Ardhiatama Purnama Aji dan Arif Purnomo. (2024). Mandi Air Keruh: Ekologi Politis Banjir Surakarta (1861-1938). Dramaturgi. XXII+179 hlm. 978-623-89330-0-6. IDR. 75.000

Ahmad Sholehuddin Suryanullah

Abstract


Peristiwa banjir memang tidak asing lagi bagi manusia, karena bencana ini termasuk dalam salah satu bencana paling sering terjadi, terutama pada musim hujan. Namun, fenomena banjir tidak hanya bisa dipandang dari faktor alamiah, melainkan faktor manusia juga. Soalnya, manusia memiliki peran utama dalam menjaga lingkungannya atau merusak lingkungannya. Akan tetapi, manusia tidak hanya diartikan sebagai individu saja, melainkan perkumpulan antar individu juga, atau bisa diartikan sebagai negara. Seperti halnya yang disampaikan oleh sejarawan lingkungan terkemuka Amerika Serikat yakni J. R. McNeill, bahwa putusan suatu negara sangat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan. Kasus serupa juga terjadi di wilayah Surakarta pada abad ke-19 hingga paruh pertama abad ke-20.

References


Aji, A. P., & Purnomo, A. (2024). Mandi Air Keruh: Ekologi Politis Banjir Surakarta (1861-1938). Dramaturgi.

McNeill, J. R. (2003). Observations on the Nature and Culture of Environmental History. History and Theory, 42(4), 5–43. https://doi.org/10.1046/j.1468-2303.2003.00255.x.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v19i12025p148-151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter