling, habituation and culture.
Keywords: values, diversity, history learning, significance

DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v11i22017p180


References


Amuk, W. 2016. Pembelajaran Nilai-nilai Multikulturalisme dalam Teks Sastra, dalam https://dyanarsya.wordpress.com/2016/06/29/ pembelajaran-memahami-nilai-nilai-multikulturalisme-dalam-teks-sastra/ diunduh 1 Oktober 2017 jam 10.45

Awaru, A.O.T. 2016. Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Berbasis Multikultural di Sekolah, dalam Seminar Nasional “Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Membentuk Karakter Bangsa Dalam Rangka Daya Saing Global”, Kerjasama: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makasar dan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia, Grand Clarion Hotel, Makasar, 29 Oktober 2016.

Badrika, I W. 2006. Sejarah Untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.

Direktorat PSMA. 2014. Modul Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di SMA. Jakarta: Kemendikbud.

_______.2017a. Model Pengembangan RPP. Jakarta: Kemendikbud.

_______.2017b. Panduan Pengembangan Pembelajaran Aktif. Jakarta; Kemendikbud.

_______.2017c. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Kemendikbud.

_______.2017d. Implementasi Pengem-bangan Kecakapan Abad 21 dalam Perencanaan Pelak-sanaan Pembelajaran (RPP). Jakarta: Kemen-dikbud.

Hasan, S. H. dkk. 2010. Bahan Latihan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kemen-terian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.

_______.2014. Pendidikan Sejarah dalam Kurikulum 2013 (Makalah), Solo: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebuda-yaan, Kementerian Pendi-dikan dan Kebudayaan.

Lampiran IV; Permendikbud No. 81A Tahun 2013 Tentang Pedoman Umum Pembelajaran.

Lubis, A. Y. 2006. Dekrontruksi Epistemologi Modern, dari Posmodernisme Teori Kritis Poskolonialisme hingga Catur Scinence. Jakarta: Pustaka Indonesia Satu.

Mustopo, M.H. dkk, 2003. Sejarah Untuk Kelas 1 SMA, Jakarta: Yudistira.

Nurgiyantoro, B. dan Thobroni, M. 2010. “Multikulturalisme dalam Cerita Tradisional Yogyakarta”. Jurnal Penelitian Humaniora. (Online), Jilid II Nomor 2 Halaman 154-169, https://publikasiilmiah. ums.ac.id/bitstream/handle/11617/662/5.%20muhammad%20thobroni.pdf?sequence=1 diunduh 1 Oktober 2017 jam 7.27

Permendikbud N0, 69 Tahun 2013 Tentang Struktur Kurikulum SMA/MA

Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan kompetensi Dasar.

LAMBANG NEGARA. Peraturan Pemerintah No. 66 tahun 1951, tentang Lambang Negara. (online) http://peraturan.go.id/pp/nomor-66-tahun-1951 11e44c4f4933d8508cc3313232303134.html diunduh tanggal 19 Agustus 2017.

Pi”i. 2017. Pemaknaan Relief Candi Jago dan Alternatif Dalam Pembelajaran Sejarah, dalam Prosiding Seminar Nasional ”Sejarah Lokal: Tantangan dan Masa Depan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang,

Suryo, D. 2014. Pengajaran Sejarah Dalam Pembentukan Karakter (Makalah).

Suswandari. 2015. Makna Sejarah Dalam Penguatan Karakter dan Identitas Bangsa, dalam Prosiding International Conference, FIS Universitas Negeri Malang.

Thoha, M.C. 1996. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Utami, I. W. P., dan Widiadi, A. N. 2016. Wacana Bhineka Tunggal Ika dalam Buku Teks Sejarah. Paramita: Historical Studies Journal, 26(1), 106-117.

Wineburg, S. 2008. Berfikir Historis, Memetakan Masa Depan, Mengajarkan Masa Lalu. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Zuhdi, S. 2014. Perspektif Lokal dalam Sejarah Nasional: Pelajaran Wajib atau Dalam Peminatan (Makalah).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Pi'i Pi'i



Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter