UPAYA MENGUATKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI DESAIN PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KEBHINEKATUNGGALIKAAN

Danan Tricahyono

Abstract


The background of this article departs from the program of the Ministry of Education, Research, Technology, and Higher Education to establish the output of Indonesian education known as Pancasila students. The purpose of writing articles is to design a Bhinneka-based (diversity-based) historical learning. The writing of this article uses conceptual ideas. The student dimension of Pancasila has the characteristics of being the embodiment of lifelong Indonesian students who have global competence and behave following the values of Pancasila, with six main elements: faith, piety to God and noble character, global diversity, cooperation, independent, critical reasoning, and creative. The design of history learning based on a Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity) using the Kemp model is to identify problems and determine learning goals, establish and analyze the character of learners, analyze materials and various components related to learning tasks in conjunction with the achievement of learning goals, determine specific learning goals for learners, contain forms of systematic and logical delivery of materials, assess learning strategies,  Determine methods as a means to convey materials, develop evaluation tools, choose learning resources that can support learning activities, and forms of learning activities. The learning material is about Hindu-Buddhist life by taking Ngadas society as a source of learning. The values of cooperation and respecting differences between fellow human beings can be a source of transparency for students to create a younger generation of Pancasilaists. The latter have intellectual advantages wrapped in a unique character.


Latar belakang artikel ini berangkat dari program Kementerian Pendidikan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk membentuk output pendidikan Indonesia yang dikenal dengan siswa Pancasila. Tujuan penulisan artikel adalah untuk merancang pembelajaran sejarah berbasis Bhinneka. Penulisan artikel ini menggunakan ide-ide konseptual. Dimensi peserta didik Pancasila memiliki ciri-ciri menjadi perwujudan peserta didik Indonesia sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam unsur utama: iman, takwa kepada Tuhan YME dan akhlak mulia, keragaman global, kerjasama, mandiri, berpikir kritis, dan kreatif. Perancangan pembelajaran sejarah berbasis Bhinneka dengan menggunakan model Kemp adalah untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan tujuan pembelajaran, menetapkan dan menganalisis karakter peserta didik, menganalisis materi dan berbagai komponen yang berkaitan dengan tugas pembelajaran dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan pembelajaran, menentukan spesifik tujuan pembelajaran bagi peserta didik, memuat bentuk-bentuk penyampaian materi yang sistematis dan logis, menilai strategi pembelajaran, menentukan metode sebagai sarana untuk menyampaikan materi, mengembangkan alat evaluasi, memilih sumber belajar yang dapat mendukung kegiatan belajar, dan bentuk kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran tentang kehidupan Hindu-Budha dengan mengambil masyarakat Ngadas sebagai sumber belajar. Nilai-nilai kerjasama dan menghargai perbedaan antar sesama manusia dapat menjadi sumber transparansi bagi mahasiswa untuk menciptakan generasi muda Pancasilais. Yang terakhir memiliki keunggulan intelektual yang dibungkus dengan karakter yang unik.


Keywords


history learning; unity in diversity; Pancasila.

Full Text:

PDF

References


Fibiona, I., Lestari, S. N., & Budianto, A. (2019). Mengenal masa lalu Melalui Lawatan Sejarah: program internalisasi sejarah Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) untuk generasi milineal. Seminar Nasional dan Temu Alumni HMPS pada 12 Oktober 2019.

Hasan, S. H. (2019). Pendidikan sejarah untuk kehidupan abad ke 21. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 2(2), 61–72.

Hidayah, Y., Suyitno, S., & Ali, Y. F. (2021). A study on interactive–based learning media to strengthen the profile of pancasila student in elementary school. JED (Jurnal Etika Demokrasi), 6(2), 283–291.

Ismail, S., Suhana, S., & Zakiah, Q. Y. (2021). Analisis kebijakan penguatan pendidikan karakter dalam mewujudkan pelajar pancasila di sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(1), 76–84.

Istianah, A., Mazid, S., Hakim, S., & Susanti, R. P. (2021). Integrasi nilai-nilai pancasila untuk membangun karakter pelajar pancasila di lingkungan kampus. Gatra Nusantara: Jurnal Politik, Hukum, Sosial Budaya dan Pendidikan, 19(1), 59–68.

Istianah, A., & Susanti, R. P. (2021). Pendidikan pancasila sebagai upaya membentuk karakter pelajar pancasila. Gatra Nusantara, 19(2), 202–207.

Juliani, A. J., & Bastian, A. (2021). Pendidikan karakter sebagai upaya wujudkan pelajar pancasila. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang 15-16 Januari 2021, 257–265.

Kemp, J. E., Morrison, G. R., & Ross, S. (2007). Designing effective instruction. New York: MacMillan College Publ.Co.

Kirnandita, P. (2017). Mencegah anak-anak melakukan bullying berbasis Sara. Retrieved from https://tirto.id/mencegah-anak-anak-melakukan-bullying-berbasis-sara-coMB

Kurniawaty, J. B. (2021). Membumikan nilai-nilai pancasila dalam dunia pendidikan di Indonesia. Jagaddhita: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan, 1(1), 16–24.

Labibatussolihah, L. (2019). Pemanfaatan pengalaman sejarawan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam penelitian sejarah. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 3(1), 11–20.

Nafi’ah, U., Ayundasari, L., Suprapta, B., Sayono, J., & Hasan, Z. (2021). Tantangan pengembangan desain pembelajaran sejarah lokal berbasis kehidupan di masa pandemi Covid 19. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 4(2), 180–191.

Nisa’, Fatihatun, Rizqi, H., & Berlianti, Y. (2021). Hubungan mata pelajaran pancasila di sekolah terhadap penerapan implementasi pancasila pada pelajar. Jurnal Pancasila dan Bela Negara, 1(1), 33–42. https://doi.org/10.31315/jpbn.v1i1.4435

Nurjanah, S. (2017). Internalisasi nilai-nilai pancasila pada pelajar (upaya mencegah aliran anti pancasila di kalangan pelajar). El-Wasathiya, 5(1), 93–106.

Pebriyani, F. (2015). Pluralitas dan hubungan sosial antar umat beragama dalam masyarakat di Desa Ngadas, Probolinggo. Retrieved March 2, 2022, from http://blog.unnes.ac.id/firohfebriyani/2015/11/16/pluralitas-dan-hubungan-sosial-antar-umat-beragama-dalam-masyarakat-tengger-di-desa-ngadas-probolinggo/

Purwasatria, M. U. (2019). Menguatkan kembali nilai multikulturalisme dan persatuan bangsa melalui pembelajaran sejarah. Diakronika, 19(1), 41–49.

Rahayuningsih, F. (2022). Internalisasi filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 1(3), 177–187. https://doi.org/10.51878/social.v1i3.925

Ravyansah, & Abdillah, F. (2021). Tracing profil pelajar pancasila within the civic education textbook : mapping values for adequacy. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(2), 96–105. https://doi.org/https://doi.org/10.21067/jmk.v6i2.5906 Tracing

Rusnaini, Raharjo, Suryaningsih, A., & Noventari, W. (2021). Intensifikasi profil pelajar pancasila dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 230–249.

Sanjaya, W. (2013). Strategi pembelajaran berorientasi pada standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grub.

Setyosari, P. (2020). Desain pembelajaran (B. S. Fatmawati, Ed.). Jakarta: Bumi Aksara.

Sherly, S., Herman, H., Halim, F., Dharma, E., Purba, R., Sinaga, Y. K., & Tannuary, A. (2021). Sosialisasi Implementasi program profil pelajar pancasila di SMP Swasta Sultan Agung Pematangsiantar. Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education), 1(3), 282–289. https://doi.org/10.46306/jub.v1i3.51

Sufyadi, S., Harjatanaya, T. Y., Adiprima, P., Satria, M. R., Andiarti, A., & Herutami, I. (2021). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar pancasila. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tim Nasional Penulisan Sejarah, I. (2010). Sejarah nasional Indonesia IV (Kemunculan Penjajahan di Indonesia) (Soedjono & R. Leirissa, Eds.). Jakarta: Balai Pustaka.

Tricahyono, D. (2022). Pengembangan peta digital Candi Hindu-Buddha dengan pendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan empati sejarah Peserta Didik MAN 2 Tulungagung. Universitas Sebelas Maret.

Tung, K. Y. (2017). Desain instruksional. Yogyakarta: Andi.

Wasiso, A. J., Sukardi, S., & Winarsih, M. (2020). Pengaruh model pembelajaran dan sikap sosial terhadap hasil belajar sejarah siswa SMA. Penelitian Ilmu Pendidikan, 13(1), 31–40.

Wijayanti, P. S., Jamilah, F., Herawati, T. R., & Kusumaningrum, R. N. (2022). Penguatan penyusunan modul projek profil pelajar pancasila pada sekolah penggerak jenjang SMA. Abdimas Nusantara, 3(2), 43–49. Retrieved from http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/abdimasnusantara/article/view/1715%0Ahttp://ejurnal.unim.ac.id/index.php/abdimasnusantara/article/download/1715/705

Wiyani, N. (2013). Desain pembelajaran pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um0330v5i1p13-23

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jpsi@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah/index 

E-ISSN 2622-1837

   

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

View My Stats