HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DAN BEBAN KERJA MENTAL BERBASIS ERGONOMI TERHADAP TINGKAT KEJENUHAN KERJA PADA KARYAWAN PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk CABANG SURABAYA GEMPOL

Moch. Zulfiqar Afifuddin Rizqiansyah, Fattah Hanurawan, Ninik Sulistyowati

Abstract


Kejenuhan kerja (burnout) dapat diketahui dari adanya kelelahan fisik, mental, dan emosional, serta rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri. Salah satu indikator penyebab timbulnya kejenuhan kerja (burnout) adalah beban kerja fisik maupun beban kerja mental. Beban kerja fisik maupun beban kerja mental sangat erat kaitannya dengan kajian ergonomi. Dari sudut pandang ergonomi, beban kerja fisik masuk dalam dimensi ergonomi fisik sedangkan beban kerja mental masuk dalam dimensi ergonomi kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas yaitu Beban Kerja Fisik berbasis ergonomi (X1) dan Beban Kerja Mental berbasis ergonomi (X2) dengan variabel terikat yaitu Kejenuhan Kerja (Burnout) (Y). Populasi penelitian adalah 70 karyawan staf non operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Surabaya Gempol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel karyawan staf non operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Surabaya Gempol sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh koefisien korelasi tidak signifikan sehingga hipotesis penelitian ditolak, dengan uraian sebagai berikut: (1) signifikansi antara X1 dan Y sebesar 0,896; (2) signifikansi antara X2 dan Y sebesar -0,130; dan (3) signifikansi regresi antara X1, X2, dan Y sebesar 0,728. Kesimpulan hasil penelitian yaitu beban kerja fisik dan beban kerja tidak DAPAT memprediksi terjadinya kejenuhan kerja (burnout) pada karyawan sehingga dimungkinkan banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya kejenuhan kerja (burnout).

Kata kunci : beban kerja fisik, beban kerja mental, ergonomi, kejenuhan kerja (burnout)

Full Text:

PDF

References


Hutagalung, R. & Gustomo, A. 2013. Workload Analysis for Planning Needs of Employees in the Corporate Administration Unit PT Timah (Persero) Tbk. The Indonesian Journal of Business Administration, 2 (19): 2290-2297.

Instructions NASA TLX Version 2.0. 2003. NASA Ames Research Center.

Kristanto, A., & Manopo, R. 2010. Perancangan Ulang Fasilitas Kerja Pada Stasiun Cutting Yang Ergonomis Guna Memperbaiki Posisi Kerja Operator Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Kerja. Jurnal Informatika, 4 (2): 467-468.

Maharani, P.A. & Triyoga, A. 2012. Kejenuhan Kerja (Burnout) dengan Kinerja Perawat dalam Pemberian Asuhan Keperawatan. Jurnal STIKES, 5 (2): 167-178.

Munandar, A. S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press.

Rahman, U. 2007. Mengenal Burnout Pada Guru. Jurnal Lentera Pendidikan, 10 (2): 216-227.

Ramadhania, N., & Parwati, N. 2015. Pengukuran Beban Kerja Psikologis Karyawan Call Center Menggunakan Metode NASA-TLX (Task Load Index) pada PT. XYZ. Jurnal disajikan dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta, 17 November.

Shah, S.S.H., Jaffari, A.R., Aziz, J., Ejaz, W., Ul-Haq, I., & Raza, S.N. 2011. Workload and Performance of Employees. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business, 3 (5): 256-267.

Simanjuntak, R.A. 2011. Penilaian Resiko Manual Handling dengan Metode Indikator Kunci dan Penentuan Klasifikasi Beban Kerja dengan Penentuan Cardiovasculair Load. Proceeding Seminar Nasional “Industrial Services”, II-81 – II-87.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.