PEMANFAATAN GEOLISTRIK UNTUK IDENTIFIKASI BENDA TERDUGA ARTEFAK DI DESA PEKAUMAN, KABUPATEN BONDOWOSO
Abstract
Permasalahan yang sering muncul adalah adanya artefak yang berada di bawah permukaan tanah dan baru diketahui secara tidak sengaja setelah adanya aktivitas penggalian. Oleh karena itu diperlukan cara untuk mengetahui potensi budaya yang masih terpendam di bawah permukaan tanah. Kajian ini bertujuan untuk membahas pemanfaatan geolistrik dalam memprediksi keberadaan artefak yang diperkirakan berada di bawah permukaan tanah disekitar Taman MegalitikPekauman. Metode geolistrik adalah suatu cara untuk memperoleh gambaran struktur bawah permukaan tanah melalui pemanfaatan perbedaan sifat resistivitas suatu material. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan citra bawah permukaan tanah yang menggambarkan lapisan tanah liat, air, kerikil dan batu andesit. Ini menunjukkan bahwa metode geolistrik mampu memberikan dasar asumsi posisi koordinat dugaan benda artefak di dalam tanah. Hasil dari penelitian dengan ini menunjukkan bahwa dari tiga lintasan uji geo listrik di kawasan pengembangan kompeks Industri Plywood di Bondowoso ini, ditemukan satu batu berbentuk kubus di kedalaman 4 meter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode ini juga memudahkan penentuan titik bidang ekskavasi di lahan terduga terdapat artefak. Di masa yang akan datang geolistrik akan mempermudah penentuan titik galian ekskavasi. Metode ini juga dapat pihak pemilik lahan ketika menentukan posisi penggalian pondasi bangunan supaya tidak menghancurkan benda cagar budaya.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Broersma, R. (1913). Besoeki een Gewest in Opkomst. Scheltema & Hoelkemas Boekhandell.
Hidayat, Muhammad. (2007). “Menengok Kembali Masyarakat Megalitik Bondowoso.” Edisi No 1: 28–30.
Kalinski, J. Robert., William E. Kelly, Istvan Bogardi. (1993). “Combined Use of Geoelectric Sounding and Profiling to Quantify Aquifer Protection Properties.” First published.
Karisma, Uci. (2013). “Pola Distribusi Resistivitas Bawah Permukaan Situs Megalitikum Dengan Metode Geolistrik RES3D Di Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso.” Jember: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Loke, M. H. (1999). Rapid 2D Resistivity and IP Inversion Using the Least-Squares Method: Software Manual. Austin: Advanced Geosciences.
Nasution, Abdul Haris. (1978). Sekitar Perang Kemerdekaan. Jakarta: Disjarah AD.
Pereira, Dolores and Brian Marker, (2016) “The Value of Original Natural Stone in the Context of Architectural Heritage”. Geosciences 6. 13. Department of Geology, University of Salamanca, Spain, 6
Perpusnas. (1996). Babad Bondowoso. Jakarta: [Naskah Kuno Koleksi Perpustakaan Nasional RI].
Perry, W.J. (1918). The Megalithic Culture of Indonesia. London: Longmans Green & Co.
Riyansyah, Ahmad. (2014). “Pemanfaatan Situs Megalitikum di Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso Sebagai Sumber Belajar Sejarah.” Jember: Universitas Negeri Jember.
Rochman, Juan Pandu Gya Nur dkk (2017), “ Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis Untuk Mengetahui Bawah Permukaan di Kompleks Candi Belahan (Candi Gapura). Jurnal Geolistrik 03/01
Setiaputra, Febrie., dkk. (2005). Upaya Pelestarian Situs Glingseran Sebagai Sumber Sejarah dengan Miningkatkan Parisipasi Masyarakat Sekitar Situs berdsarakan Undang Undang No 5 Tahun 1992 [PKMM]. Jember: Jurusan Sejarah Universitas Negeri Jember.
Suprapta, Blasius. (1987). Fungsi Batu Kenong Daerah Grujugan Analisis Struktur Denah dan Temuan [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Todd, D.K. (1980). Groundwater Hydrology . John Willey Sons Inc.
Van Bemmelen, RW. (1949). The Geology of Indonesia, vol. IA, General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes (Special Edition of The Bureau of Mines In Indonesia). Energy and Mining,.
Van Heekeren, H.R. (1958). “The Bronze-Iron Age of Indonesia”. (Vol. 1–Deel XXII.). Amsterdam: Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde.
Wingkler, E.M, (1973). Stone: Properties, Durability in Man’s Environment. Second revised Edition. Journal Applied Mineralogy. Springer-Verlad Wien. New York.
Yuwono, J Susetyo. (2003). “Aspek Aspek Teknis Ekskavasi dalam Kerangka Pemahaman Transportasi Data Penelitian Arkeologi.” Yogyakarata: Puslitarkenas.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v16i12022p66-79
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya
P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

This work is licensed under a CC BY SA 4.0.





