HUBUNGAN HIGH ALTITUDE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PARU PADA PEROKOK DI DESA NGADAS KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Ali Multazam, Dimas Sondang Irawan, Sophia Hanny Amandhea, Egalia Novika Hidayat, Rama Anggara Zikrullah, Ahmad Abdullah

Abstract


Perbedaan karakteristik yang terjadi pada wilayah dataran tinggi sangat berefek besar terhadap anatomi dan fisiologis tubuh manusia, salah satunya terjadi pada sistem respirasi. Akibat perubahan karakteristik tersebut menyebabkan peningkatan kemampuan dari mereka yang berada di ketinggian, salah satunya adalah kemampuan fungsional paru. Tinggi rendahnya kemampuan fungsional paru dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya rokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara high altitude terhadap kemampuan fungsional paru pada perokok di dataran tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah anggota kelompok tani di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara high altitude terhadap kemampuan fungsional paru pada perokok di Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.


Keywords


High Altitude, VO2max, Arus Puncak Ekspirasi, SpO2

Full Text:

PDF

References


Burtscher, M. (2014). Effects of living at higher altitudes on mortality: A narrative review. Aging and Disease, 5(4), 274–280. https://doi.org/10.14336/AD.2014.0500274

Cogo, A. (2011). The lung at high altitude. In Multidisciplinary Respiratory Medicine. https://doi.org/10.1186/2049-6958-6-1-14

Gao, Y.X., et al. (2015). Psycological and cognitive impairement of long-term migrators to high altitude and the relationship to physiological and biochemical changes. European journal

Gupta, S., Mittal, S., Kumar, A., & Singh, K. D. (2013). Peak expiratory flow rate of healthy school children living at high altitude. North American Journal of Medical Sciences. https://doi.org/10.4103/1947-2714.115781

Guyton and Hall. (2014). Guyton dan Hall Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. In Elsevier, Singapore. https://doi.org/10.1016/B978-1-4160-5452-8.00020-2

Herdiyanti, S. N., Kesoema, T. A., & Ningrum, F. H. (2018). Pengaruh Deep Breathing Akut Terhadap Saturasi Oksigen Dan Frekuensi Pernapasan Anak Obesitas Usia 7-12 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 7(2), 1211–1221.

Irani, F. B., & Shinde, P. U. (2014). Research Article Peak Expiratory Flow Rate ( Pefr ): Conclusion and Recommendation.

Kaprawi, T., Moningka, M., & Rumampuk, J. (2016). Perbandingan saturasi oksigen pada orang yang tinggal di pesisir pantai dan yang tinggal di daerah pegunungan. Jurnal E-Biomedik, 4(1), 2–5. https://doi.org/10.35790/ebm.4.1.2016.10816

Kasenda, I., Marunduh, S., & Wungouw, H. (2014). Perbandingan Denyut Nadi Antara Penduduk Yang Tinggal Di Dataran Tinggi Dan Dataran Rendah. Jurnal E-Biomedik. https://doi.org/10.35790/ebm.2.2.2014.5233

Leonard, W. R. (2018). Acclimatization. The International Encyclopedia of Biological Anthropology, 1–4. https://doi.org/10.1002/9781118584538.ieba0002

McClelland, G. B., & Scott, G. R. (2019). Evolved Mechanisms of Aerobic Performance and Hypoxia Resistance in High-Altitude Natives. Annual Review of Physiology. https://doi.org/10.1146/annurev-physiol-021317-121527

Medabala, T., Rao, B. N., Glad Mohesh, M. I., & Praveen Kumar, M. (2013). Effect of cigarette and cigar smoking on Peak expiratory flow rate. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 7(9), 1886–1889. https://doi.org/10.7860/JCDR/2013/6726.3342

Nighute, S., Buge, K., & Kumar, S. (2017). Effect of Cigarette Smoking on Peak Expiratory Flow Rate : A Short Review. International Journal of Current Research in Physiology and Pharmacology, 3–5.

