TERPINGGIRKAN DI TANAH KELAHIRAN: POTRET KELOMPOK INDO DI HINDIA BELANDA ABAD KE-19-20

Siti Faizatun Nisa’, Aji Kusuma Dwi Yoga, Ronal Ridhoi

Abstract


The Indo group is a group of mixed-blood natives (in this case Indonesia) and Europeans. During the 17th and 18th centuries they became an elite group of aristocrats because most of them came from the descendants of European officials. However, since the second decade of the 19th century, the Indo group began to come under attack because it was judged that their culture (called Indic culture) was irrelevant to European ethics. This paper uses the historical method by doing a careful reading of sources in the form of books, articles, online news, and other supporting literature. This paper shows that the Indo group in the Dutch East Indies in the 19th to 20th centuries experienced a long dynamic as a marginalized mixed-blood group. Not only marginalized in terms of human rights, but also marginalized in Indonesian historiography.

Kelompok Indo adalah golongan keturunan berdarah campuran pribumi (dalam hal ini Indonesia) dan Eropa. Selama abad ke-17 dan 18 mereka menjadi kelompok elit bangsawan karena kebanyakan berasal dari keturunan pejabat Eropa. Namun, sejak dekade kedua abad ke-19, kelompok Indo mulai mendapatkan serangan karena dinilai kebudayaannya (yang disebut kebudayaan Indis) tidak relevan dengan etika orang Eropa. Tulisan ini menggunakan metode historis dengan melakukan pembacaan secara teliti terkait sumber-sumber berupa buku, artikel, berita online, dan literatur pendukung lainnya. Tulisan ini menunjukkan bahwa kelompok Indo di Hindia Belanda pada abad ke-19 hingga 20 mengalami dinamika panjang sebagai kelompok berdarah campuran yang terpinggirkan. Tidak hanya terpinggirkan dalam hal hak asasi, tetapi juga terpinggirkan dalam historiografi Indonesia.

Keywords


Marginalized; Indo Group; Dutch East Indies; Terpinggirkan; Kelompok Indo; Hindia Belanda

Full Text:

PDF

References


Baay, R. (2010). Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda. Depok: Komunitas Bambu.

Cote, J dan Westerbeek, L (eds.). (2004). Recalling the Indies: kebudayaan kolonial dan identitas poskolonial. Yogyakarta: Syarikat Indonesia.

Hellwig, T. (2007). Citra kaum perempuan di Hindia Belanda. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Heryanto, A. (2017). Historiografi Indonesia yang rasis. https://www.youtube.com/watch?v=ejEjVA29lls&t=189s, diakses pada 12 Oktober 2019.

Kartodirjo, S. (1987). Perkembangan peradaban priyayi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Kasuma, G. (2010). Perilaku aborsi di Jawa Masa Kolonial, dalam Sri Margana dan M. Nursam (ed.), Kota-kota di Jawa: Identitas, Gaya Hidup, dan Permasalahan Sosial. Yogyakarta: Ombak.

Matasani, P (. 2017). Orang-orang Indo dalam Pergerakan Nasional (Online). orang-orang-indo-dalam-pergerakan-nasional –co1L, diakses pada 19 Mei 2017.

Pattynama, P. (2001). Keluarga Indis; kehidupan sehari-hari pada masa sebelum perang di Batavia”, hlm. 29-60, dalam Joost Cote & Loes Westerbeek (eds.). 2004. Recalling the Indies: Kebudayaan Kolonial dan Identitas Poskolonial. Yogyakarta: Syarikat Indonesia.

Purwanto, B. Indis; Mereka yang terlupakan oleh Historiografi Indonesia (Sebuah Catatan Pengantar)” hlm. v-ix, dalam Joost Cote & Loes Westerbeek (eds.). 2004. Recalling the Indies: Kebudayaan Kolonial dan Identitas Poskolonial. Yogyakarta: Syarikat Indonesia.

Soekiman, D. (2014). Kebudayaan Indis dari Zaman Kompeni sampai Revolusi. Depok: Komunitas Bambu.

Taylor, J.G. (2009). Kehidupan Sosial di Batavia. Terjemahan Tim Komunitas Bambu. Depok: Masup

Wijaya, D.N & Hera, BB. (2014). Terasing dalam Budaya Barat dan Timur: Potret “Nyai” Hindia Belanda, Abad XVII-XX. Jurnal Antropologi Unand, 16(1), 49-55.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v1i22021p204-212

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

JOIN Indexed By:

        Akreditasi Sinta Jurnal Fluida | Fluida

Flag Counter

Web Analytics Made Easy - Statcounter View My Stats