TAMAN PENINGGALAN SEJARAH BERBASIS VIRTUAL REALITY

M. Bashoirul Wahid Sinambela, Yerry Soepriyanto, Eka Pramono Adi

Abstract


Pembelajaran mata pelajaran sejarah di sekolah memiliki persepsi buruk oleh siswa sehingga mempengaruhi proses pembelajaran. Presepsi yang terbangun adalah belajar sejarah membosankan, tidak menyenangkan dan kurang diminati. Cara mengakhiri adalah dengan cara menerapkan metode pembelajaran yang menarik dan mendorong minat siswa untuk belajar. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah metode karyawisata. Metode ini akan menuntut siswa untuk aktif mencari sendiri informasi yang terkait dengan pembelajaran. Namun, metode karyawisata mempunyai kekurangan, diantaranya : masalah waktu, biaya, manajemen siswa dan guru. Salah satu teknologi yang bisa menutupi kekurangan ini adalah virtual reality. Melalui taman sejarah virtual, guru dan siswa tidak diharuskan untuk keluar kelas, karyawisata bisa dilakukan di dalam kelas. Guru dan siswa tidak perlu pergi ke tempat-tempat bersejarah. Guru dan siswa tidak perlu menyiapkan waktu khusus di luar jam sekolah. Manajemen guru dan siswa juga tidak terlampau sulit. Beberapa objek yang dapat dimodelkan tiga dimensi pada pokok bahasan peninggalan sejarah kelas IV Sekolah Dasar adalah ; peralatan, arca, lukisan, kitab, benteng, candi, museum, gedung, monumen, dan tempat ibadah. Melalui karyawisata di taman sejarah virtual dengan teknologi virtual reality ini, siswa dituntut untuk mencari sendiri informasi berkaitan dengan materi pembelajaran sejarah sehingga siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar.


Full Text:

PDF

References


Alessi, S. M., & Trollip, S. R. (1991). Computer-based instruction: Methods and development. Prentice Hall Professional Technical Reference.

Allen, W. H. (1975). Intellectual abilities and instructional media design. AV Communication Review, 23(2), 139-170.

Bambang, G., Moelyantno, Sutrisno, Kusnandar, S. & Purwanto, H. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial IPS untuk Sekolah Dasar/MI Kelas 4. Kementrian Pendidikan Nasional

Crosier, J. K., Cobb, S. V., & Wilson, J. R. (2000). Experimental comparison of virtual reality with traditional teaching methods for teaching radioactivity. Education and Information Technologies, 5(4), 329-343.

Donath, D., & Regenbrecht, H. (1999). Using Immersive Virtual Reality For Spatial Design In Architecture. Research, Bauhaus University, Department of Architecture, Weimar.

Fuchs, P., Moreau, G., & Guitton, P.. (2011). Virtual reality: concepts and technologies. CRC Press.

Kadir, A., & Triwahyuni, T. (2014). Pengantar Teknologi Informasi Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi Offset

McLellan, H. (1996). Virtual realities. In D. H. Jonassen (Ed.), Handbook of research for educational communications and technology (pp. 457-487). New York: Macmillan Library Reference, USA.

Mihelj, M., Novak, D., & Beguš, S. (2014). Virtual reality technology and applications. Springer.

Muhammad Anas, M. P. (2014). Mengenal Metodologi Pembelajaran. Muhammad Anas.

Neelakantam, S., & Pant, T. (2017). Learning Web-based Virtual Reality: Build and Deploy Web-based Virtual Reality Technology. Spinger

Pantelidis, V. S. (2010). Reasons to use virtual reality in education and training courses and a model to determine when to use virtual reality. Themes in Science and Technology Education, 2(1-2), 59-70.

Sayono, J. (2015). Pembelajaran Sejarah di Sekolah: dari Pragmatis ke Idealis. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(1), 9-17.

Sihkabuden. (2011). Media Pembelajaran. Malang : FIP Universitas Negeri Malang


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 M. Bashoirul Wahid Sinambela, Yerry Soepriyanto, Eka Pramono Adi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BYTOOLSPLAGIARISM CHECKARTICLE TEMPLATE

 

 

 

 

 

Creative Commons License
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JKTP Statistics (Since July 13th, 2020)

View My Stats