PENINGKATAN KARAKTER SELF LEADERSHIP MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling pada Siswa Kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016)

Donald Ivantoro, Gendon Barus

Abstract


Penelitian ini bertujuan: 1) meningkatkan karakter self leadership siswa kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 melalui layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning; 2) menganalisis peningkatan karakter self leadership antarsiklus pada siswa kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal menggunakan pendekatan experiential learning; 3) mengukur signifikansi peningkatan karakter self leadership siswa sebelum dan sesudah mendapatkan layanan bimbingan, serta mengukur signifikansi peningkatan karakter self leadership siswa antarsiklus; 4) mengukur efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning menurut penilaian siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang terlaksana dalam tiga siklus. Setiap siklus dalam penelitian ini terlaksana dalam satu kali pertemuan. Subjek penelitian ini melibatkan 34 siswa kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016. Instrumen penelitian ini berupa Tes Karakter Self Leadership, Self Assesment Scale Karakter Self Leadership, skala validasi efektifitas model menurut siswa, pedoman wawancara, dan pedoman observasi. Koefisien reliabilitas dalam Tes Karakter Self Leadership (0,798) berkategori tinggi dan Self Assesment Scale Karakter Self Leadership (0.901) berkategori sangat tinggi diukur menggunakan teknik Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan kategorisasi capaian skor, one group pretest-posttest, dan Uji paired sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) berdasarkan hasil Tes Karakter Self Leadership terdapat peningkatan karakter self leadership antara sebelum dan sesudah tindakan; 2) berdasarkan hasil Self Assesment Scale Karakter Self Leadership terdapat peningkatan karakter self leadership antarsiklus; 3) ada peningkatan karakter self leadership yang signifikan antara sebelum dan sesudah tindakan (pv=0,001) dan antarsiklus (pv=0,000); 4) menurut siswa model ini sangat efektif meningkatan karakter self leadership.

Keywords


pendidikan karakter; bimbingan klasikal; experiential learning; self-leadership

Full Text:

PDF

References


Barus, G. (2015). Menakar Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi di SMP. Cakrawala Pendidikan, Juni 2015, Th XXXIV No. 2.

BKKBN. (2014). Remaja Pelaku Seks Bebas Meningkat. [Tersedia: http://www.bkkbn.go.id] diakses tanggal 5 September 2016).

Buchori, M. (2007). Character Building dan Pendidikan Kita. [Tersedia: http://www.kompas.co.id] Diakses tanggal 27 Mei 2016.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Farozin, M. (2012). Pengembangan Model Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP. Cakrawala Pendidikan, Februari 2012, Th. XXXI No 1.

Gunarsa, S. D., & Yulia S. D. G. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta; BPK Gunung Mulia.

Hidayat, D. R., & Badrujaman, A. (2012). Penelitian Tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Indeks.

Hopkins, David. (2008). A Teacher’s Guide to Classroom Research Fourth Edition. England: Open University Press.

Kemendikbud. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning. New Jersey: Prentice Hall, Inc. Englewood Cliffs.

Musaheri. (2014). Self Leadership: Motor Penggerak Kepemimpinan Mutu Pendidikan. Jurnal Pelopor Pendidikan. 6. (2), 79-84.

Nasution. (2005). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.

Neck, C. P., & Houghton, J. D. (2006). Two Decades of Self-Leadership Theory and Research. Journal Managerial Psychology, 21(4), 270-295.

Nurihsan, A. J. (2014). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.

Rachmawati, I. (2016). Buwas, Pengguna Narkoba di Indonesia Meningkat hingga 5,9 Juta Orang. [Tersedia: http://www.kompas.com] diakses tanggal 5 September 2016.

Rogers, C. R. (1969). Freedom to Learn. Columbus: Charles E. Merrill Publishing Company.

Romlah, T. (2006). Teori dan Praktik Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Malang.

Samani, M., & Hariyanto. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Supratiknya, A. (2011). Merancang Program dan Modul Psikoedukasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Suyanto. (2011). Panduan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP, Ditjenmandikdasmen.

Zubaedi. (2012). Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasi dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.