Noor, D. J. (2011). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, & Karya Ilmiah. In Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, & Karya Ilmiah.

Notoatmodjo Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Perossi, Jessica., Santos, Daniele., Perossi, Larissa., Moroli, Ricardo., Assuncao, Mayte., et al. (2019). Correlation Between Functional and Morphological Airway Indexes in Bronchiectasis Subjects. European Respoiratory Journal. 54: PA1257. https://doi.org/10.1183/13993003.congress-2019.PA1257

Polii, T., Rumampuk, J., & Lintong, F. (2017). Perbandingan Saturasi Oksigen pada Perokok dan Bukan Perokok di Dataran Tinggi Tomohon dan Dataran Rendah Manado. Jurnal E-Biomedik, 5(2). https://doi.org/10.35790/ebm.5.2.2017.18311

Saini, S., Vats, P., Sharma, A. K., Ray, K., Sarybaev, A., & Singh, S. B. (2018). Effect of Altitude and Duration of Stay on Pulmonary Function in Healthy Indian Males. Defence Life Science Journal, 3(3), 307. https://doi.org/10.14429/dlsj.3.12404

Saminan. (2016). Efek Perilaku Merokok Pada Saluran Pernapasan. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala.

Saptono, Dwi., Wahyuni. (2016). Perbedaan VO2max Pada Perokok yang Tinggal di Daerah Pegunungan dan Dataran Rendah di Kabupaten Boyolali. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Septia, N., Wungouw, H., & Doda, V. (2016). Hubungan merokok dengan saturasi oksigen pada pegawai di fakultas kedokteran universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal E-Biomedik, 4(2), 2–7. https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2016.14611

Soria, R., Egger, M., Scherrer, U., Bender, N., & Rimoldi, S. F. (2016). Pulmonary artery pressure and arterial oxygen saturation in people living at high or low altitude: Systematic review and meta-Analysis. Journal of Applied Physiology, 121(5), 1151–1159. https://doi.org/10.1152/japplphysiol.00394.2016

Taylor, A. (2011). High-altitude illnesses: Physiology, risk factors, prevention, and treatment. Rambam Maimonides Medical Journal, 2(1), 1–18. https://doi.org/10.5041/rmmj.10022

Tannheimer, M., & Lechner, R. (2019). The correct measurement of oxygen saturation at high altitude. Sleep and Breathing, 1-6.

Villafuerte, F. C., & Corante, N. (2016). Chronic Mountain Sickness: Clinical Aspects, Etiology, Management, and Treatment. High Altitude Medicine and Biology. https://doi.org/10.1089/ham.2016.0031

Waani, A., Engka, J. N., & Supit, S. (2014). Kadar Hemoglobin Pada Orang Dewasa Yang Tinggal Di Dataran Tinggi Dengan Ketinggian Yang Berbeda. Jurnal E-Biomedik. https://doi.org/10.35790/ebm.2.2.2014.5001

Watulingas, Intan. (2013). Pengaruh Latihan Fisik Aerobik terhadap VO2max pada Mahasiswa Pria dengan Berat Badan Lebih (Overweight). Jurnal e-Biomedik (eBM). 1(2), 1064-1068. https://doi.org/10.35790/ebm.1.2.2013.3259

Wyatt, Frank B. (2014). Physiological Responses to Altitude: A Brief Review. Journal of Exercise Physiology. 17(1), 90-96.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um057v10i2p144-152

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Ali Multazam, Dimas Sondang Irawan, Sophia Hanny Amandhea, Egalia Novika Hidayat, Rama Anggara Zikrullah, Ahmad Abdullah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Jurnal Sport Science, ISSN :2620-4681 (online), ISSN :1907-5111 (print)
Email : [email protected]

Jurnal Sport Science is indexed by :

                          

 

  

 

In Collaboration with:

Reference management tools :

   

 

Plagiarism Check :


View Jurnal Sport Science Stats

Toto 4D

dana toto

Toto 4D

barbartoto