Strategi kepemimpinan dr. Moehammad Saleh dalam mempertahankan kemerdekaan di Kota Probolinggo 1947-1948
Abstract
Writing this article aims to determine the role of dr. Moehammad Saleh in defending independence in Probolinggo City. The focus of writing the article lies in the leadership strategy used by dr. Muhammad Saleh. The research method used is the historical method with the stages of heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results showed that dr. Moehammad Saleh played an important role in stemming the military aggression in Probolinggo City. The strategy carried out by dr. Moehammad Salehh is not a physical war, but a guided guerrilla.
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran dr. Moehammad Saleh dalam mempertahankan kemerdekaan di Kota Probolinggo. Fokus penulisan artikel terletak pada strategi kepemimpinan yang digunakan oleh dr. Moehammad Saleh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dr. Moehammad Saleh berperan penting dalam membendung agresi militer di Kota Probolinggo. Strategi yang dilakukan oleh dr. Moehammad Salehh bukannlah perang fisik, melainkan gerilya terpimpin. Peran lain yang dilakukan ialah menyediakan obat-obatan bagi pejuang agresi yang terluka.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
David, K. (2014). Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. https://www.kompasiana.com/kdavid/54f71155a333116d5a8b4f15/bangsa-yang-besar-adalah-bangsa-yang-menghargai-jasa-pahlawannya
Hafizah, N. A. (2019). Upaya mempertahankan kemerdekaan di Mojokerto tahun 1947-1949. Universitas Negeri Malang. http://repository.um.ac.id/91482/
Juniawandahlan. (2017). Moehammad Saleh. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mkn/moehammad-saleh/
Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. (2016). Arti kata ganggu. https://kbbi.web.id/ganggu.
Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Bentang Budaya.
Novianti, U. H. (2021). Perlawanan Rakyat Probolinggo dalam menumpas Agresi Militer Belanda 1947-1949. Historiography: Journal of Indonesian History and Education, 1(1), 104–120.
Safitry, M. (2020). Kisah karantina Paris of the East: Wabah Pes di Malang, 1910-1916. Jurnal Sejarah, 3(1), 116–120.
Sapto, A. (2014). Kota Probolinggo pada masa menjelang dan awal revolusi. LITERASI: Indonesian Journal of Humanities, 2(1), 36–48.
Sukmana, W. J. (2021). Metode penelitian sejarah. Seri Publikasi Pembelajaran, 1(2), 1–4.
Tanyid, M. (2018). Kualitas Pemimpin sebagai pendidik dalam menghadapi konflik. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 1(1), 124–137.
Wardah, E. S. (2014). Metode penelitian sejarah. Jurnal Tsaqofah, 12(2), 163–175.
Wibowo, S. A. (2021). Paparan, profil, sejarah, dan koleksi museum Dokter Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mkn/wpcontent/uploads/sites/61/2021/03/PAPARAN-MUSEUM-DOKTER-MOHAMAD-SALEH-1.pdf
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um081v2i42022p464-471
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Historiography: Journal of Indonesian History and Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
Historiography: Journal of Indonesian History and Education is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JOIN Indexed By:





.png)